<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Skema Insentif Buat Guru Honorer di Tangerang Sejahtera, Bisa Ditiru Daerah Lain</title><description>Profesi guru dikenal dengan profesi dengan penghasilan minim. Namun, hal tersebut bukan lagi menjadi soal bagi guru di Kota Tangerang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/30/337/2136157/skema-insentif-buat-guru-honorer-di-tangerang-sejahtera-bisa-ditiru-daerah-lain</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/30/337/2136157/skema-insentif-buat-guru-honorer-di-tangerang-sejahtera-bisa-ditiru-daerah-lain"/><item><title>Skema Insentif Buat Guru Honorer di Tangerang Sejahtera, Bisa Ditiru Daerah Lain</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/30/337/2136157/skema-insentif-buat-guru-honorer-di-tangerang-sejahtera-bisa-ditiru-daerah-lain</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/30/337/2136157/skema-insentif-buat-guru-honorer-di-tangerang-sejahtera-bisa-ditiru-daerah-lain</guid><pubDate>Sabtu 30 November 2019 11:31 WIB</pubDate><dc:creator>Isty Maulidya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/29/337/2136157/skema-insentif-buat-guru-honorer-di-tangerang-sejahtera-bisa-ditiru-daerah-lain-mvNObcrHV4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Guru honorer di Tangerang (Foto: Okezone/Isty)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/29/337/2136157/skema-insentif-buat-guru-honorer-di-tangerang-sejahtera-bisa-ditiru-daerah-lain-mvNObcrHV4.jpg</image><title>Guru honorer di Tangerang (Foto: Okezone/Isty)</title></images><description>TANGERANG - Profesi guru dikenal dengan profesi dengan penghasilan minim. Namun, hal tersebut bukan lagi menjadi soal bagi guru di Kota Tangerang. Bahkan, guru honorer di kota yang disebut kota Benteng itu mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Guru honorer kota Tangerang pun diklaim sejahtera.

Suci Lestari, guru di salah satu SMP swasta di Kota Tangerang menuturkan penghasilannya perbulan hanya 1 juta rupiah. Namun, pemerintah Kota Tangerang memberikan insentif kepada guru honorer di tingkat TK, SD, dan SMP yang turun tiga bulan sekali. Nominal tersebut memang belum setara dengan UMK Kota Tangerang, namun Suci mengungkapkan dibanding daerah lain kota Tangerang lebih memperhatikan nasib guru honorer.

&quot;Kalau saya baru terima insentif dari pemkot. Nominalnya sekarang Rp 1,9 juta. Denger-denger sih tahun depan bakal naik, tapi gak tau juga&quot; jelasnya.



Senada dengan Suci, Yenita salah satu guru TK di Tangerang mengatakan insentif guru diberikan kepada setiap guru honorer yang mengajar di Kota Tangerang dengan syarat masa aktif mengajar selama 1 tahun. Yenita juga mengungkapkan bahwa pemberian insentif tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2009.

&quot;Gaji saya di TK tidak mencapai 1 juta. Kalau swasta kan masih digaji sama sekolah, tapi dari pemkot ada insentif tiap tiga bulan sekali. Nominalnya selalu naik tiap tahun. Awal saya dapat insentif itu dulu Rp 1,5 juta sekarang sudah hampir Rp 2 juta&quot; ujarnya.

Selain Yenita, Syarifah salah satu guru honorer di salah satu SD negeri di Kota Tangerang juga menuturkan pencairan gaji dan insentif bagi guru honorer di kota Tangerang terbilang cepat. Syarifah mengungkapkan selama ini dirinya belum pernah terlambat menerima gaji dan juga insentif. Bahkan jika insentif guru turun di bulan yang berbarengan dengan libur hari raya ataupun liburan semester, biasanya akan turum diawal waktu sebelum libur tiba.

&quot;Kalau saya merasa pencairan insentifnya cepat. Paling terlambat  biasanya di awal tahun karena pengajuan baru, untuk selanjutnya cepat.  Bahkan kalau mau lebaran cairnya lebih cepat. Kalau gaji memang tidak  bisa dibilang cepat, tapi tidak sampai menunggak berbulan-bulan&quot; jelas  Syarifah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Okezone, pemerintah kota  Tangerang mengeluarkan dana sebesar Rp 171 milyar untuk insentif guru.  Hal tersebut merupakan wujud fari keseriusan pemerintah kota Tangerang  terhadap guru, khususnya guru honorer.

Hal tersebut dibenarkan oleh Jamaludin, selaku ketua Persatuan Guru  Republik Indonesia (PGRI) Kota Tangerang. Jamaludin menuturkan  pemerintah kota Tangerang menggelontorkan dana tersebut hanya  diperuntukan khusus tunjangan guru. Angka tersebut merupakan gabungan  dari dana untuk guru SD dan guru SMP di wilayah kota Tangerang.



&quot;Tahun ini guru SD mendapatkan tunjangan SD itu minimal Rp 3,2 juta  perbulannya, dan untuk SMP minimal Rp 3,8 juta. Artinya uang yang  digulirkan Pemerintah Kota Tangerang di sektor pendidikan sangat  banyak,&quot; terang Jamaluddin.

Jamaluddin berharap para guru juga dapat lebih meningkatkan kualitas  dan mutu pendidikan dikota tangerang, sehingga angka yang dikeluarkan  dapat sebanding dengan kualitas yang dibutuhkan.

&quot;Ini menjadi tantangan buat para guru yang ada dikota tangerang agar  bagaimana meningkatkan kualitas dalam mengajar,bagaimana anak-anak kita  menjadi anak yang berkualitas berkarakter dan menjadi anak yang berguna  bagi bangsa dan negara&quot; harapnya.

Tak hanya itu, dirinua juga berharap agar langkah yang dilakukan oleh  Pemkot Tangerang dapat diikuti oleh pemerintah daerah lainnya. Dirinya  mengaku sering mendengar cerita dari guru di daerah lain yang kurang  mendapat perhatian. Sehingga guru kesulitan dalam memaksimalkan  pengajaran.

&quot;Semoga ini bisa ditiru oleh daerah lain, karena baru-baru ini banyak  yang cerita guru hanya menerima dari uang yang namanya uang Bos saja  dan dari sekolah tidak ada tunjangan lain, tapi di kota Tangerang  pemerintah begitu maksimal memperhatikan guru dengan insentif dan  lainnya,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>TANGERANG - Profesi guru dikenal dengan profesi dengan penghasilan minim. Namun, hal tersebut bukan lagi menjadi soal bagi guru di Kota Tangerang. Bahkan, guru honorer di kota yang disebut kota Benteng itu mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Guru honorer kota Tangerang pun diklaim sejahtera.

Suci Lestari, guru di salah satu SMP swasta di Kota Tangerang menuturkan penghasilannya perbulan hanya 1 juta rupiah. Namun, pemerintah Kota Tangerang memberikan insentif kepada guru honorer di tingkat TK, SD, dan SMP yang turun tiga bulan sekali. Nominal tersebut memang belum setara dengan UMK Kota Tangerang, namun Suci mengungkapkan dibanding daerah lain kota Tangerang lebih memperhatikan nasib guru honorer.

&quot;Kalau saya baru terima insentif dari pemkot. Nominalnya sekarang Rp 1,9 juta. Denger-denger sih tahun depan bakal naik, tapi gak tau juga&quot; jelasnya.



Senada dengan Suci, Yenita salah satu guru TK di Tangerang mengatakan insentif guru diberikan kepada setiap guru honorer yang mengajar di Kota Tangerang dengan syarat masa aktif mengajar selama 1 tahun. Yenita juga mengungkapkan bahwa pemberian insentif tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2009.

&quot;Gaji saya di TK tidak mencapai 1 juta. Kalau swasta kan masih digaji sama sekolah, tapi dari pemkot ada insentif tiap tiga bulan sekali. Nominalnya selalu naik tiap tahun. Awal saya dapat insentif itu dulu Rp 1,5 juta sekarang sudah hampir Rp 2 juta&quot; ujarnya.

Selain Yenita, Syarifah salah satu guru honorer di salah satu SD negeri di Kota Tangerang juga menuturkan pencairan gaji dan insentif bagi guru honorer di kota Tangerang terbilang cepat. Syarifah mengungkapkan selama ini dirinya belum pernah terlambat menerima gaji dan juga insentif. Bahkan jika insentif guru turun di bulan yang berbarengan dengan libur hari raya ataupun liburan semester, biasanya akan turum diawal waktu sebelum libur tiba.

&quot;Kalau saya merasa pencairan insentifnya cepat. Paling terlambat  biasanya di awal tahun karena pengajuan baru, untuk selanjutnya cepat.  Bahkan kalau mau lebaran cairnya lebih cepat. Kalau gaji memang tidak  bisa dibilang cepat, tapi tidak sampai menunggak berbulan-bulan&quot; jelas  Syarifah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Okezone, pemerintah kota  Tangerang mengeluarkan dana sebesar Rp 171 milyar untuk insentif guru.  Hal tersebut merupakan wujud fari keseriusan pemerintah kota Tangerang  terhadap guru, khususnya guru honorer.

Hal tersebut dibenarkan oleh Jamaludin, selaku ketua Persatuan Guru  Republik Indonesia (PGRI) Kota Tangerang. Jamaludin menuturkan  pemerintah kota Tangerang menggelontorkan dana tersebut hanya  diperuntukan khusus tunjangan guru. Angka tersebut merupakan gabungan  dari dana untuk guru SD dan guru SMP di wilayah kota Tangerang.



&quot;Tahun ini guru SD mendapatkan tunjangan SD itu minimal Rp 3,2 juta  perbulannya, dan untuk SMP minimal Rp 3,8 juta. Artinya uang yang  digulirkan Pemerintah Kota Tangerang di sektor pendidikan sangat  banyak,&quot; terang Jamaluddin.

Jamaluddin berharap para guru juga dapat lebih meningkatkan kualitas  dan mutu pendidikan dikota tangerang, sehingga angka yang dikeluarkan  dapat sebanding dengan kualitas yang dibutuhkan.

&quot;Ini menjadi tantangan buat para guru yang ada dikota tangerang agar  bagaimana meningkatkan kualitas dalam mengajar,bagaimana anak-anak kita  menjadi anak yang berkualitas berkarakter dan menjadi anak yang berguna  bagi bangsa dan negara&quot; harapnya.

Tak hanya itu, dirinua juga berharap agar langkah yang dilakukan oleh  Pemkot Tangerang dapat diikuti oleh pemerintah daerah lainnya. Dirinya  mengaku sering mendengar cerita dari guru di daerah lain yang kurang  mendapat perhatian. Sehingga guru kesulitan dalam memaksimalkan  pengajaran.

&quot;Semoga ini bisa ditiru oleh daerah lain, karena baru-baru ini banyak  yang cerita guru hanya menerima dari uang yang namanya uang Bos saja  dan dari sekolah tidak ada tunjangan lain, tapi di kota Tangerang  pemerintah begitu maksimal memperhatikan guru dengan insentif dan  lainnya,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
