<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bentrokan Pecah di Hong Kong Setelah Demonstrasi Mendukung Muslim Uighur Berakhir Kacau</title><description>Polisi menggunakan semprotan merica untuk membubarkan massa pada Minggu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/23/18/2145093/bentrokan-pecah-di-hong-kong-setelah-demonstrasi-mendukung-muslim-uighur-berakhir-kacau</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/12/23/18/2145093/bentrokan-pecah-di-hong-kong-setelah-demonstrasi-mendukung-muslim-uighur-berakhir-kacau"/><item><title>Bentrokan Pecah di Hong Kong Setelah Demonstrasi Mendukung Muslim Uighur Berakhir Kacau</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/23/18/2145093/bentrokan-pecah-di-hong-kong-setelah-demonstrasi-mendukung-muslim-uighur-berakhir-kacau</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/12/23/18/2145093/bentrokan-pecah-di-hong-kong-setelah-demonstrasi-mendukung-muslim-uighur-berakhir-kacau</guid><pubDate>Senin 23 Desember 2019 10:52 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/23/18/2145093/bentrokan-pecah-di-hong-kong-setelah-demonstrasi-mendukung-muslim-uighur-berakhir-kacau-LOrEtj8lIu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/23/18/2145093/bentrokan-pecah-di-hong-kong-setelah-demonstrasi-mendukung-muslim-uighur-berakhir-kacau-LOrEtj8lIu.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>HONG KONG - Polisi anti huru-hara Hong Kong menggunakan semprotan merica untuk membubarkan kerumunan demonstran di pusat distrik keuangan kota itu pada Minggu setelah unjuk rasa damai untuk mendukung etnis Uighur China berubah menjadi kekacauan. Puluhan polisi bergerak melintasi lapangan umum yang menghadap ke pelabuhan Hong Kong untuk berhadapan dengan pengunjuk rasa yang melemparkan botol kaca dan batu ke arah mereka.
Sebelumnya pada sore hari, lebih dari 1.000 orang berkumpul, mengibarkan bendera dan poster Uighur, dalam demonstrasi terbaru, bagian dari kerusuhan yang telah berlangsung lebih dari enam bulan. Kerumunan yang terdiri dari muda dan tua, berpakaian hitam dan mengenakan topeng untuk melindungi identitas mereka, mengangkat plakat bertuliskan &quot;Bebaskan Uyghur, Bebaskan Hong Kong&quot; dan &quot;Otonomi Palsu&quot; di China mengakibatkan genosida &quot;.
BACA JUGA: Mencari Kebenaran di Kamp 'Reedukasi' Muslim Uighur di China
&quot;Saya pikir kebebasan dasar dan kemerdekaan harus ada untuk semua orang, tidak hanya untuk Hong Kong,&quot; kata seorang wanita bermarga Wong sebagaimana dilansir Reuters, Senin (23/12/2019). Perempuan berusia 41 tahun itu mengikuti protes bersama dengan suaminya.
Para pakar dan aktivis PBB mengatakan sedikitnya 1 juta warga Uighur dan anggota kelompok minoritas Muslim lainnya telah ditahan di kamp-kamp di Xinjiang sejak 2017 di bawah kampanye yang telah dikutuk oleh Amerika Serikat dan negara-negara lain. Beijing mengatakan pihaknya menyediakan pelatihan kejuruan untuk membantu memberantas separatisme dan mengajarkan keterampilan baru, membantah ada perlakuan salah terhadap warga Uighur.
BACA JUGA: Etnis Uighur, China Klaim Semua Orang yang Dikirim ke Kamp Penahanan Sudah Lulus
Protes di Hong Kong sekarang telah memasuki bulan ketujuh, meskipun relatif telah memasuki jeda akhir tahun. Banyak penduduk marah pada apa yang mereka lihat sebagai campur tangan Beijing dalam kebebasan yang dijanjikan kepada bekas koloni Inggris ketika kembali ke pemerintahan China pada 1997.

China menyangkal telah melakukan campur tangan dan mengatakan  berkomitmen untuk formula &quot;satu negara, dua sistem&quot; yang diberlakukan  pada saat itu dan menyalahkan pasukan asing karena mengobarkan  kerusuhan.
Pada Sabtu, polisi anti huru-hara Hong Kong menyapu beberapa pusat  perbelanjaan, mengejar dan menangkap demonstran yang menekan tuntutan  mereka di akhir pekan puncak belanja sebelum Natal. Tindakan keras  polisi terhadap demonstrasi dan sering menggunakan gas air mata telah  membuat marah banyak pemrotes, yang tuntutannya mencakup demokrasi penuh  dan penyelidikan independen terhadap kebrutalan polisi.
Protes, yang dimulai pada bulan Juni, telah mendorong ekonomi Hong  Kong ke dalam resesi. Pengecer dan bisnis telah terpukul keras karena  turis menjauh di tengah gangguan transportasi.</description><content:encoded>HONG KONG - Polisi anti huru-hara Hong Kong menggunakan semprotan merica untuk membubarkan kerumunan demonstran di pusat distrik keuangan kota itu pada Minggu setelah unjuk rasa damai untuk mendukung etnis Uighur China berubah menjadi kekacauan. Puluhan polisi bergerak melintasi lapangan umum yang menghadap ke pelabuhan Hong Kong untuk berhadapan dengan pengunjuk rasa yang melemparkan botol kaca dan batu ke arah mereka.
Sebelumnya pada sore hari, lebih dari 1.000 orang berkumpul, mengibarkan bendera dan poster Uighur, dalam demonstrasi terbaru, bagian dari kerusuhan yang telah berlangsung lebih dari enam bulan. Kerumunan yang terdiri dari muda dan tua, berpakaian hitam dan mengenakan topeng untuk melindungi identitas mereka, mengangkat plakat bertuliskan &quot;Bebaskan Uyghur, Bebaskan Hong Kong&quot; dan &quot;Otonomi Palsu&quot; di China mengakibatkan genosida &quot;.
BACA JUGA: Mencari Kebenaran di Kamp 'Reedukasi' Muslim Uighur di China
&quot;Saya pikir kebebasan dasar dan kemerdekaan harus ada untuk semua orang, tidak hanya untuk Hong Kong,&quot; kata seorang wanita bermarga Wong sebagaimana dilansir Reuters, Senin (23/12/2019). Perempuan berusia 41 tahun itu mengikuti protes bersama dengan suaminya.
Para pakar dan aktivis PBB mengatakan sedikitnya 1 juta warga Uighur dan anggota kelompok minoritas Muslim lainnya telah ditahan di kamp-kamp di Xinjiang sejak 2017 di bawah kampanye yang telah dikutuk oleh Amerika Serikat dan negara-negara lain. Beijing mengatakan pihaknya menyediakan pelatihan kejuruan untuk membantu memberantas separatisme dan mengajarkan keterampilan baru, membantah ada perlakuan salah terhadap warga Uighur.
BACA JUGA: Etnis Uighur, China Klaim Semua Orang yang Dikirim ke Kamp Penahanan Sudah Lulus
Protes di Hong Kong sekarang telah memasuki bulan ketujuh, meskipun relatif telah memasuki jeda akhir tahun. Banyak penduduk marah pada apa yang mereka lihat sebagai campur tangan Beijing dalam kebebasan yang dijanjikan kepada bekas koloni Inggris ketika kembali ke pemerintahan China pada 1997.

China menyangkal telah melakukan campur tangan dan mengatakan  berkomitmen untuk formula &quot;satu negara, dua sistem&quot; yang diberlakukan  pada saat itu dan menyalahkan pasukan asing karena mengobarkan  kerusuhan.
Pada Sabtu, polisi anti huru-hara Hong Kong menyapu beberapa pusat  perbelanjaan, mengejar dan menangkap demonstran yang menekan tuntutan  mereka di akhir pekan puncak belanja sebelum Natal. Tindakan keras  polisi terhadap demonstrasi dan sering menggunakan gas air mata telah  membuat marah banyak pemrotes, yang tuntutannya mencakup demokrasi penuh  dan penyelidikan independen terhadap kebrutalan polisi.
Protes, yang dimulai pada bulan Juni, telah mendorong ekonomi Hong  Kong ke dalam resesi. Pengecer dan bisnis telah terpukul keras karena  turis menjauh di tengah gangguan transportasi.</content:encoded></item></channel></rss>
