<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Dalami Video Viral Aparat Aniaya Warga saat Penggusuran Tamansari</title><description>Sebuah video beredar dan menjadi viral di media sosial terkait aksi pemukulan anggota Polisi dan TNI saat penertiban di Tamansari</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/13/525/2141539/polisi-dalami-video-viral-aparat-aniaya-warga-saat-penggusuran-tamansari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/12/13/525/2141539/polisi-dalami-video-viral-aparat-aniaya-warga-saat-penggusuran-tamansari"/><item><title>Polisi Dalami Video Viral Aparat Aniaya Warga saat Penggusuran Tamansari</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/13/525/2141539/polisi-dalami-video-viral-aparat-aniaya-warga-saat-penggusuran-tamansari</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/12/13/525/2141539/polisi-dalami-video-viral-aparat-aniaya-warga-saat-penggusuran-tamansari</guid><pubDate>Jum'at 13 Desember 2019 14:51 WIB</pubDate><dc:creator>CDB Yudistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/13/525/2141539/polisi-dalami-video-viral-aparat-aniaya-warga-saat-penggusuran-tamansari-auFmMUlvFU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/13/525/2141539/polisi-dalami-video-viral-aparat-aniaya-warga-saat-penggusuran-tamansari-auFmMUlvFU.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>BANDUNG - Sebuah video beredar dan menjadi viral di media sosial terkait aksi pemukulan anggota Polisi dan TNI saat penertiban di Tamansari, Kota Bandung, kemarin.

Dalam video tersebut, terlihat ada seseorang yang tengah ditarik anggota TNI dan kemudian dilakukan pemukulan oleh anggota polisi.

Menanggapi hal itu, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema menyebutkan tengah mendalami isi video tersebut.

&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/jOmiU7rWM6s&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;

&quot;Karena menyangkut video visualisasi sedang kita dalami,&quot; kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema saat ditemui di Mapolrestabes, Jumat (13/12/2019).

Irman juga mengatakan untuk mengusut kejadian dalam video itu, akan menggaet Cyber Polda. &quot;Kita berkoordinasi dengan Polda cyber,&quot; ucapnya.

Baca Juga: Eksekusi Lahan di Tamansari Bandung Sempat Ricuh, Gas Air Mata Ditembakkan

Seperti diketahui, proses penertiban di Tamansari, kemarin memang sempat ricuh. Bahkan polisi pun melakukan tindakan tegas dengan menembakan gas air mata saat massa mencoba menghadang kendaraan berat.

25 orang sempat diamankan, namun hanya lima yang dilakukan  pemeriksaan lebih lanjut. Dijelaskan Irman, 25 orang yang diamankan  tersebut, melakukan pelemparan terhadap petugas dengan cara melempari  petugas dengan batu.

&quot;Mereka dari awal sudah ada pemberitahuan bahwa Satpol PP sudah ada  somasi pemberitahuan dilakukan penertiban. Namun ada sekelompok orang  melakukan pelemparan kepada petugas batu dan teman media lihat mereka  melakukan tidak ada alasan jelas,&quot; ucapnya.

Untuk diketahui, lima orang yang diamankan dua diantaranya dilakukan  pemeriksaan oleh Satnarkoba karena saat diamankan serta dilakukan test  urine, keduanya terindikasi menggunakan zat-zat adiktif. Namun hal itu  pun masih perlu didalami dengan pemeriksaan lebih lanjut.

Kemudian tiga orang lainnya diperiksa Satreskrim karena mereka  membawa senjata tajam. Hal itu diketahui saat mereka diamankan dan  dilakukan penggeledahan.

</description><content:encoded>BANDUNG - Sebuah video beredar dan menjadi viral di media sosial terkait aksi pemukulan anggota Polisi dan TNI saat penertiban di Tamansari, Kota Bandung, kemarin.

Dalam video tersebut, terlihat ada seseorang yang tengah ditarik anggota TNI dan kemudian dilakukan pemukulan oleh anggota polisi.

Menanggapi hal itu, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema menyebutkan tengah mendalami isi video tersebut.

&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/jOmiU7rWM6s&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;

&quot;Karena menyangkut video visualisasi sedang kita dalami,&quot; kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema saat ditemui di Mapolrestabes, Jumat (13/12/2019).

Irman juga mengatakan untuk mengusut kejadian dalam video itu, akan menggaet Cyber Polda. &quot;Kita berkoordinasi dengan Polda cyber,&quot; ucapnya.

Baca Juga: Eksekusi Lahan di Tamansari Bandung Sempat Ricuh, Gas Air Mata Ditembakkan

Seperti diketahui, proses penertiban di Tamansari, kemarin memang sempat ricuh. Bahkan polisi pun melakukan tindakan tegas dengan menembakan gas air mata saat massa mencoba menghadang kendaraan berat.

25 orang sempat diamankan, namun hanya lima yang dilakukan  pemeriksaan lebih lanjut. Dijelaskan Irman, 25 orang yang diamankan  tersebut, melakukan pelemparan terhadap petugas dengan cara melempari  petugas dengan batu.

&quot;Mereka dari awal sudah ada pemberitahuan bahwa Satpol PP sudah ada  somasi pemberitahuan dilakukan penertiban. Namun ada sekelompok orang  melakukan pelemparan kepada petugas batu dan teman media lihat mereka  melakukan tidak ada alasan jelas,&quot; ucapnya.

Untuk diketahui, lima orang yang diamankan dua diantaranya dilakukan  pemeriksaan oleh Satnarkoba karena saat diamankan serta dilakukan test  urine, keduanya terindikasi menggunakan zat-zat adiktif. Namun hal itu  pun masih perlu didalami dengan pemeriksaan lebih lanjut.

Kemudian tiga orang lainnya diperiksa Satreskrim karena mereka  membawa senjata tajam. Hal itu diketahui saat mereka diamankan dan  dilakukan penggeledahan.

</content:encoded></item></channel></rss>
