<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tradisi Malam Natal di Manado, Pasang Lilin hingga Bawa Kue ke Kuburan</title><description>Sehari menjelang hari Natal, sudah menjadi tradisi bagi umat kristiani di Manado untuk melakukan ziarah kubur.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/24/337/2145748/tradisi-malam-natal-di-manado-pasang-lilin-hingga-bawa-kue-ke-kuburan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/12/24/337/2145748/tradisi-malam-natal-di-manado-pasang-lilin-hingga-bawa-kue-ke-kuburan"/><item><title>Tradisi Malam Natal di Manado, Pasang Lilin hingga Bawa Kue ke Kuburan</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/24/337/2145748/tradisi-malam-natal-di-manado-pasang-lilin-hingga-bawa-kue-ke-kuburan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/12/24/337/2145748/tradisi-malam-natal-di-manado-pasang-lilin-hingga-bawa-kue-ke-kuburan</guid><pubDate>Selasa 24 Desember 2019 21:27 WIB</pubDate><dc:creator>Subhan Sabu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/24/337/2145748/tradisi-malam-natal-di-manado-pasang-lilin-hingga-bawa-kue-ke-kuburan-v23GqEuLCz.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/24/337/2145748/tradisi-malam-natal-di-manado-pasang-lilin-hingga-bawa-kue-ke-kuburan-v23GqEuLCz.jpg</image><title></title></images><description>MANADO - Sehari menjelang hari Natal, sudah menjadi tradisi bagi umat kristiani di Manado untuk melakukan ziarah kubur. Mulai pagi hingga malam hari mereka melaksanakan tradisi bersih-bersih kubur.
Usai bersih-bersih, warga kemudian meletakkan bunga warna warni di atas kubur sanak-saudara mereka. Saat malam tiba, warga kembali mendatangi kompleks  pekuburan dan menyalakan lilin, bahkan ada yang meletakkan beberapa macam kue natal di atas nisan.
&quot;Kue natal diletakkan di atas nisan, dipercaya keluarga yang sudah meninggal ikut menikmati sukacita bersama,&quot; ujar Ronald Markus kepada okezone, Selasa (24/12/2019).

Selain pasang lilin, warga juga turut mendoakan keluarganya yang sudah meninggal. Ada juga yang menyalakan petasan jenis roket, membuat suasana kuburan jadi ramai dan tidak terkesan angker lagi.
Tradisi tersebut sudah dilakukan sejak lama saat menyambut malam Natal. Menyimpan makna kultural, filosofis dan teologis sebagai bentuk pengormatan anak keturunan terhadap leluhurnya sekaligus pengakuan terhadap Sang Khalik.
Budayawan Minahasa Fredy Wowor mengatakan bersih-bersih, bawa bunga pasang lilin, ketika membersihkan kubur mengacu pada penyucian. Menyucikan atau mengembalikan pada kedudukan yang semula.
&quot;Di awal kan makam leluhur itu bersih. Kemudian seiring waktu, ditumbuhi semak, kotor, jadi dibersihkan,&amp;rdquo; kata Wowor.Kalau bunga itu simbol keindahan, puncak cita rasa. Itu hanya bisa  dirasakan orang yang berbahagia. Ini simbol, orang yang datang adalah  orang yang bahagia. Orang itu bahagia untuk bertemu dengan orang yang  dicintai, disayangi, dirindukan. Itu simbol kedekatan. Gambaran  keakraban dan kedekatan. Makna simbolik dari itu adalah bunga.
&quot;Refeleksinya, betapa bahagianya orang yang datang itu. Dan ia tidak datang karena diperintah tapi karena rasa bahagia,&amp;rdquo; ujarnya
Kemudian lampu-lampu atau juga lilin bermakna datang dengan niat dan  hati yang bersih. Tidak ada kata-kata yang mau disembunyikan. Datang  tidak sembarangan tapi dengan niat yang tulus. Kita tidak datang di  gelap-gelap.
Di sisi lain, itu simbol penunjuk jalan bahwa kita masih mengingat  leluhur. Dengan mengingat leluhur, kita mengingat ajaran-ajaran mereka  yang luhur,&amp;rdquo; jelas akademisi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sam  Ratulangi Manado itu.</description><content:encoded>MANADO - Sehari menjelang hari Natal, sudah menjadi tradisi bagi umat kristiani di Manado untuk melakukan ziarah kubur. Mulai pagi hingga malam hari mereka melaksanakan tradisi bersih-bersih kubur.
Usai bersih-bersih, warga kemudian meletakkan bunga warna warni di atas kubur sanak-saudara mereka. Saat malam tiba, warga kembali mendatangi kompleks  pekuburan dan menyalakan lilin, bahkan ada yang meletakkan beberapa macam kue natal di atas nisan.
&quot;Kue natal diletakkan di atas nisan, dipercaya keluarga yang sudah meninggal ikut menikmati sukacita bersama,&quot; ujar Ronald Markus kepada okezone, Selasa (24/12/2019).

Selain pasang lilin, warga juga turut mendoakan keluarganya yang sudah meninggal. Ada juga yang menyalakan petasan jenis roket, membuat suasana kuburan jadi ramai dan tidak terkesan angker lagi.
Tradisi tersebut sudah dilakukan sejak lama saat menyambut malam Natal. Menyimpan makna kultural, filosofis dan teologis sebagai bentuk pengormatan anak keturunan terhadap leluhurnya sekaligus pengakuan terhadap Sang Khalik.
Budayawan Minahasa Fredy Wowor mengatakan bersih-bersih, bawa bunga pasang lilin, ketika membersihkan kubur mengacu pada penyucian. Menyucikan atau mengembalikan pada kedudukan yang semula.
&quot;Di awal kan makam leluhur itu bersih. Kemudian seiring waktu, ditumbuhi semak, kotor, jadi dibersihkan,&amp;rdquo; kata Wowor.Kalau bunga itu simbol keindahan, puncak cita rasa. Itu hanya bisa  dirasakan orang yang berbahagia. Ini simbol, orang yang datang adalah  orang yang bahagia. Orang itu bahagia untuk bertemu dengan orang yang  dicintai, disayangi, dirindukan. Itu simbol kedekatan. Gambaran  keakraban dan kedekatan. Makna simbolik dari itu adalah bunga.
&quot;Refeleksinya, betapa bahagianya orang yang datang itu. Dan ia tidak datang karena diperintah tapi karena rasa bahagia,&amp;rdquo; ujarnya
Kemudian lampu-lampu atau juga lilin bermakna datang dengan niat dan  hati yang bersih. Tidak ada kata-kata yang mau disembunyikan. Datang  tidak sembarangan tapi dengan niat yang tulus. Kita tidak datang di  gelap-gelap.
Di sisi lain, itu simbol penunjuk jalan bahwa kita masih mengingat  leluhur. Dengan mengingat leluhur, kita mengingat ajaran-ajaran mereka  yang luhur,&amp;rdquo; jelas akademisi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sam  Ratulangi Manado itu.</content:encoded></item></channel></rss>
