<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasang Bom di Tiang Bendera, Anggota KKB di Aceh Tewas Ditembak</title><description>Serangkaian aksi teror yang terjadi di kawasan Aceh akhirnya berhasil dibongkar Tim gabungan Polda Aceh</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/03/340/2137540/pasang-bom-di-tiang-bendera-anggota-kkb-di-aceh-tewas-ditembak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/12/03/340/2137540/pasang-bom-di-tiang-bendera-anggota-kkb-di-aceh-tewas-ditembak"/><item><title>Pasang Bom di Tiang Bendera, Anggota KKB di Aceh Tewas Ditembak</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/03/340/2137540/pasang-bom-di-tiang-bendera-anggota-kkb-di-aceh-tewas-ditembak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/12/03/340/2137540/pasang-bom-di-tiang-bendera-anggota-kkb-di-aceh-tewas-ditembak</guid><pubDate>Selasa 03 Desember 2019 19:08 WIB</pubDate><dc:creator>Windy Phagta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/03/340/2137540/pasang-bom-di-tiang-bendera-anggota-kkb-di-aceh-tewas-ditembak-n6Hhfh4rxZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polisi Gelar Jumpa Pers (Foto: Okezone/Windy)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/03/340/2137540/pasang-bom-di-tiang-bendera-anggota-kkb-di-aceh-tewas-ditembak-n6Hhfh4rxZ.jpg</image><title>Polisi Gelar Jumpa Pers (Foto: Okezone/Windy)</title></images><description>BANDA ACEH - Serangkaian aksi teror yang terjadi di kawasan Aceh akhirnya berhasil dibongkar Tim gabungan Polda Aceh. Pelaku diketahui salah satu anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) bernama Abdul Rahman (30) alias Rahman Peudeung alias Rahman Teuntra.
Namun pelaku akhirnya tewas karena berupaya melawan petugas saat dilakukan penyergapan di Desa Puenteut, Sawang, Aceh Utara, Aceh, Minggu 1 Desember 2019 sekira pukul 21.20 WIB.
&quot;Saat tim melakukan penyergapan Rahman melakukan perlawanan. Pelumpuhan awalnya dilakukan karena saat penyergapan, pelaku memberikan perlawanan dengan menembak ke arah petugas,&quot; ujar Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Indra Trinugraha Herlambang, di Mapolres Lhokseumawe, Selasa (3/12/2019).

Baca juga: Kronologi Baku Tembak Polisi dengan KKB di Aceh
Sebelumnya diketahui beberapa aksi teror yang dilakukan pelaku seperti memasang bendera alam peudeng warna hijau di tiang bendera SDN 17 Sawang, Aceh Utara. Pelaku juga memasang bahan peledak di area tersebut. Beruntung, pihak kepolisian yang mendapat informasi tersebut mengamankan bendera serta bahan peledak.
Rahman kembali menebar teror, pada Senin 25 November 2019 sekira pukul 21.00 WIB telah membakar pintu sekolah, dan memposting aksinya di akun facebook.
Selain itu, Jumat 29 November 2019, sekira pukul 21.01 WIB, pelaku memposting ujaran berupa ancaman kepada TNI/Polri, dan beberapa status provokatif dan teror lainnya.Usai dilumpuhkan, personel Jibom Den B Brimob Jeulikat Polda Aceh,  melakukan sterilisasi dibeberapa lokasi dan menemukan bahan peledak.  Bahan peledak yang ditemukan beragam, di lokasi pertama, aparat  menemukan bahan peledak dari pecahan semen, mancis dan satu granat. Di  lokasi kedua, bahan peledak berupa mancis, kabel, baterai dan anak  hecter.
Kemudian dilokasi ketiga, bahan peledak berupa mancis dan baterai juga ditemukan di tempat persembunyian pelaku.
&quot;Saat  itu tim melakukan olah TKP di tempat persembunyian pelaku yang  didahului oleh tim jibom untuk melakukan sterilisasi karena diduga  pelaku menanam bom. Setelah olah TKP selesai, tim melakukan disposal  bom, ditemukan tiga titik tempat yang diduga ditanamnya bahan peledak,&quot;  ungkap Indra T Herlambang.
Selain bahan peledak pihak kepolisian juga mengamankan satu unit senjata laras panjang rakitan.</description><content:encoded>BANDA ACEH - Serangkaian aksi teror yang terjadi di kawasan Aceh akhirnya berhasil dibongkar Tim gabungan Polda Aceh. Pelaku diketahui salah satu anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) bernama Abdul Rahman (30) alias Rahman Peudeung alias Rahman Teuntra.
Namun pelaku akhirnya tewas karena berupaya melawan petugas saat dilakukan penyergapan di Desa Puenteut, Sawang, Aceh Utara, Aceh, Minggu 1 Desember 2019 sekira pukul 21.20 WIB.
&quot;Saat tim melakukan penyergapan Rahman melakukan perlawanan. Pelumpuhan awalnya dilakukan karena saat penyergapan, pelaku memberikan perlawanan dengan menembak ke arah petugas,&quot; ujar Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Indra Trinugraha Herlambang, di Mapolres Lhokseumawe, Selasa (3/12/2019).

Baca juga: Kronologi Baku Tembak Polisi dengan KKB di Aceh
Sebelumnya diketahui beberapa aksi teror yang dilakukan pelaku seperti memasang bendera alam peudeng warna hijau di tiang bendera SDN 17 Sawang, Aceh Utara. Pelaku juga memasang bahan peledak di area tersebut. Beruntung, pihak kepolisian yang mendapat informasi tersebut mengamankan bendera serta bahan peledak.
Rahman kembali menebar teror, pada Senin 25 November 2019 sekira pukul 21.00 WIB telah membakar pintu sekolah, dan memposting aksinya di akun facebook.
Selain itu, Jumat 29 November 2019, sekira pukul 21.01 WIB, pelaku memposting ujaran berupa ancaman kepada TNI/Polri, dan beberapa status provokatif dan teror lainnya.Usai dilumpuhkan, personel Jibom Den B Brimob Jeulikat Polda Aceh,  melakukan sterilisasi dibeberapa lokasi dan menemukan bahan peledak.  Bahan peledak yang ditemukan beragam, di lokasi pertama, aparat  menemukan bahan peledak dari pecahan semen, mancis dan satu granat. Di  lokasi kedua, bahan peledak berupa mancis, kabel, baterai dan anak  hecter.
Kemudian dilokasi ketiga, bahan peledak berupa mancis dan baterai juga ditemukan di tempat persembunyian pelaku.
&quot;Saat  itu tim melakukan olah TKP di tempat persembunyian pelaku yang  didahului oleh tim jibom untuk melakukan sterilisasi karena diduga  pelaku menanam bom. Setelah olah TKP selesai, tim melakukan disposal  bom, ditemukan tiga titik tempat yang diduga ditanamnya bahan peledak,&quot;  ungkap Indra T Herlambang.
Selain bahan peledak pihak kepolisian juga mengamankan satu unit senjata laras panjang rakitan.</content:encoded></item></channel></rss>
