<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Isak Tangis Sambut Jenazah Mahasiswi Bengkulu yang Tewas Terikat Tanpa Busana</title><description>Isak tangis keluarga pecah saat menyambut jenazah Wina Mardiani yang ditemukan meninggal dunia</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/10/340/2139972/isak-tangis-sambut-jenazah-mahasiswi-bengkulu-yang-tewas-terikat-tanpa-busana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/12/10/340/2139972/isak-tangis-sambut-jenazah-mahasiswi-bengkulu-yang-tewas-terikat-tanpa-busana"/><item><title>Isak Tangis Sambut Jenazah Mahasiswi Bengkulu yang Tewas Terikat Tanpa Busana</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/10/340/2139972/isak-tangis-sambut-jenazah-mahasiswi-bengkulu-yang-tewas-terikat-tanpa-busana</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/12/10/340/2139972/isak-tangis-sambut-jenazah-mahasiswi-bengkulu-yang-tewas-terikat-tanpa-busana</guid><pubDate>Selasa 10 Desember 2019 02:33 WIB</pubDate><dc:creator>Demon Fajri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/10/340/2139972/isak-tangis-sambut-jenazah-mahasiswi-bengkulu-yang-tewas-terikat-tanpa-busana-0Bm4yWG8G9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Prosesi Jelang Pemakaman Wina (Foto: Okezone/Demon)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/10/340/2139972/isak-tangis-sambut-jenazah-mahasiswi-bengkulu-yang-tewas-terikat-tanpa-busana-0Bm4yWG8G9.jpg</image><title>Prosesi Jelang Pemakaman Wina (Foto: Okezone/Demon)</title></images><description>BENGKULU - Isak tangis keluarga pecah saat menyambut jenazah Wina Mardiani (20) mahasiswi asal desa Medan Jaya kecamatan Ipuh, kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, yang ditemukan meninggal dunia tak jauh dari tempat kostnya, Minggu 8 Desember 2019.
Pemakaman anak pertama dari tiga bersaudara itu di Tempat Pemakaman Umum (TPU), desa Pasar Baru kecamatan Ipuh kabupaten Mukomuko, Senin (9/12/2019), sekira pukul 19.01 WIB.
Sebelumnya jenazah Wina diotopsi tim forensik Mabes Polri dan Polda Sumatera Selatan. Jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di desa Medan Jaya kecamatan Ipuh kabupaten Mukomuko, untuk disemayamkan dan langsung dikembumikan.
Kedatangan jenazah korban di rumah duka yang di bawa menggunakan mobil ambulance milik, pemerintah kota (Pemkot) kota Bengkulu disambut isak tangis anggota keluarga dan rekan korban.
Tidak kurang dari ratusan masyarakat setempat menyambut kedatangan mahasiswi Universitas Bengkulu (Unib) semester V  itu di rumah duka. Selain itu, kedatangan jenazah korban pun disambut dengan hujan dengan intensitas ringan.
&quot;Anak saya dikebumikan di pemakaman desa Pasar Baru,&quot; sampai ayah korban, Aguswandi, Senin 9 Desember 2019 malam.

Baca Juga: Mahasiswi di Bengkulu yang Tewas dengan Kaki Terikat Diduga Dibunuh Penjaga Kos
Sebagaimana diketahui, Wina Mardiani (20) mahasiswi fakultas ekonomi dan bisnis, Universitas Bengkulu (Unib), ditemukan meninggal dunia, Minggu 8 Desember 2019, sekira pukul 17.06 WIB.
Perempuan kelahiran, kecamatan Ipuh kabupaten Mukomuko, 23 Maret 1999, itu ditemukan tidak bernyawa tak jauh dari tempat kost-nya atau sekira 100 meter. Tepatnya, di areal rawa perkebunan sawit bekas areal persawahan.Wina ditemukan di bekalang kost-nya,  di jalan WR Supratman kelurahan Kandang Limun kecamatan Muara  Bangkahulu kota Bengkulu provinsi Bengkulu.
Saat ditemukan anak  pasangan suami istri (Pasutri) Aguswandi dan Ani ini dalam keadaan  terkubur, dengan kedalamaan sekira 1,5 meter atau setara dengan dada  orang dewasa.
Saat ditemukan posisi tubuh korban dalam keadaan  tertelungkup, dengan lebar galian sekira 60 cm dan panjang sekira 1,5  meter. Saat ditemukan di bagian atas galian terdapat sebatang tanaman  keladi yang diduga baru ditanam.

Tidak hanya itu, saat ditemukan  kepala korban tertutup dengan karung hingga bahu, dengan posisi tangan  dan kaki dalam keadaan terikat tanpa mengenakan busana. Selain itu,  disekujur tubuh korban diduga juga di lumuri minyak.
Untuk  menghilangkan jejak, galian sedalam dada orang dewasa itu diberi tanaman  keladi. Di dalam galain itu terdapat bekas pecahan bangunan berupa batu  bata, empat buah batu koral berukuran besar serta kelapa tua yang sudah  bangking.
Tak jauh dari lokasi penemuan jenazah atau sekira 20 meter, ditemukan  cangkul, skop dan satu buah ember serta satu sendal korban yang  diketahui baru di beli.</description><content:encoded>BENGKULU - Isak tangis keluarga pecah saat menyambut jenazah Wina Mardiani (20) mahasiswi asal desa Medan Jaya kecamatan Ipuh, kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, yang ditemukan meninggal dunia tak jauh dari tempat kostnya, Minggu 8 Desember 2019.
Pemakaman anak pertama dari tiga bersaudara itu di Tempat Pemakaman Umum (TPU), desa Pasar Baru kecamatan Ipuh kabupaten Mukomuko, Senin (9/12/2019), sekira pukul 19.01 WIB.
Sebelumnya jenazah Wina diotopsi tim forensik Mabes Polri dan Polda Sumatera Selatan. Jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di desa Medan Jaya kecamatan Ipuh kabupaten Mukomuko, untuk disemayamkan dan langsung dikembumikan.
Kedatangan jenazah korban di rumah duka yang di bawa menggunakan mobil ambulance milik, pemerintah kota (Pemkot) kota Bengkulu disambut isak tangis anggota keluarga dan rekan korban.
Tidak kurang dari ratusan masyarakat setempat menyambut kedatangan mahasiswi Universitas Bengkulu (Unib) semester V  itu di rumah duka. Selain itu, kedatangan jenazah korban pun disambut dengan hujan dengan intensitas ringan.
&quot;Anak saya dikebumikan di pemakaman desa Pasar Baru,&quot; sampai ayah korban, Aguswandi, Senin 9 Desember 2019 malam.

Baca Juga: Mahasiswi di Bengkulu yang Tewas dengan Kaki Terikat Diduga Dibunuh Penjaga Kos
Sebagaimana diketahui, Wina Mardiani (20) mahasiswi fakultas ekonomi dan bisnis, Universitas Bengkulu (Unib), ditemukan meninggal dunia, Minggu 8 Desember 2019, sekira pukul 17.06 WIB.
Perempuan kelahiran, kecamatan Ipuh kabupaten Mukomuko, 23 Maret 1999, itu ditemukan tidak bernyawa tak jauh dari tempat kost-nya atau sekira 100 meter. Tepatnya, di areal rawa perkebunan sawit bekas areal persawahan.Wina ditemukan di bekalang kost-nya,  di jalan WR Supratman kelurahan Kandang Limun kecamatan Muara  Bangkahulu kota Bengkulu provinsi Bengkulu.
Saat ditemukan anak  pasangan suami istri (Pasutri) Aguswandi dan Ani ini dalam keadaan  terkubur, dengan kedalamaan sekira 1,5 meter atau setara dengan dada  orang dewasa.
Saat ditemukan posisi tubuh korban dalam keadaan  tertelungkup, dengan lebar galian sekira 60 cm dan panjang sekira 1,5  meter. Saat ditemukan di bagian atas galian terdapat sebatang tanaman  keladi yang diduga baru ditanam.

Tidak hanya itu, saat ditemukan  kepala korban tertutup dengan karung hingga bahu, dengan posisi tangan  dan kaki dalam keadaan terikat tanpa mengenakan busana. Selain itu,  disekujur tubuh korban diduga juga di lumuri minyak.
Untuk  menghilangkan jejak, galian sedalam dada orang dewasa itu diberi tanaman  keladi. Di dalam galain itu terdapat bekas pecahan bangunan berupa batu  bata, empat buah batu koral berukuran besar serta kelapa tua yang sudah  bangking.
Tak jauh dari lokasi penemuan jenazah atau sekira 20 meter, ditemukan  cangkul, skop dan satu buah ember serta satu sendal korban yang  diketahui baru di beli.</content:encoded></item></channel></rss>
