<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lakukan Kunjungan Kejutan ke Afghanistan, Trump Berharap Gencatan Senjata dengan Taliban </title><description>Ini merupakan kunjungan pertama Trump ke Afghanistan sejak menjabat pada 2017.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/29/18/2135859/lakukan-kunjungan-kejutan-ke-afghanistan-trump-berharap-gencatan-senjata-dengan-taliban</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/29/18/2135859/lakukan-kunjungan-kejutan-ke-afghanistan-trump-berharap-gencatan-senjata-dengan-taliban"/><item><title>Lakukan Kunjungan Kejutan ke Afghanistan, Trump Berharap Gencatan Senjata dengan Taliban </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/29/18/2135859/lakukan-kunjungan-kejutan-ke-afghanistan-trump-berharap-gencatan-senjata-dengan-taliban</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/29/18/2135859/lakukan-kunjungan-kejutan-ke-afghanistan-trump-berharap-gencatan-senjata-dengan-taliban</guid><pubDate>Jum'at 29 November 2019 09:58 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/29/18/2135859/lakukan-kunjungan-kejutan-ke-afghanistan-trump-berharap-gencatan-senjata-dengan-taliban-VC0ZNlKrYL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/29/18/2135859/lakukan-kunjungan-kejutan-ke-afghanistan-trump-berharap-gencatan-senjata-dengan-taliban-VC0ZNlKrYL.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>KABUL - Presiden Amerika Serikat  (AS) Donald Trump melakukan kunjungan kejutan Thanksgiving ke pasukan AS di Afghanistan pada Kamis,  dan mengatakan ia yakin gerilyawan Taliban akan menyetujui gencatan senjata dalam perang terpanjang yang pernah dilakukan Amerika.
Ini adalah kunjungan pertama Trump ke Afghanistan sejak menjadi presiden pada 2017 dan dilakukan sepekan datang seminggu setelah pertukaran tahanan antara Washington dan Kabul yang telah meningkatkan harapan untuk terjadinya sebuah kesepakatan damai.
BACA JUGA: Warga AS dan Australia Dibebaskan dalam Pertukaran Sandera dengan Taliban
&quot;Taliban ingin membuat kesepakatan dan kami akan bertemu dengan mereka,&quot; kata Trump kepada wartawan sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (29/11/2019).  Dia tiba di Afghanistan, setelah penerbangan semalam dari Amerika Serikat yang dirahasiakan karena alasan keamanan.
&amp;ldquo;Kami mengatakan (kesepakatan) itu harus gencatan senjata dan mereka tidak ingin melakukan gencatan senjata dan sekarang mereka ingin melakukan gencatan senjata, saya percaya. Mungkin akan berhasil seperti itu.&quot;
Para pemimpin Taliban mengatakan kepada Reuters bahwa kelompok itu kembali mengadakan pertemuan dengan para pejabat senior AS di Doha sejak akhir pekan lalu, dan menambahkan bahwa mereka dapat segera melanjutkan pembicaraan damai secara formal.
BACA JUGA: Taliban: Pintu Kami Terbuka untuk Pembicaraan Damai dengan AS
Pesawat kepresidenan Air Force One mendarat di Lapangan Terbang Bagram pada Kamis sore. Turut datang bersama Trump, penasihat keamanan nasional Gedung Putih Robert O'Brien, sekelompok kecil staf dan agen Dinas Rahasia.
Trump bertemu dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani dan menyajikan kalkun untuk beberapa pasukan AS sebelum duduk untuk makan malam Thanksgiving bersama mereka. Dia mengobrol dan berfoto dengan beberapa pasukan AS dikerahkan di sana.


Itu adalah perjalanan kedua Trump ke zona perang, setelah sebelumnya  berkunjung ke Irak pada 2018 untuk kunjungan liburan Natal bersama  pasukan AS di sana. Trump yang tidak pernah bertugas di militer dikenal  sebagai presiden yang sering mencemooh keterlibatan AS dalam konflik  asing, menyebutnya sebagai kesalahan besar.
Saat ini ada sekira 13.000 pasukan AS dan juga ribuan pasukan NATO  lainnya di Afghanistan, 18 tahun setelah invasi oleh koalisi yang  dipimpin AS ke negara itu, menyusul tragedi 11 September 2001, serangan  al Qaeda terhadap Amerika Serikat. Sekira 2.400 anggota pasukan AS telah  tewas dalam konflik di Afghanistan.</description><content:encoded>KABUL - Presiden Amerika Serikat  (AS) Donald Trump melakukan kunjungan kejutan Thanksgiving ke pasukan AS di Afghanistan pada Kamis,  dan mengatakan ia yakin gerilyawan Taliban akan menyetujui gencatan senjata dalam perang terpanjang yang pernah dilakukan Amerika.
Ini adalah kunjungan pertama Trump ke Afghanistan sejak menjadi presiden pada 2017 dan dilakukan sepekan datang seminggu setelah pertukaran tahanan antara Washington dan Kabul yang telah meningkatkan harapan untuk terjadinya sebuah kesepakatan damai.
BACA JUGA: Warga AS dan Australia Dibebaskan dalam Pertukaran Sandera dengan Taliban
&quot;Taliban ingin membuat kesepakatan dan kami akan bertemu dengan mereka,&quot; kata Trump kepada wartawan sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (29/11/2019).  Dia tiba di Afghanistan, setelah penerbangan semalam dari Amerika Serikat yang dirahasiakan karena alasan keamanan.
&amp;ldquo;Kami mengatakan (kesepakatan) itu harus gencatan senjata dan mereka tidak ingin melakukan gencatan senjata dan sekarang mereka ingin melakukan gencatan senjata, saya percaya. Mungkin akan berhasil seperti itu.&quot;
Para pemimpin Taliban mengatakan kepada Reuters bahwa kelompok itu kembali mengadakan pertemuan dengan para pejabat senior AS di Doha sejak akhir pekan lalu, dan menambahkan bahwa mereka dapat segera melanjutkan pembicaraan damai secara formal.
BACA JUGA: Taliban: Pintu Kami Terbuka untuk Pembicaraan Damai dengan AS
Pesawat kepresidenan Air Force One mendarat di Lapangan Terbang Bagram pada Kamis sore. Turut datang bersama Trump, penasihat keamanan nasional Gedung Putih Robert O'Brien, sekelompok kecil staf dan agen Dinas Rahasia.
Trump bertemu dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani dan menyajikan kalkun untuk beberapa pasukan AS sebelum duduk untuk makan malam Thanksgiving bersama mereka. Dia mengobrol dan berfoto dengan beberapa pasukan AS dikerahkan di sana.


Itu adalah perjalanan kedua Trump ke zona perang, setelah sebelumnya  berkunjung ke Irak pada 2018 untuk kunjungan liburan Natal bersama  pasukan AS di sana. Trump yang tidak pernah bertugas di militer dikenal  sebagai presiden yang sering mencemooh keterlibatan AS dalam konflik  asing, menyebutnya sebagai kesalahan besar.
Saat ini ada sekira 13.000 pasukan AS dan juga ribuan pasukan NATO  lainnya di Afghanistan, 18 tahun setelah invasi oleh koalisi yang  dipimpin AS ke negara itu, menyusul tragedi 11 September 2001, serangan  al Qaeda terhadap Amerika Serikat. Sekira 2.400 anggota pasukan AS telah  tewas dalam konflik di Afghanistan.</content:encoded></item></channel></rss>
