<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Topan Phanfone Rusak Perayaan Natal Ribuan Warga di Filipina</title><description>Banyak orang terlantar, tak dapat pulang ke kampung halaman mereka akibat dibatalkannya banyak penerbangan komersial.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/25/18/2145837/topan-phanfone-rusak-perayaan-natal-ribuan-warga-di-filipina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/12/25/18/2145837/topan-phanfone-rusak-perayaan-natal-ribuan-warga-di-filipina"/><item><title>Topan Phanfone Rusak Perayaan Natal Ribuan Warga di Filipina</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/25/18/2145837/topan-phanfone-rusak-perayaan-natal-ribuan-warga-di-filipina</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/12/25/18/2145837/topan-phanfone-rusak-perayaan-natal-ribuan-warga-di-filipina</guid><pubDate>Rabu 25 Desember 2019 10:18 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/25/18/2145837/topan-phanfone-rusak-perayaan-natal-ribuan-warga-di-filipina-Rkaa3SmLlE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nelayan di Samar Timur membawa perahu mereka ke tempat yang lebih tinggi setelah Topan Phanfone menerjang pada 24 Desember 2019. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/25/18/2145837/topan-phanfone-rusak-perayaan-natal-ribuan-warga-di-filipina-Rkaa3SmLlE.jpg</image><title>Nelayan di Samar Timur membawa perahu mereka ke tempat yang lebih tinggi setelah Topan Phanfone menerjang pada 24 Desember 2019. (Foto: Reuters)</title></images><description>MANILA - Topan Phanfone menerjang Filipina tengah pada Selasa, 24 Desember membuat ribuan orang tidak bisa pulang untuk liburan Natal dan memaksa banyak orang lainnya mengungsi.
Badai tropis itu meningkat menjadi topan sesaat sebelum mendarat pada malam Natal di Filipina, negara dengan penduduk mayoritas Katolik. Sejauh ini laporan awal menunjukkan belum adanya korban yang jatuh akibat terjangan topan tersebut.
BACA JUGA: Topan Kammuri Tewaskan Tiga Orang di Filipina, Paksa Ratusan Penerbangan Ditunda
Topan itu menghantam ujung selatan Pulau Samar pada Selasa sore dengan hembusan angin mencapai 150 kilometer per jam. Terjangan angin mematahkan cabang-cabang dari pohon dan merobohkan tiang listrik dan menara pengantar telepon genggam di pulau berpenduduk kurang sejahtera itu.
&quot;(Tidak ada) tanda-tanda kerusakan parah kecuali rumah-rumah yang terbuat dari bahan ringan,&quot; kata Gubernur Provinsi Samar Timur Ben Evardone kepada AFP, seraya menambahkan tidak ada korban di sana.
Menurut penghitungan resmi pemerintah yang didapat AFP, hanya kurang dari 1.700 orang dievakuasi dari daerah pantai serta mereka yang rentan terhadap banjir dan tanah longsor.
BACA JUGA: Super Topan Haiyan Sapu Habis Filipina, Korban Tewas Diyakini Capai 10 Ribu Orang
&quot;Beberapa keluarga enggan mengungsi karena mereka ingin merayakan Natal di rumah, tetapi pejabat setempat akan memaksa mereka keluar jika mereka menolak untuk mengindahkan peringatan kami,&quot; kata Pejabat Pertahanan Sipil Regional Reyden Cabrigas kepada AFP.
Dinas ramalan cuaca negara mengatakan rumah yang terbuat dari kayu, jerami atau bambu berisiko mengalami &quot;kerusakan berat&quot;, meskipun sejauh ini tidak ada laporan gelombang raksasa yang menghantam komunitas pesisir seperti yang sebelumnya diperingatkan dinas cuaca Filipina.

Phanfone, yang dalam bahasa Laos berarti &quot;hewan&quot;, diperkirakan  melintasi pulau-pulau tengah sepanjang Hari Natal pada Rabu sebelum  bergerak ke Laut China Selatan.
Semua kapal di jalur badai yang diproyeksikan melalui pulau-pulau  tengah diperintahkan untuk tinggal di pelabuhan dan banyak penerbangan  komersial dibatalkan, membuat ribuan orang yang akan pulang ke kampung  halamannya terlantar.
Filipina adalah daratan besar pertama yang menghadapi sabuk topan  Pasifik, sehingga negara kepulauan itu dihantam oleh rata-rata 20 badai  dan topan setiap tahunnya. Terjangan topan yang melanda Filipina  sepanjang tahun ini telah menyebabkan kerusakan infrastruktur, panen dan  jatuhnya korban jiwa.</description><content:encoded>MANILA - Topan Phanfone menerjang Filipina tengah pada Selasa, 24 Desember membuat ribuan orang tidak bisa pulang untuk liburan Natal dan memaksa banyak orang lainnya mengungsi.
Badai tropis itu meningkat menjadi topan sesaat sebelum mendarat pada malam Natal di Filipina, negara dengan penduduk mayoritas Katolik. Sejauh ini laporan awal menunjukkan belum adanya korban yang jatuh akibat terjangan topan tersebut.
BACA JUGA: Topan Kammuri Tewaskan Tiga Orang di Filipina, Paksa Ratusan Penerbangan Ditunda
Topan itu menghantam ujung selatan Pulau Samar pada Selasa sore dengan hembusan angin mencapai 150 kilometer per jam. Terjangan angin mematahkan cabang-cabang dari pohon dan merobohkan tiang listrik dan menara pengantar telepon genggam di pulau berpenduduk kurang sejahtera itu.
&quot;(Tidak ada) tanda-tanda kerusakan parah kecuali rumah-rumah yang terbuat dari bahan ringan,&quot; kata Gubernur Provinsi Samar Timur Ben Evardone kepada AFP, seraya menambahkan tidak ada korban di sana.
Menurut penghitungan resmi pemerintah yang didapat AFP, hanya kurang dari 1.700 orang dievakuasi dari daerah pantai serta mereka yang rentan terhadap banjir dan tanah longsor.
BACA JUGA: Super Topan Haiyan Sapu Habis Filipina, Korban Tewas Diyakini Capai 10 Ribu Orang
&quot;Beberapa keluarga enggan mengungsi karena mereka ingin merayakan Natal di rumah, tetapi pejabat setempat akan memaksa mereka keluar jika mereka menolak untuk mengindahkan peringatan kami,&quot; kata Pejabat Pertahanan Sipil Regional Reyden Cabrigas kepada AFP.
Dinas ramalan cuaca negara mengatakan rumah yang terbuat dari kayu, jerami atau bambu berisiko mengalami &quot;kerusakan berat&quot;, meskipun sejauh ini tidak ada laporan gelombang raksasa yang menghantam komunitas pesisir seperti yang sebelumnya diperingatkan dinas cuaca Filipina.

Phanfone, yang dalam bahasa Laos berarti &quot;hewan&quot;, diperkirakan  melintasi pulau-pulau tengah sepanjang Hari Natal pada Rabu sebelum  bergerak ke Laut China Selatan.
Semua kapal di jalur badai yang diproyeksikan melalui pulau-pulau  tengah diperintahkan untuk tinggal di pelabuhan dan banyak penerbangan  komersial dibatalkan, membuat ribuan orang yang akan pulang ke kampung  halamannya terlantar.
Filipina adalah daratan besar pertama yang menghadapi sabuk topan  Pasifik, sehingga negara kepulauan itu dihantam oleh rata-rata 20 badai  dan topan setiap tahunnya. Terjangan topan yang melanda Filipina  sepanjang tahun ini telah menyebabkan kerusakan infrastruktur, panen dan  jatuhnya korban jiwa.</content:encoded></item></channel></rss>
