<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Van Mata-Mata Peretas WhatsApp Israel Picu Penyelidikan Mendalam Otoritas Siprus</title><description>Van itu berisi peralatan bernilai hingga USD9 juta dan dapat meretas hampir semua aplikasi ponsel pintar termasuk WhatsApp dan Facebook.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/29/18/2135904/van-mata-mata-peretas-whatsapp-israel-picu-penyelidikan-mendalam-otoritas-siprus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/29/18/2135904/van-mata-mata-peretas-whatsapp-israel-picu-penyelidikan-mendalam-otoritas-siprus"/><item><title> Van Mata-Mata Peretas WhatsApp Israel Picu Penyelidikan Mendalam Otoritas Siprus</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/29/18/2135904/van-mata-mata-peretas-whatsapp-israel-picu-penyelidikan-mendalam-otoritas-siprus</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/29/18/2135904/van-mata-mata-peretas-whatsapp-israel-picu-penyelidikan-mendalam-otoritas-siprus</guid><pubDate>Jum'at 29 November 2019 11:37 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/29/18/2135904/van-mata-mata-peretas-whatsapp-israel-picu-penyelidikan-mendalam-otoritas-siprus-acYctUMDDe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">CEO WiSpear Tal Dillian memamerkan peralatan canggih di dalam van mata-matanya. (Foto: Screenshot Forbes)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/29/18/2135904/van-mata-mata-peretas-whatsapp-israel-picu-penyelidikan-mendalam-otoritas-siprus-acYctUMDDe.jpg</image><title>CEO WiSpear Tal Dillian memamerkan peralatan canggih di dalam van mata-matanya. (Foto: Screenshot Forbes)</title></images><description>NIKOSIA - Kepolisian Siprus melakukan penyelidikan lebih mendalam terhadap sebuah &amp;lsquo;van mata-mata&amp;rsquo; berteknologi tinggi milik perusahaan pengawasan Israel yang ditemukan di pulau itu. Van itu diyakini memiliki kemampuan meretas ke dalam ponsel cerdas apa pun dari jarak satu kilometer, meski tujuan pasti keberadaannya di sana masih belum diketahui.
Kendaraan misterius itu mulanya menimbulkan keingintahuan setelah ditampilkan dalam laporan Forbes yang memamerkan pengawasan canggihnya, memunculkan pertanyaan mengenai bagaiaman peralatan-peralatan pengawasan canggih tersebut digunakan.
Dimiliki oleh WiSpear, sebuah perusahaan mata-mata Israel yang terdaftar di Siprus, van berteknologi tinggi itu berisi alat pengintai bernilai sekira USD9 juta. Menurut pendiri WiSpear, teknologi itu dapat menembus hampir semua aplikasi ponsel pintar, termasuk pesan, teks, panggilan, dan kontak WhatsApp dan Facebook.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/Tl3mpywMYFA&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Video: Forbes/YouTube.
Dillian, seorang veteran 24 tahun dari dinas intelijen militer Israel, mengklaim perusahaannya menghasilkan &quot;banyak uang&quot; dari kesenjangan yang semakin lebar antara teknologi mata-mata dan enkripsi. Dia menambahkan bahwa ia memperkirakan akan lebih banyak uang yang digelontorkan ketika pemerintah berjuang untuk menemukan &quot;pintu belakang &amp;rdquo;ke aplikasi pengirim pesan digital.
Diwartakan RT, Jumat (29/11/2019), sebuah penyelidikan diluncurkan awal bulan ini mengenai apakah van itu melanggar undang-undang privasi diperluas. Pada Kamis, Jaksa Agung Costas Clerides mengumumkan dia akan menunjuk seorang penyelidik independen untuk kasus, yang terus membingungkan otoritas itu.

Setelah penggeledahan di markas WiSpear di Kota Larnaca awal  November, van itu disita dan tetap berada dalam tahanan polisi, meskipun  masih belum jelas apakah ada bukti tambahan yang muncul. Setelah  pertemuan membahas masalah tersebut pekan lalu, Presiden Nicos  Anastasiades mengatakan dia akan &quot;tidak pernah menolerir&quot; pelanggaran  privasi warga negara mana pun.
WiSpear telah membantah semua tuduhan tersebut dan menegaskan van itu  tidak digunakan untuk tujuan mata-mata, atau menyewakan kepada pihak  ketiga. WiSpear mengklaim perusahaan itu menjadi korban dari &quot;perburuan  penyihir.&quot;
&quot;Kami ingin menyatakan kembali bahwa mobil itu tidak aktif di dalam  wilayah Cypriot selain untuk keperluan demo dan uji lapangan saja,  semata-mata pada perangkat milik perusahaan,&quot; kata perusahaan itu dalam  sebuah pernyataan pekan lalu.</description><content:encoded>NIKOSIA - Kepolisian Siprus melakukan penyelidikan lebih mendalam terhadap sebuah &amp;lsquo;van mata-mata&amp;rsquo; berteknologi tinggi milik perusahaan pengawasan Israel yang ditemukan di pulau itu. Van itu diyakini memiliki kemampuan meretas ke dalam ponsel cerdas apa pun dari jarak satu kilometer, meski tujuan pasti keberadaannya di sana masih belum diketahui.
Kendaraan misterius itu mulanya menimbulkan keingintahuan setelah ditampilkan dalam laporan Forbes yang memamerkan pengawasan canggihnya, memunculkan pertanyaan mengenai bagaiaman peralatan-peralatan pengawasan canggih tersebut digunakan.
Dimiliki oleh WiSpear, sebuah perusahaan mata-mata Israel yang terdaftar di Siprus, van berteknologi tinggi itu berisi alat pengintai bernilai sekira USD9 juta. Menurut pendiri WiSpear, teknologi itu dapat menembus hampir semua aplikasi ponsel pintar, termasuk pesan, teks, panggilan, dan kontak WhatsApp dan Facebook.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/Tl3mpywMYFA&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Video: Forbes/YouTube.
Dillian, seorang veteran 24 tahun dari dinas intelijen militer Israel, mengklaim perusahaannya menghasilkan &quot;banyak uang&quot; dari kesenjangan yang semakin lebar antara teknologi mata-mata dan enkripsi. Dia menambahkan bahwa ia memperkirakan akan lebih banyak uang yang digelontorkan ketika pemerintah berjuang untuk menemukan &quot;pintu belakang &amp;rdquo;ke aplikasi pengirim pesan digital.
Diwartakan RT, Jumat (29/11/2019), sebuah penyelidikan diluncurkan awal bulan ini mengenai apakah van itu melanggar undang-undang privasi diperluas. Pada Kamis, Jaksa Agung Costas Clerides mengumumkan dia akan menunjuk seorang penyelidik independen untuk kasus, yang terus membingungkan otoritas itu.

Setelah penggeledahan di markas WiSpear di Kota Larnaca awal  November, van itu disita dan tetap berada dalam tahanan polisi, meskipun  masih belum jelas apakah ada bukti tambahan yang muncul. Setelah  pertemuan membahas masalah tersebut pekan lalu, Presiden Nicos  Anastasiades mengatakan dia akan &quot;tidak pernah menolerir&quot; pelanggaran  privasi warga negara mana pun.
WiSpear telah membantah semua tuduhan tersebut dan menegaskan van itu  tidak digunakan untuk tujuan mata-mata, atau menyewakan kepada pihak  ketiga. WiSpear mengklaim perusahaan itu menjadi korban dari &quot;perburuan  penyihir.&quot;
&quot;Kami ingin menyatakan kembali bahwa mobil itu tidak aktif di dalam  wilayah Cypriot selain untuk keperluan demo dan uji lapangan saja,  semata-mata pada perangkat milik perusahaan,&quot; kata perusahaan itu dalam  sebuah pernyataan pekan lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
