<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Jalanan Hancur seperti Bubur, Pasien Sakit Digotong Pakai Tandu   </title><description>Akses jalan di perbatasan Indonesia dengan Malaysia tak begitu bersahabat dengan masyarakat.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/21/340/2144587/jalanan-hancur-seperti-bubur-pasien-sakit-digotong-pakai-tandu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/12/21/340/2144587/jalanan-hancur-seperti-bubur-pasien-sakit-digotong-pakai-tandu"/><item><title> Jalanan Hancur seperti Bubur, Pasien Sakit Digotong Pakai Tandu   </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/21/340/2144587/jalanan-hancur-seperti-bubur-pasien-sakit-digotong-pakai-tandu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/12/21/340/2144587/jalanan-hancur-seperti-bubur-pasien-sakit-digotong-pakai-tandu</guid><pubDate>Sabtu 21 Desember 2019 14:30 WIB</pubDate><dc:creator>Ade Putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/21/340/2144587/jalanan-hancur-seperti-bubur-pasien-sakit-digotong-pakai-tandu-vWouE2QBVn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petugas bersama warga saat menggotong warga yang sakit di daerah perbatasan (foto: ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/21/340/2144587/jalanan-hancur-seperti-bubur-pasien-sakit-digotong-pakai-tandu-vWouE2QBVn.jpg</image><title>Petugas bersama warga saat menggotong warga yang sakit di daerah perbatasan (foto: ist)</title></images><description>

BENGKAYANG - Akses jalan di perbatasan Indonesia dengan Malaysia tak begitu bersahabat dengan masyarakat. Apalagi jika memasuki musim penghujan. Jalanan yang terjal dan masih bertanah tentu akan berbecek, seperti bubur.

Bisa dibayangkan betapa sulitnya bila ada warga yang harus cepat mendapat pertolongan medis. Kondisi ini seperti yang terjadi di Sentabeng, Dusun Kindau, Desa Sekida, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Seorang bocah usia 11 tahun terpaksa digotong dengan peralatan seadanya. Dan, warga yang menggotong pun harus berjalan kaki menempuh perjalanan yang cukup jauh.

&quot;Ada warga kami namanya Celsi. Pelajar kelas lima sekolah dasar itu sakit. Jadi harus segera mendapat penanganan medis di Puskesmas Jagoi Babang. Karena medan jalannya sulit, terpaksa Celsi digotong dengan peralatan seadanya,&quot; jelas Kapolsek Jagoi Babang, AKP Hoerrudin kepada Okezone, Sabtu (21/12/2019).
&amp;nbsp;
Hoerrudin menjelaskan, Celsi menderita penyakit kulit di sekujur tubuhnya. Dugaan sementara, Cesli alergi terhadap obat yang pernah dikonsumsinya.

&quot;Makanya Celsi harus segera dibawa ke puskesmas yang terdekat. Karena kondisinya mengkhawatirkan,&quot; tuturnya.

Inisiatif warga menggotong Celsi ini turut dibantu Bhabinkamtibmas Desa Sekida Brigadir Roni dan Karang Taruna setempat.

&quot;Evakuasi ini merupakan tindak lanjut setelah kami menjenguknya pada 12 Desember 2019 lalu di kediamannya di Sentabeng,&quot; kata Hoerrudin.

Usai dilakukan pertolongan pertama di Puskesmas Jagoi Babang, Celsi kemudian dirujuk ke RS Abdul Aziz Singkawang untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Saat ini Celsi masih dirawat di sana.
</description><content:encoded>

BENGKAYANG - Akses jalan di perbatasan Indonesia dengan Malaysia tak begitu bersahabat dengan masyarakat. Apalagi jika memasuki musim penghujan. Jalanan yang terjal dan masih bertanah tentu akan berbecek, seperti bubur.

Bisa dibayangkan betapa sulitnya bila ada warga yang harus cepat mendapat pertolongan medis. Kondisi ini seperti yang terjadi di Sentabeng, Dusun Kindau, Desa Sekida, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Seorang bocah usia 11 tahun terpaksa digotong dengan peralatan seadanya. Dan, warga yang menggotong pun harus berjalan kaki menempuh perjalanan yang cukup jauh.

&quot;Ada warga kami namanya Celsi. Pelajar kelas lima sekolah dasar itu sakit. Jadi harus segera mendapat penanganan medis di Puskesmas Jagoi Babang. Karena medan jalannya sulit, terpaksa Celsi digotong dengan peralatan seadanya,&quot; jelas Kapolsek Jagoi Babang, AKP Hoerrudin kepada Okezone, Sabtu (21/12/2019).
&amp;nbsp;
Hoerrudin menjelaskan, Celsi menderita penyakit kulit di sekujur tubuhnya. Dugaan sementara, Cesli alergi terhadap obat yang pernah dikonsumsinya.

&quot;Makanya Celsi harus segera dibawa ke puskesmas yang terdekat. Karena kondisinya mengkhawatirkan,&quot; tuturnya.

Inisiatif warga menggotong Celsi ini turut dibantu Bhabinkamtibmas Desa Sekida Brigadir Roni dan Karang Taruna setempat.

&quot;Evakuasi ini merupakan tindak lanjut setelah kami menjenguknya pada 12 Desember 2019 lalu di kediamannya di Sentabeng,&quot; kata Hoerrudin.

Usai dilakukan pertolongan pertama di Puskesmas Jagoi Babang, Celsi kemudian dirujuk ke RS Abdul Aziz Singkawang untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Saat ini Celsi masih dirawat di sana.
</content:encoded></item></channel></rss>
