<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemprov DKI Ajak Anak Muda Jakarta Berkarya lewat Pameran Foto</title><description>Pameran foto tersebut merupakan upaya memaknai sosok pahlawan dari sudut pandang berbeda</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/07/338/2139063/pemprov-dki-ajak-anak-muda-jakarta-berkarya-lewat-pameran-foto</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/12/07/338/2139063/pemprov-dki-ajak-anak-muda-jakarta-berkarya-lewat-pameran-foto"/><item><title>Pemprov DKI Ajak Anak Muda Jakarta Berkarya lewat Pameran Foto</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/07/338/2139063/pemprov-dki-ajak-anak-muda-jakarta-berkarya-lewat-pameran-foto</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/12/07/338/2139063/pemprov-dki-ajak-anak-muda-jakarta-berkarya-lewat-pameran-foto</guid><pubDate>Sabtu 07 Desember 2019 08:30 WIB</pubDate><dc:creator>Sarah Hutagaol</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/07/338/2139063/pemprov-dki-ajak-anak-muda-jakarta-berkarya-lewat-pameran-foto-G4IfjbNlCT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pameran Foto (Foto: Okezone/Sarah)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/07/338/2139063/pemprov-dki-ajak-anak-muda-jakarta-berkarya-lewat-pameran-foto-G4IfjbNlCT.jpg</image><title>Pameran Foto (Foto: Okezone/Sarah)</title></images><description>JAKARTA - Deputi Gubernur Bidang Pariwisata Dadang Solihin mengapresiasi pameran foto yang mengangkat tema wajah-wajah pahlawan dari berbagai macam sudut pandang yang terdapat di sekeliling masyarakat.
Menurut Dadang, pameran foto tersebut merupakan upaya memaknai sosok pahlawan dari sudut pandang berbeda. Pasalnya, 100 citra wajah yang dipamerkan adalah sosok pahlawan bagi kehidupan masyarakat masing-masing.
Selain itu, pameran foto ini mempunyai tujuan untuk mengedukasi dan menyadarkan publik khususnya kaum milenial untuk mengenang jasa para pahlawan yang mungkin luput dari perhatian.
&quot;Ternyata pahlawan itu banyak warna, banyak ragam dan banyak versi. Seseorang yang memperjuangkan apakah keluarganya, dirinya, bangsanya, apa daerahnya. Itu bisa disebut pahlawan,&quot; ucapnya di Kampanye sosial bertajuk &quot;100 Faces of Heroes in 24 Hours By George Timothy&quot; di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (6/12/2019).

Baca Juga: Disparbud DKI Targetkan 2,9 Juta Wisman Berkunjung ke Jakarta pada 2019
Dadang menilai sang fotografer sangat peka dan mampu mengombinasikan sosok pahlawan masa kini di tengah peliknya rutinitas Ibu Kota. Baginya, gagasan yang disampaikan pada setiap bingkai foto menyimpan hal unik dan mampu menginspirasi publik.
&quot;Kami dari Pemda tentunya sangat mendukung ide-ide yang seperti ini. Mudah-mudahan bisa membangkitkan minat generasi muda lain untuk berkarya seperti dia,&quot; tambahnya.Sementara itu, sang fotografer George Timothy yang memprakarsa  pameran ini mengungkapkan bahwa dirinya melihat angle berbeda atas  kondisi yang ia temui ketika menjelajah Ibu Kota.
Untuk  merealisasikan pameran itu, ia berkeliling wilayah Jakarta selama 24 jam  non-stop dan mengabadikan 100 citra seseorang lintas profesi dan  generasi. George berharap hal ini bisa menyadarkan kaum milenial yang  hari ini menjalani hidup cenderung individualistis.
&quot;Saya ingin  menginspirasi banyak generasi muda. Kebetulan di Jakarta ini aku  kepikiran caranya kita merangkul orang-orang sekitar kita sebagai  pahlawan,&quot; kata George di tempat yang sama.
&quot;Kita semua memiliki  kesamaan yakni berjuang tanpa kenal lelah, untuk keluarga, orang  terkasih, dan untuk kepentingan khalayak ramai,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Deputi Gubernur Bidang Pariwisata Dadang Solihin mengapresiasi pameran foto yang mengangkat tema wajah-wajah pahlawan dari berbagai macam sudut pandang yang terdapat di sekeliling masyarakat.
Menurut Dadang, pameran foto tersebut merupakan upaya memaknai sosok pahlawan dari sudut pandang berbeda. Pasalnya, 100 citra wajah yang dipamerkan adalah sosok pahlawan bagi kehidupan masyarakat masing-masing.
Selain itu, pameran foto ini mempunyai tujuan untuk mengedukasi dan menyadarkan publik khususnya kaum milenial untuk mengenang jasa para pahlawan yang mungkin luput dari perhatian.
&quot;Ternyata pahlawan itu banyak warna, banyak ragam dan banyak versi. Seseorang yang memperjuangkan apakah keluarganya, dirinya, bangsanya, apa daerahnya. Itu bisa disebut pahlawan,&quot; ucapnya di Kampanye sosial bertajuk &quot;100 Faces of Heroes in 24 Hours By George Timothy&quot; di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (6/12/2019).

Baca Juga: Disparbud DKI Targetkan 2,9 Juta Wisman Berkunjung ke Jakarta pada 2019
Dadang menilai sang fotografer sangat peka dan mampu mengombinasikan sosok pahlawan masa kini di tengah peliknya rutinitas Ibu Kota. Baginya, gagasan yang disampaikan pada setiap bingkai foto menyimpan hal unik dan mampu menginspirasi publik.
&quot;Kami dari Pemda tentunya sangat mendukung ide-ide yang seperti ini. Mudah-mudahan bisa membangkitkan minat generasi muda lain untuk berkarya seperti dia,&quot; tambahnya.Sementara itu, sang fotografer George Timothy yang memprakarsa  pameran ini mengungkapkan bahwa dirinya melihat angle berbeda atas  kondisi yang ia temui ketika menjelajah Ibu Kota.
Untuk  merealisasikan pameran itu, ia berkeliling wilayah Jakarta selama 24 jam  non-stop dan mengabadikan 100 citra seseorang lintas profesi dan  generasi. George berharap hal ini bisa menyadarkan kaum milenial yang  hari ini menjalani hidup cenderung individualistis.
&quot;Saya ingin  menginspirasi banyak generasi muda. Kebetulan di Jakarta ini aku  kepikiran caranya kita merangkul orang-orang sekitar kita sebagai  pahlawan,&quot; kata George di tempat yang sama.
&quot;Kita semua memiliki  kesamaan yakni berjuang tanpa kenal lelah, untuk keluarga, orang  terkasih, dan untuk kepentingan khalayak ramai,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
