<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kubu Bamsoet Ancam Gelar Munas Tandingan, Loyalis Airlangga: Jangan Halusinasi</title><description>Ace menilai kubu Bamsoet tidak memiliki niat untuk menjadikan Munas Golkar saat ini sebagai ajang menyatukan diri dan menjaga soliditas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/01/337/2136643/kubu-bamsoet-ancam-gelar-munas-tandingan-loyalis-airlangga-jangan-halusinasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/12/01/337/2136643/kubu-bamsoet-ancam-gelar-munas-tandingan-loyalis-airlangga-jangan-halusinasi"/><item><title>Kubu Bamsoet Ancam Gelar Munas Tandingan, Loyalis Airlangga: Jangan Halusinasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/01/337/2136643/kubu-bamsoet-ancam-gelar-munas-tandingan-loyalis-airlangga-jangan-halusinasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/12/01/337/2136643/kubu-bamsoet-ancam-gelar-munas-tandingan-loyalis-airlangga-jangan-halusinasi</guid><pubDate>Minggu 01 Desember 2019 19:17 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/01/337/2136643/kubu-bamsoet-ancam-gelar-munas-tandingan-loyalis-airlangga-jangan-halusinasi-QiZJgz5ury.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily. (Foto : Okezone.com/Muhamad Rizky)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/01/337/2136643/kubu-bamsoet-ancam-gelar-munas-tandingan-loyalis-airlangga-jangan-halusinasi-QiZJgz5ury.jpg</image><title>Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily. (Foto : Okezone.com/Muhamad Rizky)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Loyalis Airlangga Hartarto yang juga Ketua DPP Golkar, Ace Hasan Syadzily, menyebut kubu Bambang Soesatyo (Bamsoet) mencari-cari celah untuk mendelegitimasi Munas Partai Golkar melalui ancaman munas tandingan.
&quot;Jangan cari-cari celah untuk mendelegitimasi Munas Partai Golkar tahun 2019. Lebih baik tawarkan konsepnya Bamsoet untuk bangsa ini dan kemajuan Partai Golkar kalau memang tetap ingin maju sebagai Caketum,&quot; kata Ace saat dihubungi Okezone, Minggu (1/12/2019).

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI ini menegaskan, tidak mungkin DPD I dan II akan dengan mudah dimobilisasi oleh mereka untuk membuat Munas tandingan. Ia pun meminta kubu Bamsoet tidak berhalusinasi.
&quot;Jangan berhalusinasi deh. Lebih baik kita sama-sama sambut Munas ini dengan penuh kegembiraan,&quot; ujarnya.
Ace menilai kubu Bamsoet tidak memiliki niat untuk menjadikan Munas Golkar saat ini sebagai ajang menyatukan diri dan menjaga soliditas. Walhasil, wajar saja jika mereka terus mewacanakan Munas tandingan.



&quot;Kalau memang niat dari awal tidak memiliki keinginan untuk menjadikan Munas ini sebagai ajang untuk menyatukan diri dan menjaga soliditas, pasti di otaknya itu Munas tandingan,&quot; katanya.

Ace menegaskan penyelenggaraan Munas Golkar saat ini sudah sesuai ketentuan AD/ART. Ia heran dengan tuduhan yang dilontarkan kubu Bamsoet.
&quot;Apa alasannya harus membuat Munas tandingan? Munas-nya saja baru akan digelar tanggal 3-7 Desember 2019. Materinya Munas telah diputuskan dalam Rapat Pleno, kok sdh dituduh melanggar AD/ART?&quot; tuturnya.
&quot;Kami pasti akan menyelenggarakan Munas secara demokartis dan terbuka dalam pemilihan Ketua Umum DPP Partai Golkar sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam AD/ART dimana calon Ketua Umum harus mendapatkan dukungan 30% dari pemegang suara. Ketentuan tersebut jelas tercantum dalam AD/ART,&quot; ujarnya.



Ace berujar, kepanitiaan Munas sudah mengakomodasi semua pihak  berdasarkan hasil Rapat Pleno. Artinya, secara mekanisme pencalonan  Ketum, pasti akan dilakukan sesuai AD/ART yang terbuka dan demokratis.

&quot;Bahwa realitasnya politiknya sekarang, sebagian besar DPD PG  Provinsi mendukung Pak Airlangga, tentu itu bukan berarti akan menutup  caketum lainnya,&quot; katanya.
Juru Bicara Bamsoet, Viktus Murin, melihat pelaksanaan Munas X Golkar  saat ini menabrak ketentuan AD/ART. Tindakan itu dituding untuk  memenangkan calon tertentu di Munas partai berlogo pohon beringin  tersebut.

Baca Juga : Kubu Bamsoet Ingin Airlangga Dapat Izin Tertulis Jokowi Sebelum Nyalon Munas Golkar
 

Kubu Bamsoet pun mengancam akan menggelar Munas Golkar 'tandingan'  apabila pelaksanaan forum tertinggi partai saat ini terus-terusan  melabrak ketentuan AD/ART.

&quot;Maka kami menegaskan kembali kesiapan untuk melaksanakan Munas yang  sesuai dengan AD/ART Partai Golkar, sebagai manifestasi penghormatan  terhadap lembaga kepresidenan, serta untuk melindungi martabat partai  dan merawat keadaban demokrasi,&quot; kata Viktus.

Baca Juga : Desak Hentikan Intimidasi Pemilik Suara, Kubu Bamsoet Ancam Gelar Munas Tandingan
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Loyalis Airlangga Hartarto yang juga Ketua DPP Golkar, Ace Hasan Syadzily, menyebut kubu Bambang Soesatyo (Bamsoet) mencari-cari celah untuk mendelegitimasi Munas Partai Golkar melalui ancaman munas tandingan.
&quot;Jangan cari-cari celah untuk mendelegitimasi Munas Partai Golkar tahun 2019. Lebih baik tawarkan konsepnya Bamsoet untuk bangsa ini dan kemajuan Partai Golkar kalau memang tetap ingin maju sebagai Caketum,&quot; kata Ace saat dihubungi Okezone, Minggu (1/12/2019).

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI ini menegaskan, tidak mungkin DPD I dan II akan dengan mudah dimobilisasi oleh mereka untuk membuat Munas tandingan. Ia pun meminta kubu Bamsoet tidak berhalusinasi.
&quot;Jangan berhalusinasi deh. Lebih baik kita sama-sama sambut Munas ini dengan penuh kegembiraan,&quot; ujarnya.
Ace menilai kubu Bamsoet tidak memiliki niat untuk menjadikan Munas Golkar saat ini sebagai ajang menyatukan diri dan menjaga soliditas. Walhasil, wajar saja jika mereka terus mewacanakan Munas tandingan.



&quot;Kalau memang niat dari awal tidak memiliki keinginan untuk menjadikan Munas ini sebagai ajang untuk menyatukan diri dan menjaga soliditas, pasti di otaknya itu Munas tandingan,&quot; katanya.

Ace menegaskan penyelenggaraan Munas Golkar saat ini sudah sesuai ketentuan AD/ART. Ia heran dengan tuduhan yang dilontarkan kubu Bamsoet.
&quot;Apa alasannya harus membuat Munas tandingan? Munas-nya saja baru akan digelar tanggal 3-7 Desember 2019. Materinya Munas telah diputuskan dalam Rapat Pleno, kok sdh dituduh melanggar AD/ART?&quot; tuturnya.
&quot;Kami pasti akan menyelenggarakan Munas secara demokartis dan terbuka dalam pemilihan Ketua Umum DPP Partai Golkar sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam AD/ART dimana calon Ketua Umum harus mendapatkan dukungan 30% dari pemegang suara. Ketentuan tersebut jelas tercantum dalam AD/ART,&quot; ujarnya.



Ace berujar, kepanitiaan Munas sudah mengakomodasi semua pihak  berdasarkan hasil Rapat Pleno. Artinya, secara mekanisme pencalonan  Ketum, pasti akan dilakukan sesuai AD/ART yang terbuka dan demokratis.

&quot;Bahwa realitasnya politiknya sekarang, sebagian besar DPD PG  Provinsi mendukung Pak Airlangga, tentu itu bukan berarti akan menutup  caketum lainnya,&quot; katanya.
Juru Bicara Bamsoet, Viktus Murin, melihat pelaksanaan Munas X Golkar  saat ini menabrak ketentuan AD/ART. Tindakan itu dituding untuk  memenangkan calon tertentu di Munas partai berlogo pohon beringin  tersebut.

Baca Juga : Kubu Bamsoet Ingin Airlangga Dapat Izin Tertulis Jokowi Sebelum Nyalon Munas Golkar
 

Kubu Bamsoet pun mengancam akan menggelar Munas Golkar 'tandingan'  apabila pelaksanaan forum tertinggi partai saat ini terus-terusan  melabrak ketentuan AD/ART.

&quot;Maka kami menegaskan kembali kesiapan untuk melaksanakan Munas yang  sesuai dengan AD/ART Partai Golkar, sebagai manifestasi penghormatan  terhadap lembaga kepresidenan, serta untuk melindungi martabat partai  dan merawat keadaban demokrasi,&quot; kata Viktus.

Baca Juga : Desak Hentikan Intimidasi Pemilik Suara, Kubu Bamsoet Ancam Gelar Munas Tandingan
</content:encoded></item></channel></rss>
