<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Irjen Nana Sujana Jadi Kapolda Metro Jaya, Komisi III: Sudah Teruji!</title><description>Irjen Nana ini terpilih dalam posisi strategis seperti Kapolda Metro Jaya, itu memang karena mereka punya kapabilitas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/23/338/2145290/irjen-nana-sujana-jadi-kapolda-metro-jaya-komisi-iii-sudah-teruji</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/12/23/338/2145290/irjen-nana-sujana-jadi-kapolda-metro-jaya-komisi-iii-sudah-teruji"/><item><title>Irjen Nana Sujana Jadi Kapolda Metro Jaya, Komisi III: Sudah Teruji!</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/23/338/2145290/irjen-nana-sujana-jadi-kapolda-metro-jaya-komisi-iii-sudah-teruji</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/12/23/338/2145290/irjen-nana-sujana-jadi-kapolda-metro-jaya-komisi-iii-sudah-teruji</guid><pubDate>Senin 23 Desember 2019 18:16 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/23/338/2145290/irjen-nana-sujana-jadi-kapolda-metro-jaya-komisi-iii-sudah-teruji-rixLzGfeho.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Irjen Nana Sujana (Foto : Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/23/338/2145290/irjen-nana-sujana-jadi-kapolda-metro-jaya-komisi-iii-sudah-teruji-rixLzGfeho.jpg</image><title>Irjen Nana Sujana (Foto : Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Kapolri Jendral Idham Azis menunjuk Irjen Nana Sujana sebagai Kapolda Metro Jaya untuk menggantikan Irjen Gatot Eddy yang naik sebagai Wakapolri.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menilai penunjukkan Irjen Nana sebagai Kapolda Metro Jaya adalah keputusan yang tepat. Mengingat track record Nana yang sudah pernah menduduki berbagai jabatan strategis di Korps Bhayangkara tersebut.

&amp;ldquo;Jadi sampai Irjen Nana ini terpilih dalam posisi strategis seperti Kapolda Metro Jaya, itu memang karena mereka punya kapabilitas yang sudah teruji, bukan kaleng-kaleng,&amp;rdquo; kata Sahroni di Kompelks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/12/2019).



Sahroni pun menepis adanya anggapan Indonesia Police Watch yang menyebut penunjukkan Irjen Nana sebagai Kapolda Metro Jaya merupakan sebuah bentuk Presiden Jokowi ingin menonjolkan geng Solo melalui pejabat di kepolisian. Meskipun Irjen Nana pernah menduduki jabatan sebagai Kapolresta Solo pada tahun 2010 lalu saat Jokowi menjabat sebagai Wali Kota Solo.

Menurutnya, anggapan ini tidak berdasar dan dapat dipastikan bahwa Kapolri Idham Azis telah memiliki berbagai kriteria profesional yang perlu dipenuhi dalam mengangkat jabatan seseorang.

&amp;ldquo;Pasti ada kriteria profesionalnya lah, nggak mungkin ujug-ujug diangkat jadi Kapolda Metro Jaya dengan alasan yang sembarangan. Menurut saya, anggapan bahwa Pak Nana ditunjuk sebagai Kapolda Metro karena dirinya pernah menjabat sebagai Kapolresta Solo itu tidak berdasar,&amp;rdquo; tegasnya.

Lebih lanjut dia menekankan posisi Kapolda Metro Jaya adalah jabatan yang sangat strategis. Karenanya dia memandang Kapolri Jenderal Idham Azis telah melakukan penilaian yang objektif dan hati-hati sebelum memutuskan untuk menunjuk Irjen Nana sebagai Kapolda Metro Jaya.

&amp;ldquo;Ini jabatan yang sangat strategis, enggak bisa main-main. Jadi pasti Pak Kapolri juga sudah mempertimbangkan berbagai hal secara matang dan objektif. Selain itu, para polisi ini juga berjenjang kariernya. Jadi walaupun benar bahwa mereka pernah dinas di Solo, saya rasa semua Akpol juga kayaknya pernah dinas di sana,&amp;rdquo; tandasnya.

Baca Juga : Istana Bantah Jokowi Ingin Bentuk Geng Solo di Polri

Diketahui sebelumnya dalam Surat Telegram Kapolri ST/3331/XII/KEP/2019 yang diterbitkan Jumat 20 Desember 2019 berisikan rotasi beberapa Kapolda. Surat tersebut ditandatangni oleh AS SDM Polri Irjen Eko Indra Heri.

Kapolda Metro Jaya yang sebelumnya dijabat Irjen Gatot Eddy nantinya akan disii Irjen Nana Sujana yang sebelumnya menduduki Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB).</description><content:encoded>JAKARTA - Kapolri Jendral Idham Azis menunjuk Irjen Nana Sujana sebagai Kapolda Metro Jaya untuk menggantikan Irjen Gatot Eddy yang naik sebagai Wakapolri.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menilai penunjukkan Irjen Nana sebagai Kapolda Metro Jaya adalah keputusan yang tepat. Mengingat track record Nana yang sudah pernah menduduki berbagai jabatan strategis di Korps Bhayangkara tersebut.

&amp;ldquo;Jadi sampai Irjen Nana ini terpilih dalam posisi strategis seperti Kapolda Metro Jaya, itu memang karena mereka punya kapabilitas yang sudah teruji, bukan kaleng-kaleng,&amp;rdquo; kata Sahroni di Kompelks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/12/2019).



Sahroni pun menepis adanya anggapan Indonesia Police Watch yang menyebut penunjukkan Irjen Nana sebagai Kapolda Metro Jaya merupakan sebuah bentuk Presiden Jokowi ingin menonjolkan geng Solo melalui pejabat di kepolisian. Meskipun Irjen Nana pernah menduduki jabatan sebagai Kapolresta Solo pada tahun 2010 lalu saat Jokowi menjabat sebagai Wali Kota Solo.

Menurutnya, anggapan ini tidak berdasar dan dapat dipastikan bahwa Kapolri Idham Azis telah memiliki berbagai kriteria profesional yang perlu dipenuhi dalam mengangkat jabatan seseorang.

&amp;ldquo;Pasti ada kriteria profesionalnya lah, nggak mungkin ujug-ujug diangkat jadi Kapolda Metro Jaya dengan alasan yang sembarangan. Menurut saya, anggapan bahwa Pak Nana ditunjuk sebagai Kapolda Metro karena dirinya pernah menjabat sebagai Kapolresta Solo itu tidak berdasar,&amp;rdquo; tegasnya.

Lebih lanjut dia menekankan posisi Kapolda Metro Jaya adalah jabatan yang sangat strategis. Karenanya dia memandang Kapolri Jenderal Idham Azis telah melakukan penilaian yang objektif dan hati-hati sebelum memutuskan untuk menunjuk Irjen Nana sebagai Kapolda Metro Jaya.

&amp;ldquo;Ini jabatan yang sangat strategis, enggak bisa main-main. Jadi pasti Pak Kapolri juga sudah mempertimbangkan berbagai hal secara matang dan objektif. Selain itu, para polisi ini juga berjenjang kariernya. Jadi walaupun benar bahwa mereka pernah dinas di Solo, saya rasa semua Akpol juga kayaknya pernah dinas di sana,&amp;rdquo; tandasnya.

Baca Juga : Istana Bantah Jokowi Ingin Bentuk Geng Solo di Polri

Diketahui sebelumnya dalam Surat Telegram Kapolri ST/3331/XII/KEP/2019 yang diterbitkan Jumat 20 Desember 2019 berisikan rotasi beberapa Kapolda. Surat tersebut ditandatangni oleh AS SDM Polri Irjen Eko Indra Heri.

Kapolda Metro Jaya yang sebelumnya dijabat Irjen Gatot Eddy nantinya akan disii Irjen Nana Sujana yang sebelumnya menduduki Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB).</content:encoded></item></channel></rss>
