<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Istana Bantah Jokowi Ingin Bentuk Geng Solo di Polri</title><description>KSP Moeldoko membantah tudingan IPW yang menyebut Presiden Jokowi ingin membentuk 'geng Solo' di Polri.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/23/337/2145163/istana-bantah-jokowi-ingin-bentuk-geng-solo-di-polri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/12/23/337/2145163/istana-bantah-jokowi-ingin-bentuk-geng-solo-di-polri"/><item><title>Istana Bantah Jokowi Ingin Bentuk Geng Solo di Polri</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/23/337/2145163/istana-bantah-jokowi-ingin-bentuk-geng-solo-di-polri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/12/23/337/2145163/istana-bantah-jokowi-ingin-bentuk-geng-solo-di-polri</guid><pubDate>Senin 23 Desember 2019 13:35 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/23/337/2145163/istana-bantah-jokowi-ingin-bentuk-geng-solo-di-polri-B5bhNRifjQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/23/337/2145163/istana-bantah-jokowi-ingin-bentuk-geng-solo-di-polri-B5bhNRifjQ.jpg</image><title>Presiden Joko Widodo (foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko membantah tudingan Indonesia Police Watch (IPW) yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin membentuk 'geng Solo' di Polri.

Menurut Moeldoko, penunjukkan sejumlah mantan Kapolres Solo seperti Irjen Listyo Sigit Prabowo menjadi Kabareskrim Polri dan Brigjen Ahmad Lutfi menjabat Wakapolda Jateng dinilai karena keduanya mempunyai prestasi yang baik.
Baca Juga:&amp;nbsp;Tantangan Kabareskrim Irjen Listyo Sigit, dari Kasus Novel hingga Pilkada 2020&amp;nbsp;
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/12/17/59929/308588_medium.jpg&quot; alt=&quot;Momen Presiden Jokowi Salami Gubernur Anies di Ratas Pemindahan Ibu Kota&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Enggaklah. Kan begini, seperti saya jadi Panglima, saya mengenali orang-orang yang dulu bekerja untuk saya dan memiliki prestasi yang baik. Saat saya menjadi Panglima, mereka-mereka ini bisa saya tunjuk sebagai asisten saya. Analoginya seperti itu kira-kira. Jadi semua itu dasarnya talent scouting, bukan karena political appointee,&quot; kata Moeldoko di Gedung Bina Graha, Jakarta, Senin (23/12/2019).

Mantan Panglima TNI itu mengatakan, Presiden Jokowi tak mungkin menempatkan seseorang memimpin jabatan strategis  dengan cara sembarangan.

&quot;Pasti ada sebuah pertimbangan kalkulasi yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan memiliki kapasitas untuk bekerja, memiliki loyality untuk bekerja, baik kepada atasannya, maupun loyalitas kepada organisasi dan negara,&quot; ujar dia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kapolri Mutasi Kapolda Metro Jaya, Banten, dan NTB&amp;nbsp;
Moeldoko memastikan Irjen Listyo Sigit Prabowo dan Brigjen Ahmad Luthfi memiliki integritas yang baik. Sehingga, Polri memberikan jabatan tersebut kepada dua mantan Kapolres Solo itu.

&quot;Nggak mungkin sebuah jabatan yang sangat penting dipertaruhkan dengan menempatkan seseorang yang tidak terbukti hebat di lapangan. Saya pikir itu,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko membantah tudingan Indonesia Police Watch (IPW) yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin membentuk 'geng Solo' di Polri.

Menurut Moeldoko, penunjukkan sejumlah mantan Kapolres Solo seperti Irjen Listyo Sigit Prabowo menjadi Kabareskrim Polri dan Brigjen Ahmad Lutfi menjabat Wakapolda Jateng dinilai karena keduanya mempunyai prestasi yang baik.
Baca Juga:&amp;nbsp;Tantangan Kabareskrim Irjen Listyo Sigit, dari Kasus Novel hingga Pilkada 2020&amp;nbsp;
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/12/17/59929/308588_medium.jpg&quot; alt=&quot;Momen Presiden Jokowi Salami Gubernur Anies di Ratas Pemindahan Ibu Kota&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Enggaklah. Kan begini, seperti saya jadi Panglima, saya mengenali orang-orang yang dulu bekerja untuk saya dan memiliki prestasi yang baik. Saat saya menjadi Panglima, mereka-mereka ini bisa saya tunjuk sebagai asisten saya. Analoginya seperti itu kira-kira. Jadi semua itu dasarnya talent scouting, bukan karena political appointee,&quot; kata Moeldoko di Gedung Bina Graha, Jakarta, Senin (23/12/2019).

Mantan Panglima TNI itu mengatakan, Presiden Jokowi tak mungkin menempatkan seseorang memimpin jabatan strategis  dengan cara sembarangan.

&quot;Pasti ada sebuah pertimbangan kalkulasi yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan memiliki kapasitas untuk bekerja, memiliki loyality untuk bekerja, baik kepada atasannya, maupun loyalitas kepada organisasi dan negara,&quot; ujar dia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kapolri Mutasi Kapolda Metro Jaya, Banten, dan NTB&amp;nbsp;
Moeldoko memastikan Irjen Listyo Sigit Prabowo dan Brigjen Ahmad Luthfi memiliki integritas yang baik. Sehingga, Polri memberikan jabatan tersebut kepada dua mantan Kapolres Solo itu.

&quot;Nggak mungkin sebuah jabatan yang sangat penting dipertaruhkan dengan menempatkan seseorang yang tidak terbukti hebat di lapangan. Saya pikir itu,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
