<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mardila, Nenek 4 Cucu Tukang Parkir Wanita Pertama di Kota Palembang</title><description>Sulitnya mencari lapangan pekerjaan waktu itu membuat perempuan 3 anak ini mau tidak mau menjadi tukang parkir.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/21/337/2144267/mardila-nenek-4-cucu-tukang-parkir-wanita-pertama-di-kota-palembang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/12/21/337/2144267/mardila-nenek-4-cucu-tukang-parkir-wanita-pertama-di-kota-palembang"/><item><title>Mardila, Nenek 4 Cucu Tukang Parkir Wanita Pertama di Kota Palembang</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/21/337/2144267/mardila-nenek-4-cucu-tukang-parkir-wanita-pertama-di-kota-palembang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/12/21/337/2144267/mardila-nenek-4-cucu-tukang-parkir-wanita-pertama-di-kota-palembang</guid><pubDate>Sabtu 21 Desember 2019 10:01 WIB</pubDate><dc:creator>Melly Puspita</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/20/337/2144267/mardila-nenek-4-cucu-tukang-parkir-wanita-pertama-di-kota-palembang-cfqq1p1aCw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mardila, tukang parkir pertama di Kota Palembang (Foto: Okezone/Melly)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/20/337/2144267/mardila-nenek-4-cucu-tukang-parkir-wanita-pertama-di-kota-palembang-cfqq1p1aCw.jpg</image><title>Mardila, tukang parkir pertama di Kota Palembang (Foto: Okezone/Melly)</title></images><description>PALEMBANG - Mengenakan rompi khusus tukang parkir yang difasilitasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Mardila (60) masih semangat memberikan aba-aba kepada pengendara yang ingin parkir di lokasi parkir yang ia jaga.

Sambil ditemani oleh suaminya yakni Matsopar (63), Mardila bercerita bagaimana awal mula dia menjadi tukang parkir wanita pertama di kota pempek ini.

Sulitnya mencari lapangan pekerjaan waktu itu membuat perempuan 3 anak ini mau tidak mau menjadi tukang parkir. Dari awal Mardila hanya menjaga parkir di Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 3 Palembang.



Ia memulai profesi sebagai tukang parkir dimulai pada tahun 1990'an hingga sekarang. Saat itu harga parkir mobil dipatok dengan besaran Rp 500 rupiah untuk mobil dan motor Rp 300 rupiah.

&quot;Entah sudah puluhan tahun saya menjaga parkir di sini (Jenderal Sudirman). Kadang sepi kadang ramai, dulu sempat 24 jam bergantian sama suami karena parkir minimarket yang dijaga buka 24 jam,&quot; cerita Mardila kepada Okezone.

Karena sudah lama menempati lokasi tersebut, Mardila merasa tidak pernah mendapat kesulitan apalagi tindakan arogan dari pemalak jalanan. Rata-rata orang sekitar sudah mengenal Mardiana.

&quot;Kami tidak pernah mematok harga parkir, berapapun dikasih kami  ambil. Pernah juga ada yang bayar Rp 500 ya kami tidak marah dan tidak  memaksa. Yang pasti di sini parkir resmi yang sudah ditetapkan,&quot; ucap  Mardiana kembali.

Meskipun sudah lama menggandrungi tukang parkir, Mardiana dan suami  hidup di Kota Palembang masih mengontrak atau sewa rumah tidak jauh dari  lokasi parkiran.

&quot;Kami sewa rumah satu bulan Rp 760 ribu. Di Lorong HK Idrus dekat  sini. Alhamdulillah tempat parkir yang saya jaga tidak pernah terjadi  kasus pencurian kendaraan,&quot; tutup Mardila sambil memberi aba-aba ke  sebuah mobil yang mau parkir.</description><content:encoded>PALEMBANG - Mengenakan rompi khusus tukang parkir yang difasilitasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Mardila (60) masih semangat memberikan aba-aba kepada pengendara yang ingin parkir di lokasi parkir yang ia jaga.

Sambil ditemani oleh suaminya yakni Matsopar (63), Mardila bercerita bagaimana awal mula dia menjadi tukang parkir wanita pertama di kota pempek ini.

Sulitnya mencari lapangan pekerjaan waktu itu membuat perempuan 3 anak ini mau tidak mau menjadi tukang parkir. Dari awal Mardila hanya menjaga parkir di Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 3 Palembang.



Ia memulai profesi sebagai tukang parkir dimulai pada tahun 1990'an hingga sekarang. Saat itu harga parkir mobil dipatok dengan besaran Rp 500 rupiah untuk mobil dan motor Rp 300 rupiah.

&quot;Entah sudah puluhan tahun saya menjaga parkir di sini (Jenderal Sudirman). Kadang sepi kadang ramai, dulu sempat 24 jam bergantian sama suami karena parkir minimarket yang dijaga buka 24 jam,&quot; cerita Mardila kepada Okezone.

Karena sudah lama menempati lokasi tersebut, Mardila merasa tidak pernah mendapat kesulitan apalagi tindakan arogan dari pemalak jalanan. Rata-rata orang sekitar sudah mengenal Mardiana.

&quot;Kami tidak pernah mematok harga parkir, berapapun dikasih kami  ambil. Pernah juga ada yang bayar Rp 500 ya kami tidak marah dan tidak  memaksa. Yang pasti di sini parkir resmi yang sudah ditetapkan,&quot; ucap  Mardiana kembali.

Meskipun sudah lama menggandrungi tukang parkir, Mardiana dan suami  hidup di Kota Palembang masih mengontrak atau sewa rumah tidak jauh dari  lokasi parkiran.

&quot;Kami sewa rumah satu bulan Rp 760 ribu. Di Lorong HK Idrus dekat  sini. Alhamdulillah tempat parkir yang saya jaga tidak pernah terjadi  kasus pencurian kendaraan,&quot; tutup Mardila sambil memberi aba-aba ke  sebuah mobil yang mau parkir.</content:encoded></item></channel></rss>
