<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Duet Prabowo-Trenggono Dinilai Makin Kompak Kawal Pertahanan Negara</title><description>Publik merespons beragam ada yang pro dan juga kontra terkait dipilihnya duet Prabowo-Trenggono untuk mengawal pertahanan negara</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/01/337/2136579/duet-prabowo-trenggono-dinilai-makin-kompak-kawal-pertahanan-negara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/12/01/337/2136579/duet-prabowo-trenggono-dinilai-makin-kompak-kawal-pertahanan-negara"/><item><title>Duet Prabowo-Trenggono Dinilai Makin Kompak Kawal Pertahanan Negara</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/01/337/2136579/duet-prabowo-trenggono-dinilai-makin-kompak-kawal-pertahanan-negara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/12/01/337/2136579/duet-prabowo-trenggono-dinilai-makin-kompak-kawal-pertahanan-negara</guid><pubDate>Minggu 01 Desember 2019 12:48 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/01/337/2136579/duet-prabowo-trenggono-dinilai-makin-kompak-kawal-pertahanan-negara-hbMSP0CNH7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menhan Prabowo Subianto (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/01/337/2136579/duet-prabowo-trenggono-dinilai-makin-kompak-kawal-pertahanan-negara-hbMSP0CNH7.jpg</image><title>Menhan Prabowo Subianto (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Kabinet Indonesia Maju resmi dilantik ada Rabu 23 Oktober 2019, di Istana Merdeka, Jakarta.&amp;nbsp;Salah satu menteri pilihan Presiden Joko Widodo yang mengejutkan publik adalah  Prabowo Subianto.
Prabowo ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan dengan didampingi seorang wakil menteri Pertahanan (Wamenhan) yang juga orang kepercayaan Jokowi yakni Sakti Wahyu Trenggono.
Publik merespons beragam ada yang pro dan juga kontra terkait dipilihnya duet Prabowo-Trenggono untuk mengawal pertahanan negara. Kedua pasangan ini pun terlihat bekerja keras sebulan terakhir untuk menunjukkan kapasitasnya menjaga dan mengelola pertahanan negara.
Direktur Eksekutif Periskop Data, Muhamad Yusuf Kosim menyatakan, dalam sebulan terakhir Prabowo Subianto menjawab segala keraguan publik. Dia terlihat fokus membenahi internalnya, mulai birokrasi, daya serap anggaran dan proses pengadaan alutsista strategis.
&quot;Kalau kita lihat kerja duet Menhan Prabowo dan Trenggono, nampak sedang fokus membenahi internal Kemhan dengan segala tugas dan fungsinya. Mereka berdua memahami betul visi Presiden Joko Widodo yang ingin memajukan industri pertahanan,&quot; ujar Yuko, Minggu (1/12/2019).

Baca Juga: Heboh Isu Jokowi Bakal Pecat Prabowo
Ddalam beberapa kesempatan Presiden Jokowi menyampaikan, Menhan harus dapat memanfaatkan anggaran belanja di bidang pertahanan. Secara khusus Jokowi menekankan tentang pentingnya membangun industri alutsista dalam negeri yang memenuhi essential force yang ditargetkan pemerintah.
Jokowi juga meminta Prabowo yang didampingi soerang profesional di bidang bisnis dapat mengembangkan industri pertahanan dari hulu ke hilir.Instruksi Jokowi dijalankan, Prabowo-Trenggono dengan berkunjung ke  PT Pindad, PT PAL Indonesia dan juga PT Dirgantara Indonesia (PT DI).  Kunjungan keduanya untuk memenuhi target kebutuhan Kapal Selam, jet dan  juga persenjataan.
&quot;Prabowo dalam kesempatan kunjungan kerjanya  fokus mendengar karena ingin belajar dan mengetahui kondisi pertahanan  secara detail,&quot; tandasnya.
Yuko -sapaan akrabnya- menilai, walau secara eksplisit keduanya tak mengumumkan pembagian tugas tetapi melihat pergerakan pasangan tersebut terlihat saling mengisi sebagai kesatuan dwitunggal di Kemhan.
&quot;Prabowo terlihat piawai soal alutsista, isu politik internasional, geopolitik, serta physical weapons. Sementara Trenggono fokus memajukan industri pertahanan, membangun kedaulatan siber, ketahanan pangan, energi, kesehatan, dan sistem teknologi informasi. Keduanya benar-benar kombinasi yang ideal untuk menjaga pertahanan nasional,&quot; pungkasnya.Lulusan Magister Politik  Universitas Indonesia ini juga  mengapresiasi langkah Prabowo yang akan  melakukan pembenahan di Komite  Kebijakan Industri Pertahan (KKIP.  Kebijakan itu, kata Yuko, positif  untuk menterjemahkan visi Jokowi dalam  menjalankan sistem anggaran  pertahanan yang efektif, efisien dan bebas  korupsi.
&quot;Menhan juga lagi mau memperbaharui pengurus KKIP, ini  bagus untuk  membenahi kebijakan industri pertahanan dalam negeri,&quot;  pungkasnya.
Sementara itu, wacana Prabowo yang ingin membentuk komponen cadangan sebenarnya bukan hal baru karena sudah dimandatkan di UU Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN).
&quot;Komcad sudah ada di UU PSDN yang disahkan pemerintah, tinggal dijalankan saja,&quot; katanya.
Selama jadi Menhan, Prabowo juga sudah bertemu dengan beberapa duta besar negara mitra strategis Indonesia. Sebut saja Dubes Amerika Serikat, Dubes Arab Saudi, India dan juga Uni Eropa.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Kabinet Indonesia Maju resmi dilantik ada Rabu 23 Oktober 2019, di Istana Merdeka, Jakarta.&amp;nbsp;Salah satu menteri pilihan Presiden Joko Widodo yang mengejutkan publik adalah  Prabowo Subianto.
Prabowo ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan dengan didampingi seorang wakil menteri Pertahanan (Wamenhan) yang juga orang kepercayaan Jokowi yakni Sakti Wahyu Trenggono.
Publik merespons beragam ada yang pro dan juga kontra terkait dipilihnya duet Prabowo-Trenggono untuk mengawal pertahanan negara. Kedua pasangan ini pun terlihat bekerja keras sebulan terakhir untuk menunjukkan kapasitasnya menjaga dan mengelola pertahanan negara.
Direktur Eksekutif Periskop Data, Muhamad Yusuf Kosim menyatakan, dalam sebulan terakhir Prabowo Subianto menjawab segala keraguan publik. Dia terlihat fokus membenahi internalnya, mulai birokrasi, daya serap anggaran dan proses pengadaan alutsista strategis.
&quot;Kalau kita lihat kerja duet Menhan Prabowo dan Trenggono, nampak sedang fokus membenahi internal Kemhan dengan segala tugas dan fungsinya. Mereka berdua memahami betul visi Presiden Joko Widodo yang ingin memajukan industri pertahanan,&quot; ujar Yuko, Minggu (1/12/2019).

Baca Juga: Heboh Isu Jokowi Bakal Pecat Prabowo
Ddalam beberapa kesempatan Presiden Jokowi menyampaikan, Menhan harus dapat memanfaatkan anggaran belanja di bidang pertahanan. Secara khusus Jokowi menekankan tentang pentingnya membangun industri alutsista dalam negeri yang memenuhi essential force yang ditargetkan pemerintah.
Jokowi juga meminta Prabowo yang didampingi soerang profesional di bidang bisnis dapat mengembangkan industri pertahanan dari hulu ke hilir.Instruksi Jokowi dijalankan, Prabowo-Trenggono dengan berkunjung ke  PT Pindad, PT PAL Indonesia dan juga PT Dirgantara Indonesia (PT DI).  Kunjungan keduanya untuk memenuhi target kebutuhan Kapal Selam, jet dan  juga persenjataan.
&quot;Prabowo dalam kesempatan kunjungan kerjanya  fokus mendengar karena ingin belajar dan mengetahui kondisi pertahanan  secara detail,&quot; tandasnya.
Yuko -sapaan akrabnya- menilai, walau secara eksplisit keduanya tak mengumumkan pembagian tugas tetapi melihat pergerakan pasangan tersebut terlihat saling mengisi sebagai kesatuan dwitunggal di Kemhan.
&quot;Prabowo terlihat piawai soal alutsista, isu politik internasional, geopolitik, serta physical weapons. Sementara Trenggono fokus memajukan industri pertahanan, membangun kedaulatan siber, ketahanan pangan, energi, kesehatan, dan sistem teknologi informasi. Keduanya benar-benar kombinasi yang ideal untuk menjaga pertahanan nasional,&quot; pungkasnya.Lulusan Magister Politik  Universitas Indonesia ini juga  mengapresiasi langkah Prabowo yang akan  melakukan pembenahan di Komite  Kebijakan Industri Pertahan (KKIP.  Kebijakan itu, kata Yuko, positif  untuk menterjemahkan visi Jokowi dalam  menjalankan sistem anggaran  pertahanan yang efektif, efisien dan bebas  korupsi.
&quot;Menhan juga lagi mau memperbaharui pengurus KKIP, ini  bagus untuk  membenahi kebijakan industri pertahanan dalam negeri,&quot;  pungkasnya.
Sementara itu, wacana Prabowo yang ingin membentuk komponen cadangan sebenarnya bukan hal baru karena sudah dimandatkan di UU Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN).
&quot;Komcad sudah ada di UU PSDN yang disahkan pemerintah, tinggal dijalankan saja,&quot; katanya.
Selama jadi Menhan, Prabowo juga sudah bertemu dengan beberapa duta besar negara mitra strategis Indonesia. Sebut saja Dubes Amerika Serikat, Dubes Arab Saudi, India dan juga Uni Eropa.</content:encoded></item></channel></rss>
