<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diduga Kelelahan, Seorang Kakek Tewas Tersangkut Pagar</title><description>Dugaan sementara, korban tersangkut saat butuh sandaran di pagar tersebut karena keletihan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/17/340/2142962/diduga-kelelahan-seorang-kakek-tewas-tersangkut-pagar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/12/17/340/2142962/diduga-kelelahan-seorang-kakek-tewas-tersangkut-pagar"/><item><title>Diduga Kelelahan, Seorang Kakek Tewas Tersangkut Pagar</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/17/340/2142962/diduga-kelelahan-seorang-kakek-tewas-tersangkut-pagar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/12/17/340/2142962/diduga-kelelahan-seorang-kakek-tewas-tersangkut-pagar</guid><pubDate>Selasa 17 Desember 2019 15:04 WIB</pubDate><dc:creator>Ade Putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/17/340/2142962/diduga-kelelahan-seorang-kakek-tewas-tersangkut-pagar-a0bpyczr7N.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone/Ade Putra</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/17/340/2142962/diduga-kelelahan-seorang-kakek-tewas-tersangkut-pagar-a0bpyczr7N.jpg</image><title>Foto: Okezone/Ade Putra</title></images><description>PONTIANAK - Seorang kakek bernama Petrus ditemukan tidak bernyawa di pagar rumah warga, di Jalan Untung Surapati, RT 01 RW 23, Kelurahan Benua Melayu Darat (BMD) Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (17/12/2019) sekira pukul 08.30 Wib.

Saat pertama kali ditemukan warga, pria berusia sekitar 76 tahun itu masih tersangkut di pagar rumah nomor 35 tersebut. Dugaan sementara, korban tersangkut saat butuh sandaran di pagar tersebut karena keletihan.

Aipda Dede K, Bhabinkamtibmas Polsek Pontianak Selatan yang betugas di Kelurahan BMD mengatakan, saat ini jenazah korban sudah dievakuasi dibawa ke RS Anton Soedjarwo Polda Kalbar untuk divisum.

&quot;Awalnya saya dapat informasi dari warga. Informasinya ada seseorang yang tersangkut di pagar. Menurut warga yang melapor, katanya orang tersebut sudah meninggal,&quot; jelas Dede saat ditemui di lokasi kejadian.



Pada pukul 09.30 Wib, Dede beserta anggota lainnya tiba di lokasi dan mendapati korban masih ditemukan tersangkut di pagar. &quot;Setelah dicek, korban sudah meninggal dunia. Jadi kita evakuasi,&quot; kata Dede.

Menurut keterangan warga yang berjualan tak jauh dari lokasi kejadian, lanjut Dede, korban terlihat sudah tersangkut sejak pukul 08.30 Wib. &quot;Ibu yang jualan itu heran. Dikira ada apa. Bahkan, yang punya rumah pun mengira ada anak-anak yang mau lompat pagar. Tetapi kok nggak bergerak,&quot; jelas Dede.

Hasil pendataan dan pemeriksaan sementara, kata Dede, korban  merupakan warga di RT tersebut. Korban juga diketahui memiliki riwayat  sakit yang kerap membuat tubuhnya lelah. &quot;Kata istrinya tadi, korban  memiliki riwayat sakit paru-paru,&quot; ungkap Dede.

Saat ini, kepolisian masih menyelidiki penyebab korban bisa  tersangkut di pagar tersebut. &quot;Kalau menurut saya, korban mungkin lelah  dan pusing, makanya butuh pegangan untuk bersandar di pagar,&quot; tutupnya.

Sementara itu, Ketua RT 01, M Haikal mengatakan, korban memang  memiliki riwayat sakit. &quot;Setahu saya, korban ini sudah sakit lama. Sakit  sembuh sakit sembuh. Jalan pun sudah susah, kadang harus pakai  tongkat,&quot; ujarnya.

Selama ini, kata Haikal, korban memang lebih sering berdiam di rumah.  Karena dilarang oleh keluarga, mengingat korban sering kelelahan.  Namun, sesekali keluar rumah dan berjalan ke depan Jalan Untung  Surapati.

</description><content:encoded>PONTIANAK - Seorang kakek bernama Petrus ditemukan tidak bernyawa di pagar rumah warga, di Jalan Untung Surapati, RT 01 RW 23, Kelurahan Benua Melayu Darat (BMD) Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (17/12/2019) sekira pukul 08.30 Wib.

Saat pertama kali ditemukan warga, pria berusia sekitar 76 tahun itu masih tersangkut di pagar rumah nomor 35 tersebut. Dugaan sementara, korban tersangkut saat butuh sandaran di pagar tersebut karena keletihan.

Aipda Dede K, Bhabinkamtibmas Polsek Pontianak Selatan yang betugas di Kelurahan BMD mengatakan, saat ini jenazah korban sudah dievakuasi dibawa ke RS Anton Soedjarwo Polda Kalbar untuk divisum.

&quot;Awalnya saya dapat informasi dari warga. Informasinya ada seseorang yang tersangkut di pagar. Menurut warga yang melapor, katanya orang tersebut sudah meninggal,&quot; jelas Dede saat ditemui di lokasi kejadian.



Pada pukul 09.30 Wib, Dede beserta anggota lainnya tiba di lokasi dan mendapati korban masih ditemukan tersangkut di pagar. &quot;Setelah dicek, korban sudah meninggal dunia. Jadi kita evakuasi,&quot; kata Dede.

Menurut keterangan warga yang berjualan tak jauh dari lokasi kejadian, lanjut Dede, korban terlihat sudah tersangkut sejak pukul 08.30 Wib. &quot;Ibu yang jualan itu heran. Dikira ada apa. Bahkan, yang punya rumah pun mengira ada anak-anak yang mau lompat pagar. Tetapi kok nggak bergerak,&quot; jelas Dede.

Hasil pendataan dan pemeriksaan sementara, kata Dede, korban  merupakan warga di RT tersebut. Korban juga diketahui memiliki riwayat  sakit yang kerap membuat tubuhnya lelah. &quot;Kata istrinya tadi, korban  memiliki riwayat sakit paru-paru,&quot; ungkap Dede.

Saat ini, kepolisian masih menyelidiki penyebab korban bisa  tersangkut di pagar tersebut. &quot;Kalau menurut saya, korban mungkin lelah  dan pusing, makanya butuh pegangan untuk bersandar di pagar,&quot; tutupnya.

Sementara itu, Ketua RT 01, M Haikal mengatakan, korban memang  memiliki riwayat sakit. &quot;Setahu saya, korban ini sudah sakit lama. Sakit  sembuh sakit sembuh. Jalan pun sudah susah, kadang harus pakai  tongkat,&quot; ujarnya.

Selama ini, kata Haikal, korban memang lebih sering berdiam di rumah.  Karena dilarang oleh keluarga, mengingat korban sering kelelahan.  Namun, sesekali keluar rumah dan berjalan ke depan Jalan Untung  Surapati.

</content:encoded></item></channel></rss>
