<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ayah dan Anak Tertimbun Tanah Longsor di Rokan Hulu Riau</title><description>Keduanya tertimbun longsor saat tengah membangun pondok.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/06/340/2138537/ayah-dan-anak-tertimbun-tanah-longsor-di-rokan-hulu-riau</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/12/06/340/2138537/ayah-dan-anak-tertimbun-tanah-longsor-di-rokan-hulu-riau"/><item><title>Ayah dan Anak Tertimbun Tanah Longsor di Rokan Hulu Riau</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/06/340/2138537/ayah-dan-anak-tertimbun-tanah-longsor-di-rokan-hulu-riau</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/12/06/340/2138537/ayah-dan-anak-tertimbun-tanah-longsor-di-rokan-hulu-riau</guid><pubDate>Jum'at 06 Desember 2019 02:21 WIB</pubDate><dc:creator>Banda Haruddin Tanjung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/05/340/2138537/ayah-dan-anak-tertimbun-tanah-longsor-di-rokan-hulu-riau-drtlD5JRNN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ayah dan anak tertimbun longsor di Rohul, Riau. (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/05/340/2138537/ayah-dan-anak-tertimbun-tanah-longsor-di-rokan-hulu-riau-drtlD5JRNN.jpg</image><title>Ayah dan anak tertimbun longsor di Rohul, Riau. (Ist)</title></images><description>PEKANBARU &amp;ndash; Musibah tanah longsor terjadi di Desa Rokan Koto Ruang, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau. Dalam musibah ini, dua orang tertimbun.

Longsor itu terjadi di kawasan berupa tanah liat curam. Korban adalah  Elipati Zebua (55) dan Tabhezhisoki (25). Keduanya merupakan ayah dan anak warga Teluk Aur Rambah Samo.

&quot;Hari ini tim dengan peralatan lengkap sudah sampai lokasi tanah longsor,&quot; kata Kepala Seksi Ops dan Kesiapsiagaan  Basarnas Kota Pekanbaru, Jecky Chen, Kamis (5/12/2019).

Keterangan saksi mata, longsor itu terjadi pada 2 Desember 2019. Saat itu keduanya sedang membuat pondok di pinggir sungai. Pembuatan tempat istirahat itu sendiri posisinya terjal.

&quot;Saat keduanya membuat pondok, kondisi dalam keadaan hujan lebat. Kemudian tiba-tiba longsor dari atas. Keduanya yang sedang membuat pondok tidak sempat menyelamatkan diri,&quot; ujarnya.



Paur Humas Polres Rohul, Ipda Feri mengatakan, lambatnya informasi musibah tanah longsor karena baru kemarin mereka mendapatkan informasi dari keluarga.

Dia menjelaskan, pada 2 Desember itu Elipati Zibua bersama empat anaknya termasuk Tabhezhisoki pergi untuk membuat pondok dan sebagian berburu babi hutan.

&quot;Menjelang malam, ketiga anak korban pamit pulang. Jadi yang tinggal hanya Elipati Zibua dan Tabhezhisoki. Karena tidak ada kabar malam itu, istri Elipati menelpon. Namun, tidak ada jawaban,&quot; tuturnya.

Pada 3 Desember 2019,  pihak keluarga kembali mencoba menghubungi nomor ponsel Elipati maupun Tabhezhisoki, namun tidak diangkat juga. Mereka pun masih menunggu.


Karena tidak kunjung ada jawaban dan sudah mulai curiga, salah satu  anak korban bernama Febrian Zebua berangkat ke lokasi pada 4 Desember  2019 pukul 17.00 WIB. Sampai di lokasi dia terkejut karena melihat ada  longsor. Lumpur dan kayu menggeser posisi pondok (rumah singgah) dan  ladang mereka. Tidak terlihat Elipati maupun Tabhezhisoki di pondok dan  lahan yang sudah rata disapu longsor.

&quot;Tanah longsor menimbun  kebun mereka. Selain itu posisi rumah tidak  tampak lagi dan sudah berpindah ke arah depan sejauh  60 meter akibat  disapu longsor tanah yang bercampur air dan kayu. Tidak jauh dari posisi  rumah ditemukan dua ekor anjing yang ikut mati serta dompet salah satu  korban,&quot; ucap Danramil Rokan IV Koto Kapten Horas Simbolon.

Baca Juga : Ratusan Rumah di Tasikmalaya Rusak Akibat Pergerakan Tanah
 

Proses pencarian difokuskan di lokasi yang terdiri dari tumpukan tanah, kayu, dan batang kelapa sawit.

&quot;Kendala yang dihadapi  adalah medan yang terjal dan sulit dijangkau.  Ini juga yang menyebabkan alat berat belum dapat  menuju lokasi,&quot;  tuturnya

Baca Juga : Pemulung Tewas Akibat Tertimbun Longsoran Sampah di TPA Sarimukti

</description><content:encoded>PEKANBARU &amp;ndash; Musibah tanah longsor terjadi di Desa Rokan Koto Ruang, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau. Dalam musibah ini, dua orang tertimbun.

Longsor itu terjadi di kawasan berupa tanah liat curam. Korban adalah  Elipati Zebua (55) dan Tabhezhisoki (25). Keduanya merupakan ayah dan anak warga Teluk Aur Rambah Samo.

&quot;Hari ini tim dengan peralatan lengkap sudah sampai lokasi tanah longsor,&quot; kata Kepala Seksi Ops dan Kesiapsiagaan  Basarnas Kota Pekanbaru, Jecky Chen, Kamis (5/12/2019).

Keterangan saksi mata, longsor itu terjadi pada 2 Desember 2019. Saat itu keduanya sedang membuat pondok di pinggir sungai. Pembuatan tempat istirahat itu sendiri posisinya terjal.

&quot;Saat keduanya membuat pondok, kondisi dalam keadaan hujan lebat. Kemudian tiba-tiba longsor dari atas. Keduanya yang sedang membuat pondok tidak sempat menyelamatkan diri,&quot; ujarnya.



Paur Humas Polres Rohul, Ipda Feri mengatakan, lambatnya informasi musibah tanah longsor karena baru kemarin mereka mendapatkan informasi dari keluarga.

Dia menjelaskan, pada 2 Desember itu Elipati Zibua bersama empat anaknya termasuk Tabhezhisoki pergi untuk membuat pondok dan sebagian berburu babi hutan.

&quot;Menjelang malam, ketiga anak korban pamit pulang. Jadi yang tinggal hanya Elipati Zibua dan Tabhezhisoki. Karena tidak ada kabar malam itu, istri Elipati menelpon. Namun, tidak ada jawaban,&quot; tuturnya.

Pada 3 Desember 2019,  pihak keluarga kembali mencoba menghubungi nomor ponsel Elipati maupun Tabhezhisoki, namun tidak diangkat juga. Mereka pun masih menunggu.


Karena tidak kunjung ada jawaban dan sudah mulai curiga, salah satu  anak korban bernama Febrian Zebua berangkat ke lokasi pada 4 Desember  2019 pukul 17.00 WIB. Sampai di lokasi dia terkejut karena melihat ada  longsor. Lumpur dan kayu menggeser posisi pondok (rumah singgah) dan  ladang mereka. Tidak terlihat Elipati maupun Tabhezhisoki di pondok dan  lahan yang sudah rata disapu longsor.

&quot;Tanah longsor menimbun  kebun mereka. Selain itu posisi rumah tidak  tampak lagi dan sudah berpindah ke arah depan sejauh  60 meter akibat  disapu longsor tanah yang bercampur air dan kayu. Tidak jauh dari posisi  rumah ditemukan dua ekor anjing yang ikut mati serta dompet salah satu  korban,&quot; ucap Danramil Rokan IV Koto Kapten Horas Simbolon.

Baca Juga : Ratusan Rumah di Tasikmalaya Rusak Akibat Pergerakan Tanah
 

Proses pencarian difokuskan di lokasi yang terdiri dari tumpukan tanah, kayu, dan batang kelapa sawit.

&quot;Kendala yang dihadapi  adalah medan yang terjal dan sulit dijangkau.  Ini juga yang menyebabkan alat berat belum dapat  menuju lokasi,&quot;  tuturnya

Baca Juga : Pemulung Tewas Akibat Tertimbun Longsoran Sampah di TPA Sarimukti

</content:encoded></item></channel></rss>
