<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Seperti Interview Kerja, Terungkap Pertanyaan Jokowi saat Rekrut Stafsus Milenial</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk tujuh staf khusus (stafsus) dari kalangan milenial.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/13/337/2141747/seperti-interview-kerja-terungkap-pertanyaan-jokowi-saat-rekrut-stafsus-milenial</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/12/13/337/2141747/seperti-interview-kerja-terungkap-pertanyaan-jokowi-saat-rekrut-stafsus-milenial"/><item><title>Seperti Interview Kerja, Terungkap Pertanyaan Jokowi saat Rekrut Stafsus Milenial</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/13/337/2141747/seperti-interview-kerja-terungkap-pertanyaan-jokowi-saat-rekrut-stafsus-milenial</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/12/13/337/2141747/seperti-interview-kerja-terungkap-pertanyaan-jokowi-saat-rekrut-stafsus-milenial</guid><pubDate>Jum'at 13 Desember 2019 21:10 WIB</pubDate><dc:creator>Hambali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/13/337/2141747/seperti-interview-kerja-terungkap-pertanyaan-jokowi-saat-rekrut-stafsus-milenial-fyn6BW13wt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Stafsus Presiden, Angkie Yudistia </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/13/337/2141747/seperti-interview-kerja-terungkap-pertanyaan-jokowi-saat-rekrut-stafsus-milenial-fyn6BW13wt.jpg</image><title>Stafsus Presiden, Angkie Yudistia </title></images><description>TANGERANG SELATAN - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk tujuh staf khusus (stafsus) dari kalangan milenial. Stafsus tersebut diproyeksikan sebagai pembisik Jokowi dalam implementasi program di periode kedua.
Salah satu stafsus milenial yang menarik perhatian adalah Angkie Yudistia, yang merupakan penyandang disabilitas tunarungu yang ditunjuk menjadi staf khusus dan jubir presiden di bidang sosial.
Angkie yang sering melakukan kegiatan sosial memaparkan proses dirinya ditunjuk Jokowi menjadi staf khusus. Menurutnya, Jokowi menanyakan beberapa hal terkait visi dan misi Angkie jika ditunjuk menjadi stafsus. Ia berkelakar bahwa proses tersebut seperti interview kerja.

&quot;Ketika pertemuan dengan Bapak Presiden Jokowi, Pak Presiden Jokowi mempertanyakan satu hal, 'Apa yang kamu lakukan dan apa harapan ke depan?'. Nah, jadi, pembicaraan lanjut itu kita melalui proses-proses yang cukup panjang untuk melakukan asesmen sebagai Stafsus,&quot; jelas Angkie kepada wartawan, dalam acara bimbingan teknis kader PKPI, Jumat (13/12/2019).
Baca Juga: 7 Stafsus dari Kalangan Milenial Harus Selaras dengan Visi Jokowi
Angkie mengisahkan, ditunjuknya ia sebagai Stafsus dan merangkap menjadi Jubir Presiden Bidang Sosial adalah suatu kehormatan terbesar bagi dirinya sendiri dan orang-orang disekitarnya.
Angkie juga mengharapkan Pilkada 2020 banyak diisi oleh para penyandang disabilitas seperti dirinya. Menurut Angkie, peran kaum disabilitas dalam politik sangat minim, hal itulah yang membuat orang dengan kebutuhan khusus minder. Padahal, menurutnya, Presiden sangat peduli dengan kaum disabilitas.&quot;Di politik teman-teman, disabilitas itu sangat minus sekali.  Artinya, kita juga membutuhkan sosok penyandang disabilitas yang ikut  berpartisipasi di politik, sehingga ketika kita lagi ingin melakukan  perubahan kita bisa dibantu baik dari lingkungan dalam dan lingkungan  luar,&quot; jelasnya.
Namun, Angkie menjelaskan, posisinya yang menjadi Stafsus Presiden  bukanlah posisi pelaksana. Hanya pembisik presiden dan kementerian akan  suatu tatanan yang menurutnya ideal.
&quot;Kita ini non-struktural yang memberikan inovasi kepada presiden. Dan  kita tidak melakukan eksekusi. Tapi, input-input yang kita berikan  kepada presiden ini kita berkolaborasi eksekusi kepada  kementerian-kementerian terkait,&quot; jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum PKPI, Diaz Hendropriyono tak akan  &quot;menggunakan&quot; Angkie untuk menjadi juru kampanye di Pilkada 2020. Diaz  menuturkan, tugas Angkie menjadi stafsus dan jubir Presiden di bidang  sosial sudah berat.
&quot;Sepertinya akan fokus di Stafsus, karena ketika Angkie sudah diminta  untuk membantu Pak Presiden menjadi Jubir, saya rasa workload-nya sudah  terlalu banyak di sana. Angkie sendiri juga sudah bilang dua minggu  seminggu terakhir ini, sudah pusing lah, terlalu banyak. Kasihan dia  nanti kalau kita tambahkan pekerjaan ini itu ini itu. Dan ketika kita  tidak memberikan Angkie kepada Pak Presiden, artinya kita 100% mendukung  kegiatan Pak Jokowi, dan kita PKPI secara partai mendukung Angkie dari  belakang,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>TANGERANG SELATAN - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk tujuh staf khusus (stafsus) dari kalangan milenial. Stafsus tersebut diproyeksikan sebagai pembisik Jokowi dalam implementasi program di periode kedua.
Salah satu stafsus milenial yang menarik perhatian adalah Angkie Yudistia, yang merupakan penyandang disabilitas tunarungu yang ditunjuk menjadi staf khusus dan jubir presiden di bidang sosial.
Angkie yang sering melakukan kegiatan sosial memaparkan proses dirinya ditunjuk Jokowi menjadi staf khusus. Menurutnya, Jokowi menanyakan beberapa hal terkait visi dan misi Angkie jika ditunjuk menjadi stafsus. Ia berkelakar bahwa proses tersebut seperti interview kerja.

&quot;Ketika pertemuan dengan Bapak Presiden Jokowi, Pak Presiden Jokowi mempertanyakan satu hal, 'Apa yang kamu lakukan dan apa harapan ke depan?'. Nah, jadi, pembicaraan lanjut itu kita melalui proses-proses yang cukup panjang untuk melakukan asesmen sebagai Stafsus,&quot; jelas Angkie kepada wartawan, dalam acara bimbingan teknis kader PKPI, Jumat (13/12/2019).
Baca Juga: 7 Stafsus dari Kalangan Milenial Harus Selaras dengan Visi Jokowi
Angkie mengisahkan, ditunjuknya ia sebagai Stafsus dan merangkap menjadi Jubir Presiden Bidang Sosial adalah suatu kehormatan terbesar bagi dirinya sendiri dan orang-orang disekitarnya.
Angkie juga mengharapkan Pilkada 2020 banyak diisi oleh para penyandang disabilitas seperti dirinya. Menurut Angkie, peran kaum disabilitas dalam politik sangat minim, hal itulah yang membuat orang dengan kebutuhan khusus minder. Padahal, menurutnya, Presiden sangat peduli dengan kaum disabilitas.&quot;Di politik teman-teman, disabilitas itu sangat minus sekali.  Artinya, kita juga membutuhkan sosok penyandang disabilitas yang ikut  berpartisipasi di politik, sehingga ketika kita lagi ingin melakukan  perubahan kita bisa dibantu baik dari lingkungan dalam dan lingkungan  luar,&quot; jelasnya.
Namun, Angkie menjelaskan, posisinya yang menjadi Stafsus Presiden  bukanlah posisi pelaksana. Hanya pembisik presiden dan kementerian akan  suatu tatanan yang menurutnya ideal.
&quot;Kita ini non-struktural yang memberikan inovasi kepada presiden. Dan  kita tidak melakukan eksekusi. Tapi, input-input yang kita berikan  kepada presiden ini kita berkolaborasi eksekusi kepada  kementerian-kementerian terkait,&quot; jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum PKPI, Diaz Hendropriyono tak akan  &quot;menggunakan&quot; Angkie untuk menjadi juru kampanye di Pilkada 2020. Diaz  menuturkan, tugas Angkie menjadi stafsus dan jubir Presiden di bidang  sosial sudah berat.
&quot;Sepertinya akan fokus di Stafsus, karena ketika Angkie sudah diminta  untuk membantu Pak Presiden menjadi Jubir, saya rasa workload-nya sudah  terlalu banyak di sana. Angkie sendiri juga sudah bilang dua minggu  seminggu terakhir ini, sudah pusing lah, terlalu banyak. Kasihan dia  nanti kalau kita tambahkan pekerjaan ini itu ini itu. Dan ketika kita  tidak memberikan Angkie kepada Pak Presiden, artinya kita 100% mendukung  kegiatan Pak Jokowi, dan kita PKPI secara partai mendukung Angkie dari  belakang,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
