<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPK Abadikan 2 Korban Tewas Aksi #ReformasiDikorupsi Sebagai Nama Ruangan </title><description>Dua korban yang gugur yakni, Randi dan Yusuf Kardawi yang merupakan mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/12/337/2141134/kpk-abadikan-2-korban-tewas-aksi-reformasidikorupsi-sebagai-nama-ruangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/12/12/337/2141134/kpk-abadikan-2-korban-tewas-aksi-reformasidikorupsi-sebagai-nama-ruangan"/><item><title>KPK Abadikan 2 Korban Tewas Aksi #ReformasiDikorupsi Sebagai Nama Ruangan </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/12/337/2141134/kpk-abadikan-2-korban-tewas-aksi-reformasidikorupsi-sebagai-nama-ruangan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/12/12/337/2141134/kpk-abadikan-2-korban-tewas-aksi-reformasidikorupsi-sebagai-nama-ruangan</guid><pubDate>Kamis 12 Desember 2019 16:09 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/12/337/2141134/kpk-abadikan-2-korban-tewas-aksi-reformasidikorupsi-sebagai-nama-ruangan-0A8BTuh0uR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Keluarga Randi dan Yusuf Kardawi, mahasiswa korban tewas dalam aksi demonstrasi #ReformasiDikorupsi audiensi ke KPK (Foto: Okezone/Arie Dwi Satrio)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/12/337/2141134/kpk-abadikan-2-korban-tewas-aksi-reformasidikorupsi-sebagai-nama-ruangan-0A8BTuh0uR.jpg</image><title>Keluarga Randi dan Yusuf Kardawi, mahasiswa korban tewas dalam aksi demonstrasi #ReformasiDikorupsi audiensi ke KPK (Foto: Okezone/Arie Dwi Satrio)</title></images><description>JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima audiensi dari keluarga korban yang gugur dalam aksi demonstrasi di Kendari, Sulawesi Tenggara pada 26 September 2019. Aksi demonstrasi berjilid dengan mengangkat tema #ReformasiDikorupsi yang digelar di berbagai daerah termasuk Kendari itu berkaitan dengan penolakan terhadap revisi Undang-Undang (UU) KPK.
Dalam aksi di Kendari, terdapat dua korban yang gugur. Keduanya yakni, Randi dan Yusuf Kardawi yang merupakan mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari. Randi tewas terkena peluru polisi. Sedangkan Yusuf, disebut tewas karena luka cedera.
Baca Juga: ICW : Siapapun yang Jadi Dewan Pengawas, Tidak Mengubah Keadaan KPK

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, keluarga Randi dan Yusuf ditemui langsung oleh pimpinan KPK, Agus Rahardjo dan Saut Situmorang. Dalam pertemuan itu, kata Febri, Ketua KPK, Agus Rahardjo berjanji akan mengabadikan Yusuf dan Randi sebagai nama ruangan di Gedung KPK lama.
&quot;Ketua KPK memandang Randi dan Yusuf adalah pahlawan. Kami ingin nanti ada ruang di KPK yang diberi nama ruang Randi dan Yusuf. Agar kami juga terus mengingatnya dan menjadi simbol perjuangan melawan korupsi,&quot; kata Febri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (12/12/2019).
Baca Juga:&amp;nbsp;Istana Tegaskan Penunjukkan Yusril dan Ruki Jadi Dewas KPK Belum Final&amp;nbsp;
Adapun, keluarga Randi yang menyambangi KPK yakni, ayahnya, La Sali dan ibunya, Nasrifa. Sementara perwakilan keluarga almarhum Yusuf yakni ibunya, Endang Yulidah dan adiknya, Ahmad Fauzi.
&quot;Para keluarga didampingi oleh perwakilan mahasiswa dari Kendari, tim dari Muhammadiyah dan KontraS,&quot; ucapnya.
KPK menganggap Randi dan Yusuf adalah pahlawan #ReformasiDikorupsi. Pengorbanan keduanya merupakan perjuangan untuk melawan pelemahan KPK. Oleh karenanya, KPK akan mengabadikan nama Randi dan Yusuf di sebuah ruangan dalam gedung KPK.
&quot;Lebih dari itu, kita memang harus berjuang bersama dan terus menerus untuk memberantas korupsi sekaligus meminta kasus-kasus ini diungkap, pelakunya ditemukan. Termasuk juga korban-korban lain yang berjuang untuk pemberantasan korupsi,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima audiensi dari keluarga korban yang gugur dalam aksi demonstrasi di Kendari, Sulawesi Tenggara pada 26 September 2019. Aksi demonstrasi berjilid dengan mengangkat tema #ReformasiDikorupsi yang digelar di berbagai daerah termasuk Kendari itu berkaitan dengan penolakan terhadap revisi Undang-Undang (UU) KPK.
Dalam aksi di Kendari, terdapat dua korban yang gugur. Keduanya yakni, Randi dan Yusuf Kardawi yang merupakan mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari. Randi tewas terkena peluru polisi. Sedangkan Yusuf, disebut tewas karena luka cedera.
Baca Juga: ICW : Siapapun yang Jadi Dewan Pengawas, Tidak Mengubah Keadaan KPK

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, keluarga Randi dan Yusuf ditemui langsung oleh pimpinan KPK, Agus Rahardjo dan Saut Situmorang. Dalam pertemuan itu, kata Febri, Ketua KPK, Agus Rahardjo berjanji akan mengabadikan Yusuf dan Randi sebagai nama ruangan di Gedung KPK lama.
&quot;Ketua KPK memandang Randi dan Yusuf adalah pahlawan. Kami ingin nanti ada ruang di KPK yang diberi nama ruang Randi dan Yusuf. Agar kami juga terus mengingatnya dan menjadi simbol perjuangan melawan korupsi,&quot; kata Febri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (12/12/2019).
Baca Juga:&amp;nbsp;Istana Tegaskan Penunjukkan Yusril dan Ruki Jadi Dewas KPK Belum Final&amp;nbsp;
Adapun, keluarga Randi yang menyambangi KPK yakni, ayahnya, La Sali dan ibunya, Nasrifa. Sementara perwakilan keluarga almarhum Yusuf yakni ibunya, Endang Yulidah dan adiknya, Ahmad Fauzi.
&quot;Para keluarga didampingi oleh perwakilan mahasiswa dari Kendari, tim dari Muhammadiyah dan KontraS,&quot; ucapnya.
KPK menganggap Randi dan Yusuf adalah pahlawan #ReformasiDikorupsi. Pengorbanan keduanya merupakan perjuangan untuk melawan pelemahan KPK. Oleh karenanya, KPK akan mengabadikan nama Randi dan Yusuf di sebuah ruangan dalam gedung KPK.
&quot;Lebih dari itu, kita memang harus berjuang bersama dan terus menerus untuk memberantas korupsi sekaligus meminta kasus-kasus ini diungkap, pelakunya ditemukan. Termasuk juga korban-korban lain yang berjuang untuk pemberantasan korupsi,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
