<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketika KPK Soroti Munas Partai Politik</title><description>Kenapa itu jadi perhatian kami? Karena memang cenderungnya mereka penyelenggara negara</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/29/337/2135767/ketika-kpk-soroti-munas-partai-politik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/29/337/2135767/ketika-kpk-soroti-munas-partai-politik"/><item><title>Ketika KPK Soroti Munas Partai Politik</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/29/337/2135767/ketika-kpk-soroti-munas-partai-politik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/29/337/2135767/ketika-kpk-soroti-munas-partai-politik</guid><pubDate>Jum'at 29 November 2019 00:23 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/29/337/2135767/ketika-kpk-soroti-munas-partai-politik-hIVYIsh08f.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (Foto : Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/29/337/2135767/ketika-kpk-soroti-munas-partai-politik-hIVYIsh08f.jpg</image><title>Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (Foto : Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang mengatakan, pihaknya selalu mendengar adanya dugaan isu politik uang di setiap Musyawarah Nasional (Munas) di setiap partai politik (parpol).

&quot;Kalau tak ada penyelenggara negara di situ, itu di luar kompetensi kami (KPK). Tetapi kenapa itu jadi perhatian kami? Karena memang cenderungnya mereka penyelenggara negara, inkumben juga penyelenggara negara,&quot; kata Saut kepada wartawan, Kamis (28/11/2019).



Kata dia, dari berbagai penindakan kasus, muncul suara-suara kalau uang hasil korupsi antara lain digunakan untuk mendapatkan pengaruh atau mendukung penyelenggaraan Munas.

&quot;Makanya itu menjadi perhatian kita, bagaimana kita perhatikan itu supaya isu transaksional tidak terjadi,&quot; sambungnya.

Ia pun merahasiakan cara KPK mengawasi penyelenggaraan munas parpol. Dia hanya memastikan KPK selalu punya cara untuk melihat siapa yang berpotensi melakukan politik transaksional.

Baca Juga : Wawan Ngaku Dapat Surat dari Ditjen PAS untuk Ditahan di Lapas Cipinang

&quot;Kami memperhatikan itu semua, karena itu kewajiban kami. Ketika dia penyelenggara negara, kewajiban kami untuk menjaga tetap berintegritas, untuk menjaga dia tidak melakukan politik transaksional,&quot; pungkasnya.

Perlu diketahui sebelumnya, dalam waktu dekat beberapa partai politik akan menyelenggarakan munas, salah satunya Partai Golkar yang akan menyelenggarakan munas pada 3-6 Desember 2019. Agenda utama dari munas Golkar adalah memilih ketua umum.
</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang mengatakan, pihaknya selalu mendengar adanya dugaan isu politik uang di setiap Musyawarah Nasional (Munas) di setiap partai politik (parpol).

&quot;Kalau tak ada penyelenggara negara di situ, itu di luar kompetensi kami (KPK). Tetapi kenapa itu jadi perhatian kami? Karena memang cenderungnya mereka penyelenggara negara, inkumben juga penyelenggara negara,&quot; kata Saut kepada wartawan, Kamis (28/11/2019).



Kata dia, dari berbagai penindakan kasus, muncul suara-suara kalau uang hasil korupsi antara lain digunakan untuk mendapatkan pengaruh atau mendukung penyelenggaraan Munas.

&quot;Makanya itu menjadi perhatian kita, bagaimana kita perhatikan itu supaya isu transaksional tidak terjadi,&quot; sambungnya.

Ia pun merahasiakan cara KPK mengawasi penyelenggaraan munas parpol. Dia hanya memastikan KPK selalu punya cara untuk melihat siapa yang berpotensi melakukan politik transaksional.

Baca Juga : Wawan Ngaku Dapat Surat dari Ditjen PAS untuk Ditahan di Lapas Cipinang

&quot;Kami memperhatikan itu semua, karena itu kewajiban kami. Ketika dia penyelenggara negara, kewajiban kami untuk menjaga tetap berintegritas, untuk menjaga dia tidak melakukan politik transaksional,&quot; pungkasnya.

Perlu diketahui sebelumnya, dalam waktu dekat beberapa partai politik akan menyelenggarakan munas, salah satunya Partai Golkar yang akan menyelenggarakan munas pada 3-6 Desember 2019. Agenda utama dari munas Golkar adalah memilih ketua umum.
</content:encoded></item></channel></rss>
