<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Serahkan Seribu Sertifikat Hak Atas Tanah di Kalimantan Utara</title><description>Penyerahan sertifikat itu digelar di Lapangan Tenis Tertutup Keramat, Kota Tarakan</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/18/337/2143580/jokowi-serahkan-seribu-sertifikat-hak-atas-tanah-di-kalimantan-utara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/12/18/337/2143580/jokowi-serahkan-seribu-sertifikat-hak-atas-tanah-di-kalimantan-utara"/><item><title>Jokowi Serahkan Seribu Sertifikat Hak Atas Tanah di Kalimantan Utara</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/18/337/2143580/jokowi-serahkan-seribu-sertifikat-hak-atas-tanah-di-kalimantan-utara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/12/18/337/2143580/jokowi-serahkan-seribu-sertifikat-hak-atas-tanah-di-kalimantan-utara</guid><pubDate>Rabu 18 Desember 2019 21:02 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/18/337/2143580/jokowi-serahkan-seribu-sertifikat-hak-atas-tanah-di-kalimantan-utara-3IoYNXVLjK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/18/337/2143580/jokowi-serahkan-seribu-sertifikat-hak-atas-tanah-di-kalimantan-utara-3IoYNXVLjK.jpg</image><title>Presiden Jokowi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo  (Jokowi) menyerahkan 1.000 sertifikat hak atas tanah untuk rakyat dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Kalimantan Utara. Penyerahan sertifikat itu digelar di Lapangan Tenis Tertutup Keramat, Kota Tarakan, Rabu (18/12/2019).
Jokowi  mengatakan, seharusnya ada 126 juta bidang tanah yang bersertifikat di seluruh Tanah Air. Akan tetapi hingga tahun 2015, baru 46 juta sertifikat yang diberikan kepada masyarakat.
&quot;Artinya, kurang 80 juta yang belum pegang ini. Bapak ibu harus bersyukur karena sudah pegang ini sertifikat,&quot; kata Jokowi.
Ia pun telah memerintahkan Menteri Agraria dan Tata Ruang untuk mempercepat penerbitan sertifikat hak atas tanah untuk rakyat. Jika sebelumnya hanya 500 ribu lembar sertifikat yang dibagikan kepada rakyat setiap tahunnya, maka sejak pemerintah meluncurkan Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), jumlah tersebut naik signifikan setiap tahunnya.
&quot;Dulu di 2017, lima juta bisa rampung setahun. Saya naikkan lagi 2018, tujuh juta, rampung tujuh juta. Tahun ini sembilan juta, rampung sembilan juta, di seluruh Indonesia loh ya. Padahal biasanya dulu setiap tahun itu hanya 500 ribu di seluruh Indonesia. Coba, naiknya sampai 15 kali lipat. Bayangkan,&quot; ungkapnya.

Baca Juga: Jokowi Klaim Sudah Terbitkan 8,5 Juta Sertfikat Tanah Sepanjang 2019
Di samping itu, percepatan penerbitan sertifikat juga dikarenakan banyaknya sengketa lahan dan tanah yang terjadi di masyarakat. Presiden mengaku kerap mendengar keluhan terkait sengketa lahan setiap dirinya pergi ke daerah.
&quot;Apa yang saya dengar dari rakyat? Sengketa tanah, sengketa lahan, konflik tanah, konflik lahan. Setiap hari saya masuk ke desa pasti suara itu yang saya dengar. Sehingga ini menjadi kunci,&quot; imbuhnya.Menurut Kepala Negara, jika masyarakat sudah memegang sertifikat  sebagai tanda bukti hak hukum atas tanah yang dimilikinya, maka konflik  lahan bisa dihindari.
&quot;Mau apa kalau sudah pegang ini? Enggak bisa  apa-apa, ngaku-ngaku? Balik dia. Ini pentingnya bukti hak hukum atas  tanah yang kita miliki yang namanya sertifikat,&quot; jelasnya.
Presiden  pun berpesan kepada para penerima untuk menjaga sertifikatnya dengan  baik, misalnya dengan memfotokopinya dan menyimpannya di tempat yang  aman. Selain itu, Presiden juga mengingatkan para penerima untuk  berhati-hati jika ingin menggunakan sertifikatnya sebagai agunan di  bank.
&quot;Enggak apa-apa, memang sertifikat bisa dipakai untuk itu  (agunan). Tetapi hati-hati, meminjam uang di bank itu saya titip  hati-hati betul. Harus dikalkulasi, harus dihitung betul-betul, pinjam  berapa, angsurnya setiap bulan berapa, harus dihitung betul, jangan  keliru hitung,&quot; tandasnya.
Turut mendampingi Presiden dalam acara  penyerahan sertifikat tersebut antara lain, Menteri Agraria dan Tata  Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil, Sekretaris Kabinet  Pramono Anung, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Badan Usaha  Milik Negara Erick Thohir, dan Gubernur Kalimantan Utara Irianto  Lambrie.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo  (Jokowi) menyerahkan 1.000 sertifikat hak atas tanah untuk rakyat dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Kalimantan Utara. Penyerahan sertifikat itu digelar di Lapangan Tenis Tertutup Keramat, Kota Tarakan, Rabu (18/12/2019).
Jokowi  mengatakan, seharusnya ada 126 juta bidang tanah yang bersertifikat di seluruh Tanah Air. Akan tetapi hingga tahun 2015, baru 46 juta sertifikat yang diberikan kepada masyarakat.
&quot;Artinya, kurang 80 juta yang belum pegang ini. Bapak ibu harus bersyukur karena sudah pegang ini sertifikat,&quot; kata Jokowi.
Ia pun telah memerintahkan Menteri Agraria dan Tata Ruang untuk mempercepat penerbitan sertifikat hak atas tanah untuk rakyat. Jika sebelumnya hanya 500 ribu lembar sertifikat yang dibagikan kepada rakyat setiap tahunnya, maka sejak pemerintah meluncurkan Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), jumlah tersebut naik signifikan setiap tahunnya.
&quot;Dulu di 2017, lima juta bisa rampung setahun. Saya naikkan lagi 2018, tujuh juta, rampung tujuh juta. Tahun ini sembilan juta, rampung sembilan juta, di seluruh Indonesia loh ya. Padahal biasanya dulu setiap tahun itu hanya 500 ribu di seluruh Indonesia. Coba, naiknya sampai 15 kali lipat. Bayangkan,&quot; ungkapnya.

Baca Juga: Jokowi Klaim Sudah Terbitkan 8,5 Juta Sertfikat Tanah Sepanjang 2019
Di samping itu, percepatan penerbitan sertifikat juga dikarenakan banyaknya sengketa lahan dan tanah yang terjadi di masyarakat. Presiden mengaku kerap mendengar keluhan terkait sengketa lahan setiap dirinya pergi ke daerah.
&quot;Apa yang saya dengar dari rakyat? Sengketa tanah, sengketa lahan, konflik tanah, konflik lahan. Setiap hari saya masuk ke desa pasti suara itu yang saya dengar. Sehingga ini menjadi kunci,&quot; imbuhnya.Menurut Kepala Negara, jika masyarakat sudah memegang sertifikat  sebagai tanda bukti hak hukum atas tanah yang dimilikinya, maka konflik  lahan bisa dihindari.
&quot;Mau apa kalau sudah pegang ini? Enggak bisa  apa-apa, ngaku-ngaku? Balik dia. Ini pentingnya bukti hak hukum atas  tanah yang kita miliki yang namanya sertifikat,&quot; jelasnya.
Presiden  pun berpesan kepada para penerima untuk menjaga sertifikatnya dengan  baik, misalnya dengan memfotokopinya dan menyimpannya di tempat yang  aman. Selain itu, Presiden juga mengingatkan para penerima untuk  berhati-hati jika ingin menggunakan sertifikatnya sebagai agunan di  bank.
&quot;Enggak apa-apa, memang sertifikat bisa dipakai untuk itu  (agunan). Tetapi hati-hati, meminjam uang di bank itu saya titip  hati-hati betul. Harus dikalkulasi, harus dihitung betul-betul, pinjam  berapa, angsurnya setiap bulan berapa, harus dihitung betul, jangan  keliru hitung,&quot; tandasnya.
Turut mendampingi Presiden dalam acara  penyerahan sertifikat tersebut antara lain, Menteri Agraria dan Tata  Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil, Sekretaris Kabinet  Pramono Anung, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Badan Usaha  Milik Negara Erick Thohir, dan Gubernur Kalimantan Utara Irianto  Lambrie.</content:encoded></item></channel></rss>
