<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Disparbud DKI Janji Sediakan Ruang Ekspresi untuk Bina Pengamen Tunanetra</title><description>Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta akan melakukan pembinaan kepada setiap pengamen tunanetra</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/14/337/2141699/disparbud-dki-janji-sediakan-ruang-ekspresi-untuk-bina-pengamen-tunanetra</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/12/14/337/2141699/disparbud-dki-janji-sediakan-ruang-ekspresi-untuk-bina-pengamen-tunanetra"/><item><title>Disparbud DKI Janji Sediakan Ruang Ekspresi untuk Bina Pengamen Tunanetra</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/14/337/2141699/disparbud-dki-janji-sediakan-ruang-ekspresi-untuk-bina-pengamen-tunanetra</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/12/14/337/2141699/disparbud-dki-janji-sediakan-ruang-ekspresi-untuk-bina-pengamen-tunanetra</guid><pubDate>Sabtu 14 Desember 2019 10:30 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/13/337/2141699/disparbud-dki-janji-sediakan-ruang-ekspresi-untuk-bina-pengamen-tunanetra-anPHX7htp1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/13/337/2141699/disparbud-dki-janji-sediakan-ruang-ekspresi-untuk-bina-pengamen-tunanetra-anPHX7htp1.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta akan melakukan pembinaan kepada setiap pengamen tunanetra yang kerap berada di bebeberapa ruas jalanan Ibu Kota. Sebab, kelompok difabel yang mengamen itu tak dapat dipungkiri mereka merupakan seorang pelaku seni.

&quot;Ya, nanti kalau dari sisi kita itu harus lakukan pembinaan kepada mereka, karena bagaimanapun juga kan pengamen adalah salah satu pelaku seni,&quot; kata Plt Kepala Disparbud DKI Jakarta, Alberto Ali kepada Okezone, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, dengan menerapkan kebijakan seperti itu, maka dapat mengangkat derajat kehidupan mereka dari segi perekonomian. Sehingga, pihaknya sebagai pemerintah bertanggungjawab untuk menyediakan ruang ekspresi untuk mereka.



&quot;(Disediakan) ruang ekspresi buat mereka dan tentunya ada nilai tambah buat perekonomian mereka,&quot; ujarnya.

Ia mengaku akan bekerjasama dengan Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta untuk melakukan pendataan jumlah pengamen tunanetra yang mecari nafkah di kawasan Ibu Kota.

&quot;Nanti kita coba data dulu seberapa banyak dan juga kami bisa ajak  diskusi dengan asosiasi dan komunitas dari pengamen atau musik jalanan,&quot;  katanya.

Meski begitu, lanjut dia, pihaknya belum bisa memastikan program itu  akan berjalan kapan. Yang pasti dalam waktu dekat, dirinya akan  menginstruksikan jajarannya untuk mengkordinasikan rencana itu dengan  pihak Dinsos DKI Jakarta.

&quot;Initinya Disparbud menilai keberadaan pengamen tunanetra itu tidak merusak estetika jalanan,&quot; ujar dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta akan melakukan pembinaan kepada setiap pengamen tunanetra yang kerap berada di bebeberapa ruas jalanan Ibu Kota. Sebab, kelompok difabel yang mengamen itu tak dapat dipungkiri mereka merupakan seorang pelaku seni.

&quot;Ya, nanti kalau dari sisi kita itu harus lakukan pembinaan kepada mereka, karena bagaimanapun juga kan pengamen adalah salah satu pelaku seni,&quot; kata Plt Kepala Disparbud DKI Jakarta, Alberto Ali kepada Okezone, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, dengan menerapkan kebijakan seperti itu, maka dapat mengangkat derajat kehidupan mereka dari segi perekonomian. Sehingga, pihaknya sebagai pemerintah bertanggungjawab untuk menyediakan ruang ekspresi untuk mereka.



&quot;(Disediakan) ruang ekspresi buat mereka dan tentunya ada nilai tambah buat perekonomian mereka,&quot; ujarnya.

Ia mengaku akan bekerjasama dengan Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta untuk melakukan pendataan jumlah pengamen tunanetra yang mecari nafkah di kawasan Ibu Kota.

&quot;Nanti kita coba data dulu seberapa banyak dan juga kami bisa ajak  diskusi dengan asosiasi dan komunitas dari pengamen atau musik jalanan,&quot;  katanya.

Meski begitu, lanjut dia, pihaknya belum bisa memastikan program itu  akan berjalan kapan. Yang pasti dalam waktu dekat, dirinya akan  menginstruksikan jajarannya untuk mengkordinasikan rencana itu dengan  pihak Dinsos DKI Jakarta.

&quot;Initinya Disparbud menilai keberadaan pengamen tunanetra itu tidak merusak estetika jalanan,&quot; ujar dia.</content:encoded></item></channel></rss>
