<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Airlangga Diharapkan Bersikap Demokratis agar Golkar Tak Rawan Pecah</title><description>Airlangga diharapkan dapat melaksanakan Munas secara demokratis, terbuka dan menjauhkan intervensi eksekutif dalam pemilihan ketum Golkar</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/01/337/2136548/airlangga-diharapkan-bersikap-demokratis-agar-golkar-tak-rawan-pecah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/12/01/337/2136548/airlangga-diharapkan-bersikap-demokratis-agar-golkar-tak-rawan-pecah"/><item><title>Airlangga Diharapkan Bersikap Demokratis agar Golkar Tak Rawan Pecah</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/01/337/2136548/airlangga-diharapkan-bersikap-demokratis-agar-golkar-tak-rawan-pecah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/12/01/337/2136548/airlangga-diharapkan-bersikap-demokratis-agar-golkar-tak-rawan-pecah</guid><pubDate>Minggu 01 Desember 2019 09:44 WIB</pubDate><dc:creator>Sarah Hutagaol</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/01/337/2136548/airlangga-diharapkan-bersikap-demokratis-agar-golkar-tak-rawan-pecah-cM4GVwnyk9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Umum Partai Golkar Airlangga (Foto: Fakhrizal/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/01/337/2136548/airlangga-diharapkan-bersikap-demokratis-agar-golkar-tak-rawan-pecah-cM4GVwnyk9.jpg</image><title>Ketua Umum Partai Golkar Airlangga (Foto: Fakhrizal/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Jelang pemilihan ketua umum Partai Golkar yang rencananya akan ditentukan dalam Musyawarah Nasional (Munas) mendatang, kepemimpinan Airlangga Hartarto saat ini diharapkan tidak bersifat otoriter.
Hal tersebut disampaikan oleh Pengamat politik Ari Nurcahyo. Ia mengatakan bahwa sifat otoriter itu rawan membuat partai yang berlambang pohon beringin ini terpecah jelang pemilihan ketua umum.
&quot;Jadi otoriter inkumben ini sebenarnya akan menjerumuskan Partai Golkar pada perpecahan. Itu (Airlangga) sebenarnya harus berbesar hati bahwa mekanisme demokrasi harus dilaksanakan,&quot; kata Ari saat dihubungi lewat sambungan telepon, Sabtu (30/11/2019).

Baca Juga: Menerka Peluang Airlangga dan Bamsoet Jelang Munas Golkar
Direktur Eksekutif PARA Syndicate ini berharap Airlangga dapat melaksanakan Munas secara demokratis, terbuka dan menjauhkan intervensi eksekutif terlibat dalam pemilihan ketua umum Partai Golkar.
Lebih lanjut, ia tidak ingin Partai Golkar sebagai partai terbesar kedua saat ini, partai tua dan modern, menggadaikan nama besarnya untuk ambisi seseorang.
&quot;Sebenarnya cara-cara tidak demokratis itu mempertaruhkan masa depan Golkar. Partai yang paling siap melakukan modernisasi partai, tapi tidak siap dengan demokrasi. Itu kan ironis,&quot; ungkapnya.Selain itu, Ari juga mengingatkan bahwa konsolidasi politik Presiden  Jokowi yang susah payah dibangun selama ini bisa saja pupus, apabila  Golkar terpecah. Dikhawatirkan akan eksodus dari partai tersebut menjadi  oposisi Presiden Jokowi.
&quot;Konstruksi ini kan kalau sampai  terpecah pasti merugikan Pak Jokowi. Pak Jokowi sendiri bilang kalau  Golkar kenapa-kenapa, ya, pemerintah yang rugi, Pak Jokowi yang rugi.  Konsolidasi politik yang dilakukan Pak Jokowi menjadi sia-sia,&quot; tegas  Ari.
Sebelumnya, politikus Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa  memprotes syarat pendaftaran calon ketua umum Golkar dengan menyertakan  dukungan 30 persen dari dewan pimpinan daerah (DPD) pemilik suara.
Menurut,  Airlangga Hartarto menggunakan cara-cara tak demokratis demi  mempertahankan diri menjadi ketua umum Partai Golkar. Seperti mewajibkan  para pendaftar caketum mengantongi dukungan 30 persen dari DPD.</description><content:encoded>JAKARTA - Jelang pemilihan ketua umum Partai Golkar yang rencananya akan ditentukan dalam Musyawarah Nasional (Munas) mendatang, kepemimpinan Airlangga Hartarto saat ini diharapkan tidak bersifat otoriter.
Hal tersebut disampaikan oleh Pengamat politik Ari Nurcahyo. Ia mengatakan bahwa sifat otoriter itu rawan membuat partai yang berlambang pohon beringin ini terpecah jelang pemilihan ketua umum.
&quot;Jadi otoriter inkumben ini sebenarnya akan menjerumuskan Partai Golkar pada perpecahan. Itu (Airlangga) sebenarnya harus berbesar hati bahwa mekanisme demokrasi harus dilaksanakan,&quot; kata Ari saat dihubungi lewat sambungan telepon, Sabtu (30/11/2019).

Baca Juga: Menerka Peluang Airlangga dan Bamsoet Jelang Munas Golkar
Direktur Eksekutif PARA Syndicate ini berharap Airlangga dapat melaksanakan Munas secara demokratis, terbuka dan menjauhkan intervensi eksekutif terlibat dalam pemilihan ketua umum Partai Golkar.
Lebih lanjut, ia tidak ingin Partai Golkar sebagai partai terbesar kedua saat ini, partai tua dan modern, menggadaikan nama besarnya untuk ambisi seseorang.
&quot;Sebenarnya cara-cara tidak demokratis itu mempertaruhkan masa depan Golkar. Partai yang paling siap melakukan modernisasi partai, tapi tidak siap dengan demokrasi. Itu kan ironis,&quot; ungkapnya.Selain itu, Ari juga mengingatkan bahwa konsolidasi politik Presiden  Jokowi yang susah payah dibangun selama ini bisa saja pupus, apabila  Golkar terpecah. Dikhawatirkan akan eksodus dari partai tersebut menjadi  oposisi Presiden Jokowi.
&quot;Konstruksi ini kan kalau sampai  terpecah pasti merugikan Pak Jokowi. Pak Jokowi sendiri bilang kalau  Golkar kenapa-kenapa, ya, pemerintah yang rugi, Pak Jokowi yang rugi.  Konsolidasi politik yang dilakukan Pak Jokowi menjadi sia-sia,&quot; tegas  Ari.
Sebelumnya, politikus Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa  memprotes syarat pendaftaran calon ketua umum Golkar dengan menyertakan  dukungan 30 persen dari dewan pimpinan daerah (DPD) pemilik suara.
Menurut,  Airlangga Hartarto menggunakan cara-cara tak demokratis demi  mempertahankan diri menjadi ketua umum Partai Golkar. Seperti mewajibkan  para pendaftar caketum mengantongi dukungan 30 persen dari DPD.</content:encoded></item></channel></rss>
