<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Evakuasi Jenazah Hakim PN Medan ke RS Bhayangkara</title><description>Setelah dievakuasi, jenazahnya dibawa ke Instalasi Jenazah RS Bhayangkara Medan untuk kepentingan penyelidikan polisi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/29/608/2136234/polisi-evakuasi-jenazah-hakim-pn-medan-ke-rs-bhayangkara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/29/608/2136234/polisi-evakuasi-jenazah-hakim-pn-medan-ke-rs-bhayangkara"/><item><title>Polisi Evakuasi Jenazah Hakim PN Medan ke RS Bhayangkara</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/29/608/2136234/polisi-evakuasi-jenazah-hakim-pn-medan-ke-rs-bhayangkara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/29/608/2136234/polisi-evakuasi-jenazah-hakim-pn-medan-ke-rs-bhayangkara</guid><pubDate>Jum'at 29 November 2019 23:38 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyudi Aulia Siregar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/29/608/2136234/polisi-evakuasi-jenazah-hakim-pn-medan-ke-rs-bhayangkara-HNQw8KgFhS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/29/608/2136234/polisi-evakuasi-jenazah-hakim-pn-medan-ke-rs-bhayangkara-HNQw8KgFhS.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Ist)</title></images><description>MEDAN &amp;ndash; Polisi sudah mengevakuasi jenazah Jamaluddin (55), hakim dan pejabat Humas Pengadilan Negeri Medan, dari mobil yang dibuang ke dasar jurang di Dusun II Namo Bintang, Desa Sukarame, Kecamatan Kutalimbaru, Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (29/11/2019) siang.

Setelah dievakuasi, jenazahnya dibawa ke Instalasi Jenazah RS Bhayangkara Medan untuk kepentingan penyelidikan polisi. Hingga pukul 21.00 WIB, proses autopsi masih berlangsung.

Situasi di instalasi jenazah RS Bhayangkara Medan pun mulai dipadati keluarga dan kerabat almarhum. Sejumlah kolega almarhum di Pengadilan Negeri Medan juga tampak hadir.

&amp;ldquo;Ini masih berlangsung (autopsi). Ada beberapa orang tim foreksik tadi yang bekerja,&amp;rdquo; kata Kapolsek Kutalimbaru, Bilter Sitanggang yang mendampingi proses autopsi tersebut.

Baca Juga:&amp;nbsp;Hakim PN Medan Ditemukan Tewas Terikat di Mobil yang Dibuang ke Jurang&amp;nbsp;
Bilter menyebutkan, telah memulai penyelidikan kasus tersebut. Langkah awal yang sudah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi penemuan mayat dan memeriksa sejumlah saksi.

&amp;ldquo;Kita mulai penyelidikan dari lokasi penemuan mayat korban. Dugaan sementara korban dibunuh,&amp;rdquo; ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Jamaluddin ditemukan tewas dengan posisi tangan terikat di dalam mobil Toyota Land C ruiser warna hitam bernomor polisi BK 77 HD. Mobil tersebut ditemukan perkebunan sawit milik warga, yang di atasnya terdapat tebing jurang setinggi 30 meter.

Warga sekitar lokasi awalnya menduga korban merupakan korban kecelakaan lalu lintas. Itu karena kondisi jalan di sekitar lokasi kejadian memang licin dan berbukit. Ditambah lagi bagian depan mobil korban ringsek karena diduga sempat menabrak batang pohon sawit warga.
Baca Juga:&amp;nbsp;Tak Terima Dilerai, Anggota Polisi dan 2 Warga Tewas Ditikam Penjudi&amp;nbsp;
Namun, setelah melihat kondisi korban berada di barisan tengah mobil dengan posisi telentang di lantai mobil, warga menduga korban tewas akibat pembunuhan. Apalagi, polisi juga menemukan tangan tersangka terikat dan kondisi tubuh tersangka sudah membiru.
</description><content:encoded>MEDAN &amp;ndash; Polisi sudah mengevakuasi jenazah Jamaluddin (55), hakim dan pejabat Humas Pengadilan Negeri Medan, dari mobil yang dibuang ke dasar jurang di Dusun II Namo Bintang, Desa Sukarame, Kecamatan Kutalimbaru, Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (29/11/2019) siang.

Setelah dievakuasi, jenazahnya dibawa ke Instalasi Jenazah RS Bhayangkara Medan untuk kepentingan penyelidikan polisi. Hingga pukul 21.00 WIB, proses autopsi masih berlangsung.

Situasi di instalasi jenazah RS Bhayangkara Medan pun mulai dipadati keluarga dan kerabat almarhum. Sejumlah kolega almarhum di Pengadilan Negeri Medan juga tampak hadir.

&amp;ldquo;Ini masih berlangsung (autopsi). Ada beberapa orang tim foreksik tadi yang bekerja,&amp;rdquo; kata Kapolsek Kutalimbaru, Bilter Sitanggang yang mendampingi proses autopsi tersebut.

Baca Juga:&amp;nbsp;Hakim PN Medan Ditemukan Tewas Terikat di Mobil yang Dibuang ke Jurang&amp;nbsp;
Bilter menyebutkan, telah memulai penyelidikan kasus tersebut. Langkah awal yang sudah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi penemuan mayat dan memeriksa sejumlah saksi.

&amp;ldquo;Kita mulai penyelidikan dari lokasi penemuan mayat korban. Dugaan sementara korban dibunuh,&amp;rdquo; ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Jamaluddin ditemukan tewas dengan posisi tangan terikat di dalam mobil Toyota Land C ruiser warna hitam bernomor polisi BK 77 HD. Mobil tersebut ditemukan perkebunan sawit milik warga, yang di atasnya terdapat tebing jurang setinggi 30 meter.

Warga sekitar lokasi awalnya menduga korban merupakan korban kecelakaan lalu lintas. Itu karena kondisi jalan di sekitar lokasi kejadian memang licin dan berbukit. Ditambah lagi bagian depan mobil korban ringsek karena diduga sempat menabrak batang pohon sawit warga.
Baca Juga:&amp;nbsp;Tak Terima Dilerai, Anggota Polisi dan 2 Warga Tewas Ditikam Penjudi&amp;nbsp;
Namun, setelah melihat kondisi korban berada di barisan tengah mobil dengan posisi telentang di lantai mobil, warga menduga korban tewas akibat pembunuhan. Apalagi, polisi juga menemukan tangan tersangka terikat dan kondisi tubuh tersangka sudah membiru.
</content:encoded></item></channel></rss>
