<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Bamsoet Buka Peluang KPK Masuk Amandemen UUD 1945   </title><description>Bambang Soesatyo (Bamsoet) membuka peluang lembaga antikorupsi masuk dalam wacana amandemen UUD 1945.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/09/337/2139726/bamsoet-buka-peluang-kpk-masuk-amandemen-uud-1945</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/12/09/337/2139726/bamsoet-buka-peluang-kpk-masuk-amandemen-uud-1945"/><item><title> Bamsoet Buka Peluang KPK Masuk Amandemen UUD 1945   </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/09/337/2139726/bamsoet-buka-peluang-kpk-masuk-amandemen-uud-1945</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/12/09/337/2139726/bamsoet-buka-peluang-kpk-masuk-amandemen-uud-1945</guid><pubDate>Senin 09 Desember 2019 14:39 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/09/337/2139726/bamsoet-buka-peluang-kpk-masuk-amandemen-uud-1945-Zu4AstFPdQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua MPR, Bambang Soesatyo (foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/09/337/2139726/bamsoet-buka-peluang-kpk-masuk-amandemen-uud-1945-Zu4AstFPdQ.jpg</image><title>Ketua MPR, Bambang Soesatyo (foto: Okezone.com)</title></images><description>
JAKARTA - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Bambang Soesatyo (Bamsoet) membuka peluang lembaga antikorupsi masuk dalam wacana amandemen UUD 1945. MPR, kata dia, hingga kini masih mendengarkan aspirasi dari berbagai pihak.

&quot;Kalau desakan publik memang harus KPK masuk dalam UUD 1945 kenapa tidak?&quot; kata Bamsoet usai menghadiri Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2019 di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019).
&amp;nbsp;Baca juga: Demokrat Sejalan dengan Jokowi soal Amandemen UUD 1945
Bamsoet mengatakan, MPR membuka ruang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk menyampaikan aspirasi terkait wacana amandemen UUD 1945. Apalagi, dia melihat keberadaan lembaga antirasuah saat ini sangat penting untuk rakyat.

&quot;Kita membuka ruang kepada siapapun yang memiliki aspirasi apalagi tugas-tugas KPK sangat penting bagi urat nadi ekonomi kita. Maka, manakala rakyat menghendaki agar KPK masuk dalam konstitusi, kita buka pintunya lebar-lebar,&quot; tuturnya.
Baca juga: PDIP Minta Jokowi Tak Terlalu Emosional Tanggapi Wacana Amandemen UUD 1945
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang ingin agar badan-badan antikorupsi masuk ke dalam konstitusi negara. Menurut Saut hal itu lebih baik ketimbang mewacanakan penambahan masa jabatan Presiden dalam amandemen UUD 1945.

&quot;Badan-badan antikorupsi ini harus masuk di dalam konstitusi negara kita. Jadi ini bicara amandemen, jangan bicara periode tiga periode dua. Itu lebih bagus,&quot; kata Saut di Jakarta, Minggu 8 Desember 2019.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Bambang Soesatyo (Bamsoet) membuka peluang lembaga antikorupsi masuk dalam wacana amandemen UUD 1945. MPR, kata dia, hingga kini masih mendengarkan aspirasi dari berbagai pihak.

&quot;Kalau desakan publik memang harus KPK masuk dalam UUD 1945 kenapa tidak?&quot; kata Bamsoet usai menghadiri Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2019 di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019).
&amp;nbsp;Baca juga: Demokrat Sejalan dengan Jokowi soal Amandemen UUD 1945
Bamsoet mengatakan, MPR membuka ruang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk menyampaikan aspirasi terkait wacana amandemen UUD 1945. Apalagi, dia melihat keberadaan lembaga antirasuah saat ini sangat penting untuk rakyat.

&quot;Kita membuka ruang kepada siapapun yang memiliki aspirasi apalagi tugas-tugas KPK sangat penting bagi urat nadi ekonomi kita. Maka, manakala rakyat menghendaki agar KPK masuk dalam konstitusi, kita buka pintunya lebar-lebar,&quot; tuturnya.
Baca juga: PDIP Minta Jokowi Tak Terlalu Emosional Tanggapi Wacana Amandemen UUD 1945
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang ingin agar badan-badan antikorupsi masuk ke dalam konstitusi negara. Menurut Saut hal itu lebih baik ketimbang mewacanakan penambahan masa jabatan Presiden dalam amandemen UUD 1945.

&quot;Badan-badan antikorupsi ini harus masuk di dalam konstitusi negara kita. Jadi ini bicara amandemen, jangan bicara periode tiga periode dua. Itu lebih bagus,&quot; kata Saut di Jakarta, Minggu 8 Desember 2019.
</content:encoded></item></channel></rss>
