<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Australia Minta China Perlakukan Warganya yang Ditahan Secara Manusiawi</title><description>Perdana Menteri Australia Scott Morrison membantah bahwa Yang adalah mata-mata.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/02/18/2136914/australia-minta-china-perlakukan-warganya-yang-ditahan-secara-manusiawi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/12/02/18/2136914/australia-minta-china-perlakukan-warganya-yang-ditahan-secara-manusiawi"/><item><title>Australia Minta China Perlakukan Warganya yang Ditahan Secara Manusiawi</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/02/18/2136914/australia-minta-china-perlakukan-warganya-yang-ditahan-secara-manusiawi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/12/02/18/2136914/australia-minta-china-perlakukan-warganya-yang-ditahan-secara-manusiawi</guid><pubDate>Senin 02 Desember 2019 14:08 WIB</pubDate><dc:creator>Rachmat Fahzry</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/02/18/2136914/australia-minta-china-perlakukan-warganya-yang-ditahan-secara-manusiawi-hrLmNtLefZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne. (Foto/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/02/18/2136914/australia-minta-china-perlakukan-warganya-yang-ditahan-secara-manusiawi-hrLmNtLefZ.jpg</image><title>Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne. (Foto/Reuters)</title></images><description>CANBERRA - Menteri luar negeri Australia &amp;nbsp;Marise Payne&amp;nbsp;mengatakan bahwa perlakuan terhadap seorang penulis yang ditahan di China tidak dapat diterima,
Pernyataan itu muncul setelah adanya laporan penyiksaan dan interogasi harian terhadap warga negara Australia yang ditahan China, Dr Yang Hengjun.
Marise Payne mengatakan dia sangat prihatin dengan laporan dari kunjungan konsuler baru-baru ini ke Dr Yang Hengjun&quot;.
Yang ditahan di China sejak Januari dan baru-baru ini dituduh melakukan mata-mata, dengan ancaman hukuman penjara yang bisa berlangsung lama.
Baca juga:&amp;nbsp;Iran Bebaskan Pasangan Australia yang Dituduh Melakukan Kegiatan Mata-Mata
Baca juga:&amp;nbsp;China Dituding Jadi Dalang Serangan Siber ke Parlemen Australia

Payne mengatakan Yang tidak bisa menghubungi keluarga dan teman-temannya, dan selalu diinterogasi setiap hari, termasuk saat dia dibelenggu.
&quot;Ini tidak bisa diterima,&quot; katanya melanisr AFP, Senin (2/12/2019).
Ia menambahkan bahwa Australia telah berulang kali meminta China agar Yang mendapatkan &quot;standar dasar keadilan, keadilan prosedural, dan perlakuan manusiawi&quot;.
Perdana Menteri Australia Scott Morrison membantah bahwa Yang adalah mata-mata.
Kelompok-kelompok hak asasi manusia (HAM) menilai penangkapan Yang bermotivasi politik.
Yang awalnya ditahan di pengawasan perumahan di lokasi yang ditentukan sebelum dipindahkan ke penahanan kriminal pada Agustus.</description><content:encoded>CANBERRA - Menteri luar negeri Australia &amp;nbsp;Marise Payne&amp;nbsp;mengatakan bahwa perlakuan terhadap seorang penulis yang ditahan di China tidak dapat diterima,
Pernyataan itu muncul setelah adanya laporan penyiksaan dan interogasi harian terhadap warga negara Australia yang ditahan China, Dr Yang Hengjun.
Marise Payne mengatakan dia sangat prihatin dengan laporan dari kunjungan konsuler baru-baru ini ke Dr Yang Hengjun&quot;.
Yang ditahan di China sejak Januari dan baru-baru ini dituduh melakukan mata-mata, dengan ancaman hukuman penjara yang bisa berlangsung lama.
Baca juga:&amp;nbsp;Iran Bebaskan Pasangan Australia yang Dituduh Melakukan Kegiatan Mata-Mata
Baca juga:&amp;nbsp;China Dituding Jadi Dalang Serangan Siber ke Parlemen Australia

Payne mengatakan Yang tidak bisa menghubungi keluarga dan teman-temannya, dan selalu diinterogasi setiap hari, termasuk saat dia dibelenggu.
&quot;Ini tidak bisa diterima,&quot; katanya melanisr AFP, Senin (2/12/2019).
Ia menambahkan bahwa Australia telah berulang kali meminta China agar Yang mendapatkan &quot;standar dasar keadilan, keadilan prosedural, dan perlakuan manusiawi&quot;.
Perdana Menteri Australia Scott Morrison membantah bahwa Yang adalah mata-mata.
Kelompok-kelompok hak asasi manusia (HAM) menilai penangkapan Yang bermotivasi politik.
Yang awalnya ditahan di pengawasan perumahan di lokasi yang ditentukan sebelum dipindahkan ke penahanan kriminal pada Agustus.</content:encoded></item></channel></rss>
