<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Setelah Dua Tahun, Duterte Akan Cabut Darurat Militer di Filipina Selatan </title><description>Status darurat militer di Mindanao diberlakukan setelah serangan militan ke Kota Marawi pada 2017.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/11/18/2140521/setelah-dua-tahun-duterte-akan-cabut-darurat-militer-di-filipina-selatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/12/11/18/2140521/setelah-dua-tahun-duterte-akan-cabut-darurat-militer-di-filipina-selatan"/><item><title>Setelah Dua Tahun, Duterte Akan Cabut Darurat Militer di Filipina Selatan </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/11/18/2140521/setelah-dua-tahun-duterte-akan-cabut-darurat-militer-di-filipina-selatan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/12/11/18/2140521/setelah-dua-tahun-duterte-akan-cabut-darurat-militer-di-filipina-selatan</guid><pubDate>Rabu 11 Desember 2019 11:21 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/11/18/2140521/setelah-dua-tahun-duterte-akan-cabut-darurat-militer-di-filipina-selatan-xTfshndGgw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/11/18/2140521/setelah-dua-tahun-duterte-akan-cabut-darurat-militer-di-filipina-selatan-xTfshndGgw.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>MANILA - Presiden Rodrigo Duterte telah memutuskan untuk mengakhiri status darurat militer di Selatan Filipina yang telah berlaku selama lebih dari dua tahun setelah pasukan pemerintah melemahkan kelompok-kelompok militan Islam di sana dengan penangkapan dan pembunuhan para pemimpin mereka. Hal itu diungkapkan juru bicara kepresidenan Filipina pada Selasa, 10 Desember.
Duterte menempatkan wilayah Mindanao di bawah darurat militer setelah ratusan militan lokal yang bersekutu dengan kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) menduduki bangunan, distrik komersial dan komunitas di Kota Marawi mulai 23 Mei 2017. Insiden itu merupakan krisis keamanan terburuk yang pernah dihadapi Duterte.
BACA JUGA: Kepemimpinan Maute Hancur, Militer Filipina Yakin Pertempuran Marawi Segera Berakhir
Pasukan Filipina menumpas pendudukan militan itu setelah lima bulan serangan udara dan serangan darat dengan bantuan pesawat pengintai Amerika Serikat (AS) dan Australia, tetapi Kongres tiga kali menyetujui perpanjangan status darurat militer di Mindanao setelah Duterte memperingatkan bahwa gerilyawan terus merekrut pejuang dan merencanakan serangan.
Juru Bicara Kepresidenan, Salvador Panelo mengatakan bahwa Duterte memutuskan untuk tidak memperpanjang darurat militer, yang berakhir pada akhir tahun ini. Keputusan itu diambil setelah penasihat pertahanan dan keamanannya memberikan penilaian bahwa &quot;pemberontakan teroris dan ekstremis&quot; telah melemah dengan kehilangan para pemimpinnya dan terlihat adanya penurunan dalam kejahatan di kawasan itu.
BACA JUGA: Polemik Perpanjangan Status Darurat Militer di Marawi hingga Disetujui Parlemen Filipina
&quot;Istana yakin pada kemampuan pasukan keamanan kami dalam menjaga perdamaian dan keamanan Mindanao tanpa memperpanjang darurat militer,&quot; kata Panelo dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilansir Associated Press, Rabu (11/12/2019).
&quot;Orang-orang dari Mindanao yakin bahwa setiap ancaman besar yang baru jadi di wilayah ini akan dihancurkan sejak awal.&quot;

Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana mengatakan kepada Duterte bahwa  gerilyawan di Mindanao tidak dapat lagi melakukan serangan seperti  pengepungan di Marawi. Dia juga mengatakan bahwa pasukan Filipina juga  telah membuat kemajuan yang signifikan dalam upaya untuk mengalahkan  pemberontakan komunis yang telah berlangsung puluhan tahun di wilayah  tersebut.
Pengeboman bunuh diri oleh militan yang terkait ISIS telah  mengguncang provinsi selatan Sulu tahun ini, termasuk insiden pertama  yang dilakukan oleh seorang militan Filipina, tetapi Lorenzana yakin  bahwa pasukan pemerintah &quot;dapat menjaga perdamaian dan ketertiban di  sana dan meningkatkannya lebih lanjut, menjadikannya lebih damai, tanpa  darurat militer&quot;.</description><content:encoded>MANILA - Presiden Rodrigo Duterte telah memutuskan untuk mengakhiri status darurat militer di Selatan Filipina yang telah berlaku selama lebih dari dua tahun setelah pasukan pemerintah melemahkan kelompok-kelompok militan Islam di sana dengan penangkapan dan pembunuhan para pemimpin mereka. Hal itu diungkapkan juru bicara kepresidenan Filipina pada Selasa, 10 Desember.
Duterte menempatkan wilayah Mindanao di bawah darurat militer setelah ratusan militan lokal yang bersekutu dengan kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) menduduki bangunan, distrik komersial dan komunitas di Kota Marawi mulai 23 Mei 2017. Insiden itu merupakan krisis keamanan terburuk yang pernah dihadapi Duterte.
BACA JUGA: Kepemimpinan Maute Hancur, Militer Filipina Yakin Pertempuran Marawi Segera Berakhir
Pasukan Filipina menumpas pendudukan militan itu setelah lima bulan serangan udara dan serangan darat dengan bantuan pesawat pengintai Amerika Serikat (AS) dan Australia, tetapi Kongres tiga kali menyetujui perpanjangan status darurat militer di Mindanao setelah Duterte memperingatkan bahwa gerilyawan terus merekrut pejuang dan merencanakan serangan.
Juru Bicara Kepresidenan, Salvador Panelo mengatakan bahwa Duterte memutuskan untuk tidak memperpanjang darurat militer, yang berakhir pada akhir tahun ini. Keputusan itu diambil setelah penasihat pertahanan dan keamanannya memberikan penilaian bahwa &quot;pemberontakan teroris dan ekstremis&quot; telah melemah dengan kehilangan para pemimpinnya dan terlihat adanya penurunan dalam kejahatan di kawasan itu.
BACA JUGA: Polemik Perpanjangan Status Darurat Militer di Marawi hingga Disetujui Parlemen Filipina
&quot;Istana yakin pada kemampuan pasukan keamanan kami dalam menjaga perdamaian dan keamanan Mindanao tanpa memperpanjang darurat militer,&quot; kata Panelo dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilansir Associated Press, Rabu (11/12/2019).
&quot;Orang-orang dari Mindanao yakin bahwa setiap ancaman besar yang baru jadi di wilayah ini akan dihancurkan sejak awal.&quot;

Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana mengatakan kepada Duterte bahwa  gerilyawan di Mindanao tidak dapat lagi melakukan serangan seperti  pengepungan di Marawi. Dia juga mengatakan bahwa pasukan Filipina juga  telah membuat kemajuan yang signifikan dalam upaya untuk mengalahkan  pemberontakan komunis yang telah berlangsung puluhan tahun di wilayah  tersebut.
Pengeboman bunuh diri oleh militan yang terkait ISIS telah  mengguncang provinsi selatan Sulu tahun ini, termasuk insiden pertama  yang dilakukan oleh seorang militan Filipina, tetapi Lorenzana yakin  bahwa pasukan pemerintah &quot;dapat menjaga perdamaian dan ketertiban di  sana dan meningkatkannya lebih lanjut, menjadikannya lebih damai, tanpa  darurat militer&quot;.</content:encoded></item></channel></rss>
