<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bangun Alun-Alun, 200 Lapak PKL Dekat Bekas Taman Topi Bogor Dibongkar</title><description>Ratusan lapak PKL dekat Bekas Taman Topi di Jalan Dewi Sartika, Kota Bogor, Jawa Barat, dibongkar petugas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/02/338/2136896/bangun-alun-alun-200-lapak-pkl-dekat-bekas-taman-topi-bogor-dibongkar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/12/02/338/2136896/bangun-alun-alun-200-lapak-pkl-dekat-bekas-taman-topi-bogor-dibongkar"/><item><title>Bangun Alun-Alun, 200 Lapak PKL Dekat Bekas Taman Topi Bogor Dibongkar</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/02/338/2136896/bangun-alun-alun-200-lapak-pkl-dekat-bekas-taman-topi-bogor-dibongkar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/12/02/338/2136896/bangun-alun-alun-200-lapak-pkl-dekat-bekas-taman-topi-bogor-dibongkar</guid><pubDate>Senin 02 Desember 2019 13:17 WIB</pubDate><dc:creator>Putra Ramadhani Astyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/02/338/2136896/bangun-aun-alun-200-lapak-pkl-dekat-bekas-taman-topi-bogor-dibongkar-HbN1M51X1W.jpg" expression="full" type="image/jpeg">200 Lapak PKL Dekat Bekas Taman Topi Dibongkar Petugas (foto: Okezone/Putra RA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/02/338/2136896/bangun-aun-alun-200-lapak-pkl-dekat-bekas-taman-topi-bogor-dibongkar-HbN1M51X1W.jpg</image><title>200 Lapak PKL Dekat Bekas Taman Topi Dibongkar Petugas (foto: Okezone/Putra RA)</title></images><description>BOGOR - Ratusan lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berada di Jalan Dewi Sartika, Kota Bogor, Jawa Barat, dibongkar petugas. Pembongkaran tersebut guna mendukung rencana Pemkot Bogor dalam pembangunan Alun-Alun Bogor dan Masjid Agung.
&quot;Ada 200 lapak yang dibongkar. Ini rangkaian proses dari membangun alun-alun Kota Bogor di lahan eks Taman Topi dan rencana kelanjutan pembangunan Masjid Agung Bogor jadi kita siapkan,&quot; kata Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, Senin (2/12/2019).
Baca Juga:&amp;nbsp;Petugas Masih Bersihkan Lokasi Penggusuran di Sunter Jaya&amp;nbsp;
Untuk rencana pembagunan Alun-Alun Kota Bogor sendiri, Pemerintah Kota (Pemkot Bogor) mendapat bantuan dana dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat sebesar Rp15 miliar yang sedianya akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2020 mendatang.
&quot;Bantuan keuangannya dari Pemprov Jabar dan akan dilaksanakan tanun anggaran 2020. Anggarannya Rp15 miliar. Kalau Masjid Agung kita cek lagi nanti, tidak salah juga sama Rp15 miliar,&quot; ungkap Dedie.
&amp;nbsp;
Selain itu, pembongkaran juga bertujuan mengembalikan fungsi drainase yang sudah tertutup sampai selama puluhan tahun. Diharapkan, semua pihak termasuk masyarakat dapat mendukung pembangunan ini untuk Kota Bogor yang lebih tertata.
&quot;Kita akan juga bongkar trotoar juga membersihkan drainase yang tertutup puluhan tahun. Intinya ini program bersama untuk menata kembali Kota Bogor menjadi lebih baik dan ini momennya&quot; ucapnya.
Kemudian, tambah Dedi, para pedagang akan direlokasi ke beberapa tempat yang diklasifikasikan sesuai dengan jenis dari dagangan mereka.
&quot;Pedagang yang berkaitan dengan besi direlokasi ke Pasar Merdeka dan untuk sepatu ke Jalan Nyi Raja Permas. Nah PR kita pedagang bunga mungkin ke Jalan Bina Marga atau lainnya,&quot; tambah Dedie.Sementara salah seorang pedagang sandal di lokasi, Naisa Tampubolon (50) mengaku dirinya hanya bisa pasrah melihat lapak dagangannya yang sudah berdiri sejak taun 1987 dibongkar oleh petugas.
&quot;Ya mau gimana lagi? kita sudah minta ke pemerintah dibongkarnya habis Lebaran, paling enggak kan kalau Lebaran ramai, dagangan kita habis jadi punya uang. Tapi tetap enggak bisa,&quot; ucap Naisa.

Baca Juga:&amp;nbsp;Puluhan Bangunan Liar di Puncak Bogor Digusur&amp;nbsp;
Naisa dan pedagang lainnya pun khawatir jika direlokasi masuk ke dalam area pasar, dagangannya sepi dari pembeli. Mengingat, lokasi pasar yang dinilai kurang stategis tidak seperti di Jalan Dewi Sartika.
&quot;Kita disuruh pindah ke Pasar Kebon Kembang di atas. Di sini aja sepi paling laku 5 pasang gimana di sana? Enggak mungkin pembeli mau ke atas cuma beli 1 aja. Kita pengennya di dekat jalan lagi,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>BOGOR - Ratusan lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berada di Jalan Dewi Sartika, Kota Bogor, Jawa Barat, dibongkar petugas. Pembongkaran tersebut guna mendukung rencana Pemkot Bogor dalam pembangunan Alun-Alun Bogor dan Masjid Agung.
&quot;Ada 200 lapak yang dibongkar. Ini rangkaian proses dari membangun alun-alun Kota Bogor di lahan eks Taman Topi dan rencana kelanjutan pembangunan Masjid Agung Bogor jadi kita siapkan,&quot; kata Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, Senin (2/12/2019).
Baca Juga:&amp;nbsp;Petugas Masih Bersihkan Lokasi Penggusuran di Sunter Jaya&amp;nbsp;
Untuk rencana pembagunan Alun-Alun Kota Bogor sendiri, Pemerintah Kota (Pemkot Bogor) mendapat bantuan dana dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat sebesar Rp15 miliar yang sedianya akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2020 mendatang.
&quot;Bantuan keuangannya dari Pemprov Jabar dan akan dilaksanakan tanun anggaran 2020. Anggarannya Rp15 miliar. Kalau Masjid Agung kita cek lagi nanti, tidak salah juga sama Rp15 miliar,&quot; ungkap Dedie.
&amp;nbsp;
Selain itu, pembongkaran juga bertujuan mengembalikan fungsi drainase yang sudah tertutup sampai selama puluhan tahun. Diharapkan, semua pihak termasuk masyarakat dapat mendukung pembangunan ini untuk Kota Bogor yang lebih tertata.
&quot;Kita akan juga bongkar trotoar juga membersihkan drainase yang tertutup puluhan tahun. Intinya ini program bersama untuk menata kembali Kota Bogor menjadi lebih baik dan ini momennya&quot; ucapnya.
Kemudian, tambah Dedi, para pedagang akan direlokasi ke beberapa tempat yang diklasifikasikan sesuai dengan jenis dari dagangan mereka.
&quot;Pedagang yang berkaitan dengan besi direlokasi ke Pasar Merdeka dan untuk sepatu ke Jalan Nyi Raja Permas. Nah PR kita pedagang bunga mungkin ke Jalan Bina Marga atau lainnya,&quot; tambah Dedie.Sementara salah seorang pedagang sandal di lokasi, Naisa Tampubolon (50) mengaku dirinya hanya bisa pasrah melihat lapak dagangannya yang sudah berdiri sejak taun 1987 dibongkar oleh petugas.
&quot;Ya mau gimana lagi? kita sudah minta ke pemerintah dibongkarnya habis Lebaran, paling enggak kan kalau Lebaran ramai, dagangan kita habis jadi punya uang. Tapi tetap enggak bisa,&quot; ucap Naisa.

Baca Juga:&amp;nbsp;Puluhan Bangunan Liar di Puncak Bogor Digusur&amp;nbsp;
Naisa dan pedagang lainnya pun khawatir jika direlokasi masuk ke dalam area pasar, dagangannya sepi dari pembeli. Mengingat, lokasi pasar yang dinilai kurang stategis tidak seperti di Jalan Dewi Sartika.
&quot;Kita disuruh pindah ke Pasar Kebon Kembang di atas. Di sini aja sepi paling laku 5 pasang gimana di sana? Enggak mungkin pembeli mau ke atas cuma beli 1 aja. Kita pengennya di dekat jalan lagi,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
