<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Heboh Video OTT Juliarti Mantan Bupati Sambas, Ini Faktanya</title><description>Beredar sebuah video Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap kasus penyuapan di sebuah rumah makan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/17/337/2143136/heboh-video-ott-juliarti-mantan-bupati-sambas-ini-faktanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/12/17/337/2143136/heboh-video-ott-juliarti-mantan-bupati-sambas-ini-faktanya"/><item><title>Heboh Video OTT Juliarti Mantan Bupati Sambas, Ini Faktanya</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/17/337/2143136/heboh-video-ott-juliarti-mantan-bupati-sambas-ini-faktanya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/12/17/337/2143136/heboh-video-ott-juliarti-mantan-bupati-sambas-ini-faktanya</guid><pubDate>Selasa 17 Desember 2019 22:30 WIB</pubDate><dc:creator>Ade Putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/17/337/2143136/heboh-video-ott-juliarti-mantan-bupati-sambas-ini-faktanya-F7MPjybwRQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/17/337/2143136/heboh-video-ott-juliarti-mantan-bupati-sambas-ini-faktanya-F7MPjybwRQ.jpg</image><title>Foto: Ist</title></images><description>PONTIANAK - Beredar sebuah video Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap kasus penyuapan di sebuah rumah makan. Video berdurasi 3 menit 7 detik itu memperlihatkan petugas berpakaian bebas menggeledah tas seorang perempuan.

Dalam tas itu, ditemukan amplop yang berisi uang puluhan juta. Setelah adanya barang bukti yang diduga terkait kasus penyuapan, perempuan berjilbab tersebut digiring ke mobil petugas. Turut serta beberapa lelaki yang duduk satu meja, diangkut petugas.

&quot;Buka, tolong dibuka. Bawa. Tolong kooperatif daripada merugikan bapak ibu sendiri. Pak Kades juga ikut. Semua ikut. Handphone ambil. Borgol borgol,&quot; begitu isi percakapan dalam video tersebut, pasca penggeledahan tas.



Perempuan yang dalam tasnya terdapat barang bukti ini disebut adalah Juliarti Djuhardi Alwi, mantan Bupati Sambas, Kalimantan Barat periode 2011 hingga 2016. Sontak, informasi ini menghebohkan warga Kalimantan Barat. Terutama warga Sambas.

Video ini beredar dengan cepat di WAG (WhatsApp Group) semua kalangan sejak Selasa (17/12/2019) pagi. Termasuk grup wartawan. Narasi yang disebarkan menyertai video tersebut, sebagai berikut: &quot;Mantan bupati Sambas ibu juliarty kena OTT,&quot;.

Setelah dilakukan penelusuran oleh anggota Tim Hoax Crisis Centre (HCC) Kalbar, faktanya video yang beredar ini bukan OTT terhadap Juliarti Djuhardi Alwi mantan Bupati Sambas.

&quot;Jelas itu bukan mantan Bupati Sambas, Juliarti. Karena, dari video yang beredar ini kita bisa melihat sendiri itu bukan terjadi wilayah Kalimantan Barat. Mudah sekali, bisa dengar dialek dalam video itu, serta melihat visual yang terekam. Seperti plat kendaraan misalnya,&quot; jelas Reinardo Sinaga, Ketua Umum HCC Kalbar dalam keterangan resminya, Selasa (17/12/2019).

Hasil penelusuran lainnya yang menguatkan OTT itu bukan di Kalbar adalah, setelah ditemukan video yang sama di platform youtube. Kanal Rafflesia Arnoldi Bengkulu yang menunggaj video itu 30 Juli 2019.

&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/cCTSaWUcbN0&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;

Video berjudul &quot;Detik-detik penangkapan (OTT) Oknum LSM yang diduga melakukan pemerasan terhadap Kepala Desa&quot; itu sudah ditonton 1.800 kali.

Dalam unggahannya, kanal ini menuliskan deskripsi: &quot;Detik-detik penangkapan (OTT) Oknum LSM yang diduga melakukan pemerasan terhadap Kepala Desa di Rumah Makan Setia Utama Pasar Kepahiang, Selasa (30/7/2019). Jaksa berhasil mengamankan barang bukti uang tunai sebanyak Rp30 juta.&quot;

Dengan demikian, kata pria yang akrab disapa Edo ini, konten yang  disebarkan adalah disinformasi kategori false context. &quot;Kesimpulannya,  si penyebar video disertai narasi berusaha membangun premis bahwa mantan  Bupati Sambas terjaring OTT dengan tujuan tertentu,&quot; tegasnya.

Maka dari itu, Edo berharap, masyarakat dapat bijak dalam menggunakan  media sosial dan internet. &quot;Mari kita bijak sebagai pengguna internet.  Saring dulu sebelum sharing,&quot; imbau pria yang aktif di Masyarakat Anti  Fitnah Indonesia (Mafindo) ini.

Tak hanya ini, Juliarti pun sudah memberikan bantahannya melalui rekaman video yang diterima Tim HCC Kalbar.

&quot;Saya Juliarti. Saya ingin mengklarifikasi video yang beredar, yang  seakan-akan mengatasnamakan saya melakukan hal-hal seperti yang diungkap  dalam video itu. Saya ingin menjelaskan, bahwa Alhamdulillah, saya  masih dalam lindungan Allah SWT. Apa yang ada di video itu tidaklah  benar. Kalau kita screenshot dengan baik, sangat beda wajah dalam video  dengan wajah saya. Kacamatanya beda, pipi saya tembem,&quot; tegasnya.

Ia mengaku terharu dengan video yang beredar ini justru mendapat  banyak pergatian dari keluarga dan kerabat. &quot;Saya tegaskan, video yang  beredar bukanlah saya. Insya Allah, kita selalu mendoakan satu sama  lain. Dan, kita semua mendapatkan lindungan dari Allah SWT. Yuk kita  saling mendoakan dan berfikir positif, bersama-sama memajukan Kabupaten  Sambas menjadi lebih baik,&quot; tutupnya.

</description><content:encoded>PONTIANAK - Beredar sebuah video Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap kasus penyuapan di sebuah rumah makan. Video berdurasi 3 menit 7 detik itu memperlihatkan petugas berpakaian bebas menggeledah tas seorang perempuan.

Dalam tas itu, ditemukan amplop yang berisi uang puluhan juta. Setelah adanya barang bukti yang diduga terkait kasus penyuapan, perempuan berjilbab tersebut digiring ke mobil petugas. Turut serta beberapa lelaki yang duduk satu meja, diangkut petugas.

&quot;Buka, tolong dibuka. Bawa. Tolong kooperatif daripada merugikan bapak ibu sendiri. Pak Kades juga ikut. Semua ikut. Handphone ambil. Borgol borgol,&quot; begitu isi percakapan dalam video tersebut, pasca penggeledahan tas.



Perempuan yang dalam tasnya terdapat barang bukti ini disebut adalah Juliarti Djuhardi Alwi, mantan Bupati Sambas, Kalimantan Barat periode 2011 hingga 2016. Sontak, informasi ini menghebohkan warga Kalimantan Barat. Terutama warga Sambas.

Video ini beredar dengan cepat di WAG (WhatsApp Group) semua kalangan sejak Selasa (17/12/2019) pagi. Termasuk grup wartawan. Narasi yang disebarkan menyertai video tersebut, sebagai berikut: &quot;Mantan bupati Sambas ibu juliarty kena OTT,&quot;.

Setelah dilakukan penelusuran oleh anggota Tim Hoax Crisis Centre (HCC) Kalbar, faktanya video yang beredar ini bukan OTT terhadap Juliarti Djuhardi Alwi mantan Bupati Sambas.

&quot;Jelas itu bukan mantan Bupati Sambas, Juliarti. Karena, dari video yang beredar ini kita bisa melihat sendiri itu bukan terjadi wilayah Kalimantan Barat. Mudah sekali, bisa dengar dialek dalam video itu, serta melihat visual yang terekam. Seperti plat kendaraan misalnya,&quot; jelas Reinardo Sinaga, Ketua Umum HCC Kalbar dalam keterangan resminya, Selasa (17/12/2019).

Hasil penelusuran lainnya yang menguatkan OTT itu bukan di Kalbar adalah, setelah ditemukan video yang sama di platform youtube. Kanal Rafflesia Arnoldi Bengkulu yang menunggaj video itu 30 Juli 2019.

&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/cCTSaWUcbN0&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;

Video berjudul &quot;Detik-detik penangkapan (OTT) Oknum LSM yang diduga melakukan pemerasan terhadap Kepala Desa&quot; itu sudah ditonton 1.800 kali.

Dalam unggahannya, kanal ini menuliskan deskripsi: &quot;Detik-detik penangkapan (OTT) Oknum LSM yang diduga melakukan pemerasan terhadap Kepala Desa di Rumah Makan Setia Utama Pasar Kepahiang, Selasa (30/7/2019). Jaksa berhasil mengamankan barang bukti uang tunai sebanyak Rp30 juta.&quot;

Dengan demikian, kata pria yang akrab disapa Edo ini, konten yang  disebarkan adalah disinformasi kategori false context. &quot;Kesimpulannya,  si penyebar video disertai narasi berusaha membangun premis bahwa mantan  Bupati Sambas terjaring OTT dengan tujuan tertentu,&quot; tegasnya.

Maka dari itu, Edo berharap, masyarakat dapat bijak dalam menggunakan  media sosial dan internet. &quot;Mari kita bijak sebagai pengguna internet.  Saring dulu sebelum sharing,&quot; imbau pria yang aktif di Masyarakat Anti  Fitnah Indonesia (Mafindo) ini.

Tak hanya ini, Juliarti pun sudah memberikan bantahannya melalui rekaman video yang diterima Tim HCC Kalbar.

&quot;Saya Juliarti. Saya ingin mengklarifikasi video yang beredar, yang  seakan-akan mengatasnamakan saya melakukan hal-hal seperti yang diungkap  dalam video itu. Saya ingin menjelaskan, bahwa Alhamdulillah, saya  masih dalam lindungan Allah SWT. Apa yang ada di video itu tidaklah  benar. Kalau kita screenshot dengan baik, sangat beda wajah dalam video  dengan wajah saya. Kacamatanya beda, pipi saya tembem,&quot; tegasnya.

Ia mengaku terharu dengan video yang beredar ini justru mendapat  banyak pergatian dari keluarga dan kerabat. &quot;Saya tegaskan, video yang  beredar bukanlah saya. Insya Allah, kita selalu mendoakan satu sama  lain. Dan, kita semua mendapatkan lindungan dari Allah SWT. Yuk kita  saling mendoakan dan berfikir positif, bersama-sama memajukan Kabupaten  Sambas menjadi lebih baik,&quot; tutupnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
