<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Kasus Uighur hingga Konflik Palestina, Ini Tanggapan MUI</title><description>MUI mendesak pemerintah China dan Amerika Serikat menghentikan kekerasan dan dugaan tindakan pelanggaran HAM terhadap umat Islam.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/17/337/2142865/soal-kasus-uighur-hingga-konflik-palestina-ini-tanggapan-mui</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/12/17/337/2142865/soal-kasus-uighur-hingga-konflik-palestina-ini-tanggapan-mui"/><item><title>Soal Kasus Uighur hingga Konflik Palestina, Ini Tanggapan MUI</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/17/337/2142865/soal-kasus-uighur-hingga-konflik-palestina-ini-tanggapan-mui</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/12/17/337/2142865/soal-kasus-uighur-hingga-konflik-palestina-ini-tanggapan-mui</guid><pubDate>Selasa 17 Desember 2019 11:51 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/17/337/2142865/soal-kasus-uighur-hingga-konflik-palestina-ini-tanggapan-mui-D8UQKVp22T.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sekjen MUI, Anwar Abbas (foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/17/337/2142865/soal-kasus-uighur-hingga-konflik-palestina-ini-tanggapan-mui-D8UQKVp22T.jpg</image><title>Sekjen MUI, Anwar Abbas (foto: Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas mendesak pemerintah China dan Amerika Serikat (AS) menghentikan kekerasan dan dugaan tindakan pelanggaran HAM terhadap umat Islam.

Tindakan kekerasan dan dugaan pelanggaran HAM yang dimaksud Anwar, ialah terhadap umat Muslim Uighur di Xinjiang, dan konflik di Afganistan serta Palestina.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kasus Uighur, DPR Nilai Tudingan ke NU &amp;amp; Muhammadiyah Bersifat Politis&amp;nbsp;
&quot;Sangat sulit bagi pemerintah China untuk membantah dan mengingkari bahwa di Uighur tidak ada pelanggaran terhadap hak asasi manusia dari umat Islam yang ada di sana,&quot; kata Anwar kepada Okezone, Selasa (17/12/2019).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/12/21/54935/277898_medium.jpg&quot; alt=&quot;Aksi Bela Muslim Uighur, Massa Umat Muslim Geruduk Kedubes China&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Anwar menegaskan, sulit juga bagi pemerintah AS untuk menyangkal bahwa mereka telah melakukan pelanggaran HAM kepada masyarakat Afganistan dan Palestina yang mayoritas kalangan muslim.

&quot;Untuk itu MUI mengimbau dan meminta kepada pemerintah China dan Amerika agar menghentikan segala bentuk kekerasan dan tindakan pelanggaran HAM terhadap umat Islam Uighur dan rakyat Afganistan dan Palestina,&quot; tuturnya.

Anwar menegaskan, tindakan kekerasan yang dilakukan oleh kedua negara itu terhadap umat Islam tak akan pernah bisa membuat umat takut dan berhenti untuk memperjuangkan hak-haknya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jawab Tudingan Media AS soal Uighur, PBNU Tegaskan Tak Bisa Didikte China&amp;nbsp;
&quot;Untuk itu MUI mengimbau kepada semua pihak terutama kepada pemerintah China dan Amerika agar jangan menyeret dunia kepada hal yang tidak kita inginkan,&quot; tegas Anwar yang juga Ketua PP Muhammadiyah itu.

&quot;Bumi ini adalah milik kita bersama. Mari kita jaga agar semua orang yang tinggal di dalamnya bisa mendapatkan haknya untuk hidup dengan aman, tentram, damai dan bahagia,&quot; pungkas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas mendesak pemerintah China dan Amerika Serikat (AS) menghentikan kekerasan dan dugaan tindakan pelanggaran HAM terhadap umat Islam.

Tindakan kekerasan dan dugaan pelanggaran HAM yang dimaksud Anwar, ialah terhadap umat Muslim Uighur di Xinjiang, dan konflik di Afganistan serta Palestina.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kasus Uighur, DPR Nilai Tudingan ke NU &amp;amp; Muhammadiyah Bersifat Politis&amp;nbsp;
&quot;Sangat sulit bagi pemerintah China untuk membantah dan mengingkari bahwa di Uighur tidak ada pelanggaran terhadap hak asasi manusia dari umat Islam yang ada di sana,&quot; kata Anwar kepada Okezone, Selasa (17/12/2019).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/12/21/54935/277898_medium.jpg&quot; alt=&quot;Aksi Bela Muslim Uighur, Massa Umat Muslim Geruduk Kedubes China&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Anwar menegaskan, sulit juga bagi pemerintah AS untuk menyangkal bahwa mereka telah melakukan pelanggaran HAM kepada masyarakat Afganistan dan Palestina yang mayoritas kalangan muslim.

&quot;Untuk itu MUI mengimbau dan meminta kepada pemerintah China dan Amerika agar menghentikan segala bentuk kekerasan dan tindakan pelanggaran HAM terhadap umat Islam Uighur dan rakyat Afganistan dan Palestina,&quot; tuturnya.

Anwar menegaskan, tindakan kekerasan yang dilakukan oleh kedua negara itu terhadap umat Islam tak akan pernah bisa membuat umat takut dan berhenti untuk memperjuangkan hak-haknya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jawab Tudingan Media AS soal Uighur, PBNU Tegaskan Tak Bisa Didikte China&amp;nbsp;
&quot;Untuk itu MUI mengimbau kepada semua pihak terutama kepada pemerintah China dan Amerika agar jangan menyeret dunia kepada hal yang tidak kita inginkan,&quot; tegas Anwar yang juga Ketua PP Muhammadiyah itu.

&quot;Bumi ini adalah milik kita bersama. Mari kita jaga agar semua orang yang tinggal di dalamnya bisa mendapatkan haknya untuk hidup dengan aman, tentram, damai dan bahagia,&quot; pungkas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
