<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Petinggi Gerindra Jawab Cuitan soal LGBT</title><description>Akun twitter partai Gerindra ramai menjadi perbincangan usai melakukan penolakan terhadap Kejagung RI soal LGBT</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/29/337/2135930/petinggi-gerindra-jawab-cuitan-soal-lgbt</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/29/337/2135930/petinggi-gerindra-jawab-cuitan-soal-lgbt"/><item><title>Petinggi Gerindra Jawab Cuitan soal LGBT</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/29/337/2135930/petinggi-gerindra-jawab-cuitan-soal-lgbt</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/29/337/2135930/petinggi-gerindra-jawab-cuitan-soal-lgbt</guid><pubDate>Jum'at 29 November 2019 13:22 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/29/337/2135930/petinggi-gerindra-jawab-cuitan-soal-lgbt-HJLjm0ka9r.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Sufmi Dasco Ahmad (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/29/337/2135930/petinggi-gerindra-jawab-cuitan-soal-lgbt-HJLjm0ka9r.JPG</image><title>Sufmi Dasco Ahmad (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Akun twitter partai Gerindra ramai menjadi perbincangan usai  melakukan penolakan terhadap Kejagung RI yang tidak menerima peserta CPNS dengan irientasi LGBT.
Terkait hal itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan soal cuitan tersebut. Bahwa sebenarnya dimaksudkan untuk mengingatkan bahwa semua pihak mempunyai hak yang sama di muka hukum. Akan tetapi, dalam praktiknya terjadi kesalapahaman karena cuitan dari admin yang tidak spesifik.
&amp;ldquo;Nah adapun soal cuitan twitter tersebut karena mereka kurang spesifik menyampaikan tweet dan maksud dan tujuan sehingga mendapatkan persepsi yang salah,&amp;rdquo; kata Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (29/11/2019).

Baca Juga: Gerindra: Prabowo Dapat Info Pilihan Politik Ani Yudhoyono dari SBY
Gerindra sendiri, lanjut Dasco, menolak segala bentuk perilaku LGBT. Namun dia harus mengakui pengurus Partai Gerindra kurang mengkontrol akun media sosial partai hingga mengakibatkan kesalahan pahaman seperti kasus LBGT tersebut.
&amp;ldquo;Adalah kesalahan kami sebagai pimpinan yang karena kesibukan sehari-hari kadang kami kurang kontrol terutama saya kurang kontrol dan kami akan perbaiki di kemudian hari supaya semua lebih terkendali dan kemudian tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,&amp;rdquo; papar Dasco.Ataupun cuitan resmi Partai Gerindra di jejaring sosial menyampaikan  sikap partainya yang tidak setuju dengan penolakan Kejaksaan Agung  terhadap CPNS dengan orientasi seksual LGBT yang tertulis sebagai salah  satu syarat pelamar.
Menurut cuitan akun twitter partai Gerindra,  kaum LGBT berhak mendapat perlakuan yang sama sebagai warga negara,  lantaran mereka dinilai tidak memperoleh hak untuk mengekpose dan  mengembangkan perilakunya. Penolakan yang dilakukan terhadap kaum LGBT  juga dinilai melanggar nilai Pancasila.
Cuitan tersebut pun  memancing reaksi warganet. Tak sedikit dari mereka yang menilai Partai  Gerindra justru mendukung LGBT hingga ada yang meragukan cuitan yang  dibagikan salah ketik.</description><content:encoded>JAKARTA - Akun twitter partai Gerindra ramai menjadi perbincangan usai  melakukan penolakan terhadap Kejagung RI yang tidak menerima peserta CPNS dengan irientasi LGBT.
Terkait hal itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan soal cuitan tersebut. Bahwa sebenarnya dimaksudkan untuk mengingatkan bahwa semua pihak mempunyai hak yang sama di muka hukum. Akan tetapi, dalam praktiknya terjadi kesalapahaman karena cuitan dari admin yang tidak spesifik.
&amp;ldquo;Nah adapun soal cuitan twitter tersebut karena mereka kurang spesifik menyampaikan tweet dan maksud dan tujuan sehingga mendapatkan persepsi yang salah,&amp;rdquo; kata Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (29/11/2019).

Baca Juga: Gerindra: Prabowo Dapat Info Pilihan Politik Ani Yudhoyono dari SBY
Gerindra sendiri, lanjut Dasco, menolak segala bentuk perilaku LGBT. Namun dia harus mengakui pengurus Partai Gerindra kurang mengkontrol akun media sosial partai hingga mengakibatkan kesalahan pahaman seperti kasus LBGT tersebut.
&amp;ldquo;Adalah kesalahan kami sebagai pimpinan yang karena kesibukan sehari-hari kadang kami kurang kontrol terutama saya kurang kontrol dan kami akan perbaiki di kemudian hari supaya semua lebih terkendali dan kemudian tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,&amp;rdquo; papar Dasco.Ataupun cuitan resmi Partai Gerindra di jejaring sosial menyampaikan  sikap partainya yang tidak setuju dengan penolakan Kejaksaan Agung  terhadap CPNS dengan orientasi seksual LGBT yang tertulis sebagai salah  satu syarat pelamar.
Menurut cuitan akun twitter partai Gerindra,  kaum LGBT berhak mendapat perlakuan yang sama sebagai warga negara,  lantaran mereka dinilai tidak memperoleh hak untuk mengekpose dan  mengembangkan perilakunya. Penolakan yang dilakukan terhadap kaum LGBT  juga dinilai melanggar nilai Pancasila.
Cuitan tersebut pun  memancing reaksi warganet. Tak sedikit dari mereka yang menilai Partai  Gerindra justru mendukung LGBT hingga ada yang meragukan cuitan yang  dibagikan salah ketik.</content:encoded></item></channel></rss>
