<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Minta Izin Tetua &amp; Tokoh Masyarakat Kaltim untuk Pembangunan Ibu Kota Baru</title><description>Presiden Jokowi memastikan rencana pemindahan ibu kota baru tak ada masalah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/17/337/2143011/jokowi-minta-izin-tetua-tokoh-masyarakat-kaltim-untuk-pembangunan-ibu-kota-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/12/17/337/2143011/jokowi-minta-izin-tetua-tokoh-masyarakat-kaltim-untuk-pembangunan-ibu-kota-baru"/><item><title>Jokowi Minta Izin Tetua &amp; Tokoh Masyarakat Kaltim untuk Pembangunan Ibu Kota Baru</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/17/337/2143011/jokowi-minta-izin-tetua-tokoh-masyarakat-kaltim-untuk-pembangunan-ibu-kota-baru</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/12/17/337/2143011/jokowi-minta-izin-tetua-tokoh-masyarakat-kaltim-untuk-pembangunan-ibu-kota-baru</guid><pubDate>Selasa 17 Desember 2019 16:27 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/17/337/2143011/jokowi-minta-izin-tetua-tokoh-masyarakat-kaltim-untuk-pembangunan-kota-baru-Z4BkgnQUm9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi dan Tokoh Masyarakat Kaltim (Foto: Okezone/Fakhrizal)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/17/337/2143011/jokowi-minta-izin-tetua-tokoh-masyarakat-kaltim-untuk-pembangunan-kota-baru-Z4BkgnQUm9.jpg</image><title>Jokowi dan Tokoh Masyarakat Kaltim (Foto: Okezone/Fakhrizal)</title></images><description>KALTIM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan bahwa rencana pemindahan ibu kota baru ke sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kutai Kartanegara tak ada masalah.
Sebelumnya, Jokowi meminta izin kepada tetua  dan tokoh masyarakat Kaltim soal pemindahan ibu kota negara.
&quot;Dan para tokoh menyampaikan selamat datang dan mempersilakan kita untuk segera dimulai,&quot; kata Jokowi di Gerbang Tol Samboja Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019).
Kepala Negara menerangkan, terdapat beberapa masukan yang disampaikan para tokoh adat dan masyarakat untuk membangun fasilitas pendidikan di lokasi ibu kota baru. Ia pun langsung menyetujui  masukan tersebut.
&quot;Hanya tadi ada beberapa usulan mengenai pembangunan Universitas, perguruan tinggi, saya kira itu memang sudah jadi bagian dari rencana kita. Artinya (rencana pemindahan ibu kota) tidak ada masalah,&quot; jelas Jokowi.

Baca Juga: Jokowi Tinjau Lokasi Ibu Kota Baru Hari Ini, Tentukan Area Pembangunan Istana
Ia pun mengungkapkan berbagai faktor yang mendorong inisiatif memindahkan ibu kota negara dari Jakarta. Misalnya, faktor penduduk Indonesia yang sudah mencapai 267 juta jiwa, di mana 56 persennya atau sekitar 149 juta jiwa hidup di Jawa.
&quot;PDB ekonomi itu 58 persen ada di Jawa, khususnya di Jakarta. Semua orang kalau urusan ekonomi berbondong-bondongnya pasti semuanya ke Jawa, lebih khusus lagi ke Jakarta. Sehingga Jakarta semakin hari tidak semakin longgar tetapi semakin padat karena memang penduduknya datang dari seluruh penjuru Tanah Air,&quot; terangnya.
Mantan Walikota Solo itu menegaskan bahwa pemindahan ibu kota ini tidak sekadar memindahkan fisik kantor atau gedung pemerintahan dari Jakarta. Dia ingin pemindahan ibu kota baru juga menjadi sebuah transformasi budaya kerja, sistem kerja, dan pola pikir bangsa.
&quot;Sehingga semuanya nanti dengan kepindahan ini, saya sudah sampaikan kepada Menteri, agar kita install sistemnya. Sehingga waktu masuk birokrasi kita, sistem itulah yang nanti akan memberikan panduan sehingga bekerja kita lebih cepat dalam merespon setiap perubahan-perubahan,&quot; ucap Jokowi.</description><content:encoded>KALTIM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan bahwa rencana pemindahan ibu kota baru ke sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kutai Kartanegara tak ada masalah.
Sebelumnya, Jokowi meminta izin kepada tetua  dan tokoh masyarakat Kaltim soal pemindahan ibu kota negara.
&quot;Dan para tokoh menyampaikan selamat datang dan mempersilakan kita untuk segera dimulai,&quot; kata Jokowi di Gerbang Tol Samboja Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019).
Kepala Negara menerangkan, terdapat beberapa masukan yang disampaikan para tokoh adat dan masyarakat untuk membangun fasilitas pendidikan di lokasi ibu kota baru. Ia pun langsung menyetujui  masukan tersebut.
&quot;Hanya tadi ada beberapa usulan mengenai pembangunan Universitas, perguruan tinggi, saya kira itu memang sudah jadi bagian dari rencana kita. Artinya (rencana pemindahan ibu kota) tidak ada masalah,&quot; jelas Jokowi.

Baca Juga: Jokowi Tinjau Lokasi Ibu Kota Baru Hari Ini, Tentukan Area Pembangunan Istana
Ia pun mengungkapkan berbagai faktor yang mendorong inisiatif memindahkan ibu kota negara dari Jakarta. Misalnya, faktor penduduk Indonesia yang sudah mencapai 267 juta jiwa, di mana 56 persennya atau sekitar 149 juta jiwa hidup di Jawa.
&quot;PDB ekonomi itu 58 persen ada di Jawa, khususnya di Jakarta. Semua orang kalau urusan ekonomi berbondong-bondongnya pasti semuanya ke Jawa, lebih khusus lagi ke Jakarta. Sehingga Jakarta semakin hari tidak semakin longgar tetapi semakin padat karena memang penduduknya datang dari seluruh penjuru Tanah Air,&quot; terangnya.
Mantan Walikota Solo itu menegaskan bahwa pemindahan ibu kota ini tidak sekadar memindahkan fisik kantor atau gedung pemerintahan dari Jakarta. Dia ingin pemindahan ibu kota baru juga menjadi sebuah transformasi budaya kerja, sistem kerja, dan pola pikir bangsa.
&quot;Sehingga semuanya nanti dengan kepindahan ini, saya sudah sampaikan kepada Menteri, agar kita install sistemnya. Sehingga waktu masuk birokrasi kita, sistem itulah yang nanti akan memberikan panduan sehingga bekerja kita lebih cepat dalam merespon setiap perubahan-perubahan,&quot; ucap Jokowi.</content:encoded></item></channel></rss>
