<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Saudi Akan Bangun 60 Ribu Toilet Bertingkat, Menag Minta Jamaah Indonesia Didahulukan</title><description>Menag meminta pada pihak Saudi agar kawasan tenda yang biasa ditempati jamaah haji Indonesia didahulukan pembangunan toilet bertingkatnya</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/03/337/2137433/saudi-akan-bangun-60-ribu-toilet-bertingkat-menag-minta-jamaah-indonesia-didahulukan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/12/03/337/2137433/saudi-akan-bangun-60-ribu-toilet-bertingkat-menag-minta-jamaah-indonesia-didahulukan"/><item><title>Saudi Akan Bangun 60 Ribu Toilet Bertingkat, Menag Minta Jamaah Indonesia Didahulukan</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/03/337/2137433/saudi-akan-bangun-60-ribu-toilet-bertingkat-menag-minta-jamaah-indonesia-didahulukan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/12/03/337/2137433/saudi-akan-bangun-60-ribu-toilet-bertingkat-menag-minta-jamaah-indonesia-didahulukan</guid><pubDate>Selasa 03 Desember 2019 15:36 WIB</pubDate><dc:creator>Amril Amarullah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/03/337/2137433/saudi-akan-bangun-60-ribu-toilet-bertingkat-menag-minta-jamaah-indonesia-didahulukan-SASHJECG0j.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Agama Fachrul Razi saat meninjau Mina, Arab Saudi. (Foto : Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/03/337/2137433/saudi-akan-bangun-60-ribu-toilet-bertingkat-menag-minta-jamaah-indonesia-didahulukan-SASHJECG0j.jpg</image><title>Menteri Agama Fachrul Razi saat meninjau Mina, Arab Saudi. (Foto : Ist)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah Arab Saudi akan membangun 60 ribu toilet bertingkat di Minas untuk menyambut musim haji 1441 Hijriah/2020 Masehi.

Rencana pembangunan toilet itu terungkap dalam pembahasan MoU Penyelenggaraan Ibadah Haji 1441H/2020M antara Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Muhammad Saleh bin Thahir Benten di Makkah.

&amp;ldquo;Saudi akan membangun 60.000 toilet bertingkat di Mina untuk semua negara. Menag Fachrul Razi sudah menyampaikan permintaaan ke pihak Saudi agar kawasan tenda yang biasa ditempati jamaah haji Indonesia didahulukan pembangunan toilet bertingkatnya,&amp;rdquo; kata Direktur Layanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis usai penandatanganan MoU Penyelenggaraan Ibadah Haji 1441H/2020M di Makkah, dalam siaran pers dari humas Kemenag, Selasa (3/12/2019).



Menurut Sri Ilham, pembangunan toilet di Arafah dan Mina menjadi salah satu usulan Indonesia yang dibahas bersama Kementerian Haji dan Umrah. Keberadaan toilet bertingkat yang telah dibangun di Muzdalifah terbukti dapat mengurangi antrean.

&amp;ldquo;Karenanya, kami berharap toilet bertingkat juga dibangun di Arafah dan Mina guna meningkatkan kenyamanan jamaah haji dan mengurangi antrean. Gayung bersambut, Pemerintah Saudi tahun ini sudah akan mulai membangun toilet bertingkat dengan jumlah mencapai 60 ribu,&amp;rdquo; ujarnya.

Usulan tentang pentingnya perbaikan layanan di Mina terus disuarakan Kementerian Agama. Terakhir, pada akhir musim haji 1440H/2019M, digelar pertemuan antara Menteri Agama saat itu (Lukman Hakim Saifuddin) dengan Gubernur Makkah Khalid al Faisal bin Abdulaziz di Imarat-Makkah, Mina, pada 12 Agustus 2019.

Gubernur Makkah saat itu mengatakan sudah dibentuk Lembaga atau Dewan Khusus proyek Mina dan Arafah. Dewan ini diketuai langsung oleh Putra Mahkota, Pangeran Muhammad bin Salman.

Selain perbaikan fasilitas di Mina, berikut ini sejumlah usulan  Indonesia dalam Pembahasan MoU Penyelenggaraan Ibadah Haji 1441H/2020M.

1. Penundaan biaya penerbitan visa jamaah haji Indonesia
Pada pelaksanaan ibadah haji 1441H/2020M, jamaah haji akan dikenakan  biaya penerbitan visa sebesar SAR300. Kebijakan ini terasa berat oleh  Pemerintah Indonesia bila diterapkan tahun ini karena belum ada  persiapan dalam penyusunan anggaran dan belum ada sosialisasi yang cukup  kepada calon jamaah haji Indonesia. &amp;ldquo;Pemerintah Indonesia meminta  kebijakan tersebut ditunda dan tidak dikenakan kepada jamaah haji  Indonesia untuk tahun ini,&amp;rdquo; tutur Sri Ilham.

2. Penghapusan gelang tangan barcode jamaah haji
Sejak 1438H/2017M, Kementerian Haji dan umrah Saudi menerapkan kebijakan jamaah haji Indonesia wajib menggunakan gelang tangan barcode. Kebijakan ini tidak optimal karena barcode dan gelang yang telah dicetak mudah rusak saat terkena keringat dan  air. Padahal, Pemerintah Indonesia sudah lama membekali jamaah Haji  Indonesia dengan gelang identitas dari bahan stainless agar tidak mudah  rusak dan bahkan terhadap api.



&amp;ldquo;Kami minta agar kebijakan gelang tangan barcode ini dicabut dan jamaah haji Indonesia cukup gunakan gelang dari bahan stainless,&amp;rdquo; ujarnya.

3. Fast Track untuk seluruh jamaah haji Indonesia
 
Layanan fast track untuk 70.000 jamaah haji Indonesia  yang berangkat dari Bandara Seokarno-Hatta diberlakukan sejak musim haji  1439H/2018M. Layanan ini terbukti sangat membantu dan mengurangi  tingkat kelelahan jamaah haji. &amp;ldquo;Kami harap layanan ini diperluas untuk  jamaah haji di seluruh embarkasi di Indonesia dan tanpa tambahan biaya,&amp;rdquo;  ucap Sri Ilham.

4. Perluasan program iyab untuk seluruh kloter
 
Tahun 1440H, maskapai Saudi menerapkan Program Iyab untuk  sebagian  kloter jamaah haji Indonesia. Melalui program ini, ketika akan   meninggalkan bandara Jeddah atau Madinah ke Tanah Air, jamaah tidak   melakukan proses keimigrasian seperti perekaman biometrik, sidik jari,   dan lainnya. Setibanya di bandara, jamaah bisa langsung masuk pesawat.

Program ini dinilai baik dan meningkatkan kenyamanan jamaah pada fase   kepulangan. &amp;ldquo;Kami meminta program ini bisa diterapkan untuk semua   kloter baik, yang dipulangkan dengan Saudi Airlines maupun Garuda   Indonesia,&amp;rdquo; tutur Sri Ilham.



5. Penempatan jamaah di Armina berdasarkan zonasi di Makkah
 
Sejak 2019, Indonesia menerapkan sistem zonasi dalam  penempatan  jamaah haji di Makkah. Penempatan dengan sistem zonasi ini  juga  diberlakukan di Arafah dan Mina. &amp;ldquo;Kami minta agar hal sama  diberlakukan  untuk musim haji tahun ini,&amp;rdquo; ucap Sri Ilham.

6. Transportasi jamaah di Mina
 
Setiap tahun, selalu saja ada jamaah haji Indonesia yang  menempati  kawasan perluasan Mina dengan jarak lebih 8 km dari jamarat.  Jarak yang  jauh ini membuat jamaah kelelahan. &amp;ldquo;Kami usul agar disediakan  layanan  transportasi pergi pulang dari kawasan perluasan Mina ke  Jamarat,&amp;rdquo;  tuturnya.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah Arab Saudi akan membangun 60 ribu toilet bertingkat di Minas untuk menyambut musim haji 1441 Hijriah/2020 Masehi.

Rencana pembangunan toilet itu terungkap dalam pembahasan MoU Penyelenggaraan Ibadah Haji 1441H/2020M antara Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Muhammad Saleh bin Thahir Benten di Makkah.

&amp;ldquo;Saudi akan membangun 60.000 toilet bertingkat di Mina untuk semua negara. Menag Fachrul Razi sudah menyampaikan permintaaan ke pihak Saudi agar kawasan tenda yang biasa ditempati jamaah haji Indonesia didahulukan pembangunan toilet bertingkatnya,&amp;rdquo; kata Direktur Layanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis usai penandatanganan MoU Penyelenggaraan Ibadah Haji 1441H/2020M di Makkah, dalam siaran pers dari humas Kemenag, Selasa (3/12/2019).



Menurut Sri Ilham, pembangunan toilet di Arafah dan Mina menjadi salah satu usulan Indonesia yang dibahas bersama Kementerian Haji dan Umrah. Keberadaan toilet bertingkat yang telah dibangun di Muzdalifah terbukti dapat mengurangi antrean.

&amp;ldquo;Karenanya, kami berharap toilet bertingkat juga dibangun di Arafah dan Mina guna meningkatkan kenyamanan jamaah haji dan mengurangi antrean. Gayung bersambut, Pemerintah Saudi tahun ini sudah akan mulai membangun toilet bertingkat dengan jumlah mencapai 60 ribu,&amp;rdquo; ujarnya.

Usulan tentang pentingnya perbaikan layanan di Mina terus disuarakan Kementerian Agama. Terakhir, pada akhir musim haji 1440H/2019M, digelar pertemuan antara Menteri Agama saat itu (Lukman Hakim Saifuddin) dengan Gubernur Makkah Khalid al Faisal bin Abdulaziz di Imarat-Makkah, Mina, pada 12 Agustus 2019.

Gubernur Makkah saat itu mengatakan sudah dibentuk Lembaga atau Dewan Khusus proyek Mina dan Arafah. Dewan ini diketuai langsung oleh Putra Mahkota, Pangeran Muhammad bin Salman.

Selain perbaikan fasilitas di Mina, berikut ini sejumlah usulan  Indonesia dalam Pembahasan MoU Penyelenggaraan Ibadah Haji 1441H/2020M.

1. Penundaan biaya penerbitan visa jamaah haji Indonesia
Pada pelaksanaan ibadah haji 1441H/2020M, jamaah haji akan dikenakan  biaya penerbitan visa sebesar SAR300. Kebijakan ini terasa berat oleh  Pemerintah Indonesia bila diterapkan tahun ini karena belum ada  persiapan dalam penyusunan anggaran dan belum ada sosialisasi yang cukup  kepada calon jamaah haji Indonesia. &amp;ldquo;Pemerintah Indonesia meminta  kebijakan tersebut ditunda dan tidak dikenakan kepada jamaah haji  Indonesia untuk tahun ini,&amp;rdquo; tutur Sri Ilham.

2. Penghapusan gelang tangan barcode jamaah haji
Sejak 1438H/2017M, Kementerian Haji dan umrah Saudi menerapkan kebijakan jamaah haji Indonesia wajib menggunakan gelang tangan barcode. Kebijakan ini tidak optimal karena barcode dan gelang yang telah dicetak mudah rusak saat terkena keringat dan  air. Padahal, Pemerintah Indonesia sudah lama membekali jamaah Haji  Indonesia dengan gelang identitas dari bahan stainless agar tidak mudah  rusak dan bahkan terhadap api.



&amp;ldquo;Kami minta agar kebijakan gelang tangan barcode ini dicabut dan jamaah haji Indonesia cukup gunakan gelang dari bahan stainless,&amp;rdquo; ujarnya.

3. Fast Track untuk seluruh jamaah haji Indonesia
 
Layanan fast track untuk 70.000 jamaah haji Indonesia  yang berangkat dari Bandara Seokarno-Hatta diberlakukan sejak musim haji  1439H/2018M. Layanan ini terbukti sangat membantu dan mengurangi  tingkat kelelahan jamaah haji. &amp;ldquo;Kami harap layanan ini diperluas untuk  jamaah haji di seluruh embarkasi di Indonesia dan tanpa tambahan biaya,&amp;rdquo;  ucap Sri Ilham.

4. Perluasan program iyab untuk seluruh kloter
 
Tahun 1440H, maskapai Saudi menerapkan Program Iyab untuk  sebagian  kloter jamaah haji Indonesia. Melalui program ini, ketika akan   meninggalkan bandara Jeddah atau Madinah ke Tanah Air, jamaah tidak   melakukan proses keimigrasian seperti perekaman biometrik, sidik jari,   dan lainnya. Setibanya di bandara, jamaah bisa langsung masuk pesawat.

Program ini dinilai baik dan meningkatkan kenyamanan jamaah pada fase   kepulangan. &amp;ldquo;Kami meminta program ini bisa diterapkan untuk semua   kloter baik, yang dipulangkan dengan Saudi Airlines maupun Garuda   Indonesia,&amp;rdquo; tutur Sri Ilham.



5. Penempatan jamaah di Armina berdasarkan zonasi di Makkah
 
Sejak 2019, Indonesia menerapkan sistem zonasi dalam  penempatan  jamaah haji di Makkah. Penempatan dengan sistem zonasi ini  juga  diberlakukan di Arafah dan Mina. &amp;ldquo;Kami minta agar hal sama  diberlakukan  untuk musim haji tahun ini,&amp;rdquo; ucap Sri Ilham.

6. Transportasi jamaah di Mina
 
Setiap tahun, selalu saja ada jamaah haji Indonesia yang  menempati  kawasan perluasan Mina dengan jarak lebih 8 km dari jamarat.  Jarak yang  jauh ini membuat jamaah kelelahan. &amp;ldquo;Kami usul agar disediakan  layanan  transportasi pergi pulang dari kawasan perluasan Mina ke  Jamarat,&amp;rdquo;  tuturnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
