<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Permukiman di Singkawang Terendam Banjir, Ratusan Warga Diungsikan</title><description>Sebanyak 38 Kepala Keluarga (KK) atau 130 jiwa sempat diungsikan di tiga rumah pengungsian di Kota Singkawang, Kalimantan Barat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/15/340/2142111/permukiman-di-singkawang-terendam-banjir-ratusan-warga-diungsikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/12/15/340/2142111/permukiman-di-singkawang-terendam-banjir-ratusan-warga-diungsikan"/><item><title>Permukiman di Singkawang Terendam Banjir, Ratusan Warga Diungsikan</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/15/340/2142111/permukiman-di-singkawang-terendam-banjir-ratusan-warga-diungsikan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/12/15/340/2142111/permukiman-di-singkawang-terendam-banjir-ratusan-warga-diungsikan</guid><pubDate>Minggu 15 Desember 2019 12:59 WIB</pubDate><dc:creator>Ade Putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/15/340/2142111/permukiman-di-singkawang-terendam-banjir-ratusan-warga-diungsikan-EQjXbo7ihf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengungsi Banjir di Singkawang (Foto: Okezone/Ade Putra)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/15/340/2142111/permukiman-di-singkawang-terendam-banjir-ratusan-warga-diungsikan-EQjXbo7ihf.jpg</image><title>Pengungsi Banjir di Singkawang (Foto: Okezone/Ade Putra)</title></images><description>SINGKAWANG - Sebanyak 38 Kepala Keluarga (KK) atau 130 jiwa sempat diungsikan di tiga rumah pengungsian di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Para pengungsi ini merupakan warga yang terdampak banjir sejak beberapa hari ini menerjang kota pariwisata itu.

&quot;Sudah sejak dua hari lalu warga ini mengungsi. Mereka ini yang rumahnya terendam banjir,&quot; jelas Ketua Korwil Taruna Penanggulangan Bencana (Tagana) Singkawang, Fery Samson kepada Okezone, Minggu (15/12/2019).



Samson menerangkan, ada dua lokasi pengungsian di Kecamatan Singkawang Tengah. Di Aula Kantor Camat Singkawang Tengah, terdapat 8 KK atau 31 jiwa warga Kelurahan Roban yang mengungsi. Di lokasi pengungsian kedua, yakni di Aula Kelurahan Condong, terdapat 14 KK atau 56 jiwa yang memang merupakan warga Condong.

Selanjutnya, rumah pengungsian di Shelter Harmoni, Kecamatan Singkawang Selatan terdapat 16 KK atau 43 jiwa yang mengungsi. Mereka  berasal dari Pasar Baru, Kelurahan Pasiran, Singkawang Barat.

&quot;Jumlah ini, yang berhasil kami data. Masih ada beberapa yang belum terdata. Karena saat didata, ada beberapa warga yang sedang tidak di lokasi pengungsian,&quot; jelas Samson.


&amp;nbsp;Tingginya genangan air yang membuat warga terpaksa mengungsi ini,  kata Samson, rata-rata setinggi pinggang orang dewasa. &quot;Itu jika diukur  dari dalam rumah. Tapi kalau dari jalan, tinggi genangan air bisa satu  meter lebih,&quot; tuturnya.

Hingga sampai saat ini, warga di lokasi pengungsian Aula Kelurahan  Condong dan Shelter Harmoni masih bertahan. Sementara, pengungsi yang di  Aula Kantor Camat Singkawang Tengah ada yang sudah nekat pulang ke  rumah.

Ernawati, satu diantara warga Condong mengatakan, dia bersama suami  dan tiga anaknya sudah mengungsi di Aula Kelurahan Condong sejak dua  hari lalu.

&quot;Air tinggi di dalam rumah saya. Setiap tahun rumah kami kebanjiran.  Tahun ini lebih tinggi. Makanya kami mengungsi,&quot; terangnya saat ditemui  sedang mengambil makanan di dapur umum pengungsian.

Nantinya jika air benar-benar surut, Erna dan keluarga baru akan  pulang ke rumah. Karena, jika dipaksaan saat ini, dia tidak khawatir air  akan kembali meninggi. Apalagi musim hujan saat ini susah diprediksi.

&quot;Barang-barang di rumah sudah diangkat. Agar tak terkena banjir.  Untuk anak-anak, masih tetap sekolah. Belum ada pengumuman libur,&quot;  tuturnya.
</description><content:encoded>SINGKAWANG - Sebanyak 38 Kepala Keluarga (KK) atau 130 jiwa sempat diungsikan di tiga rumah pengungsian di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Para pengungsi ini merupakan warga yang terdampak banjir sejak beberapa hari ini menerjang kota pariwisata itu.

&quot;Sudah sejak dua hari lalu warga ini mengungsi. Mereka ini yang rumahnya terendam banjir,&quot; jelas Ketua Korwil Taruna Penanggulangan Bencana (Tagana) Singkawang, Fery Samson kepada Okezone, Minggu (15/12/2019).



Samson menerangkan, ada dua lokasi pengungsian di Kecamatan Singkawang Tengah. Di Aula Kantor Camat Singkawang Tengah, terdapat 8 KK atau 31 jiwa warga Kelurahan Roban yang mengungsi. Di lokasi pengungsian kedua, yakni di Aula Kelurahan Condong, terdapat 14 KK atau 56 jiwa yang memang merupakan warga Condong.

Selanjutnya, rumah pengungsian di Shelter Harmoni, Kecamatan Singkawang Selatan terdapat 16 KK atau 43 jiwa yang mengungsi. Mereka  berasal dari Pasar Baru, Kelurahan Pasiran, Singkawang Barat.

&quot;Jumlah ini, yang berhasil kami data. Masih ada beberapa yang belum terdata. Karena saat didata, ada beberapa warga yang sedang tidak di lokasi pengungsian,&quot; jelas Samson.


&amp;nbsp;Tingginya genangan air yang membuat warga terpaksa mengungsi ini,  kata Samson, rata-rata setinggi pinggang orang dewasa. &quot;Itu jika diukur  dari dalam rumah. Tapi kalau dari jalan, tinggi genangan air bisa satu  meter lebih,&quot; tuturnya.

Hingga sampai saat ini, warga di lokasi pengungsian Aula Kelurahan  Condong dan Shelter Harmoni masih bertahan. Sementara, pengungsi yang di  Aula Kantor Camat Singkawang Tengah ada yang sudah nekat pulang ke  rumah.

Ernawati, satu diantara warga Condong mengatakan, dia bersama suami  dan tiga anaknya sudah mengungsi di Aula Kelurahan Condong sejak dua  hari lalu.

&quot;Air tinggi di dalam rumah saya. Setiap tahun rumah kami kebanjiran.  Tahun ini lebih tinggi. Makanya kami mengungsi,&quot; terangnya saat ditemui  sedang mengambil makanan di dapur umum pengungsian.

Nantinya jika air benar-benar surut, Erna dan keluarga baru akan  pulang ke rumah. Karena, jika dipaksaan saat ini, dia tidak khawatir air  akan kembali meninggi. Apalagi musim hujan saat ini susah diprediksi.

&quot;Barang-barang di rumah sudah diangkat. Agar tak terkena banjir.  Untuk anak-anak, masih tetap sekolah. Belum ada pengumuman libur,&quot;  tuturnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
