<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Keuskupan Agung Jakarta: Hiduplah Sebagai Sahabat untuk Lawan Arus Kebencian</title><description>Memperingati Natal 2019, Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) turut menyoroti lunturnya kebersamaan yang terjadi di Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/25/337/2145899/keuskupan-agung-jakarta-hiduplah-sebagai-sahabat-untuk-lawan-arus-kebencian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/12/25/337/2145899/keuskupan-agung-jakarta-hiduplah-sebagai-sahabat-untuk-lawan-arus-kebencian"/><item><title>Keuskupan Agung Jakarta: Hiduplah Sebagai Sahabat untuk Lawan Arus Kebencian</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/25/337/2145899/keuskupan-agung-jakarta-hiduplah-sebagai-sahabat-untuk-lawan-arus-kebencian</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/12/25/337/2145899/keuskupan-agung-jakarta-hiduplah-sebagai-sahabat-untuk-lawan-arus-kebencian</guid><pubDate>Rabu 25 Desember 2019 14:03 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/25/337/2145899/keuskupan-agung-jakarta-hiduplah-sebagai-sahabat-untuk-lawan-arus-kebencian-0DWwwKySWV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uskup Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo (Foto: Okezone/Harits)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/25/337/2145899/keuskupan-agung-jakarta-hiduplah-sebagai-sahabat-untuk-lawan-arus-kebencian-0DWwwKySWV.jpg</image><title>Uskup Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo (Foto: Okezone/Harits)</title></images><description>JAKARTA - Memperingati Natal 2019, Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) turut menyoroti lunturnya kebersamaan yang terjadi di Indonesia.

Menurut  Uskup Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo mengutarakan apabila lunturnya kebersamaan itu disebabkan oleh tiga hal yang mulai marak terdengar di Indonesia. Seperti, ujaran kebencian, intoleransi dan politik identitas.

&quot;Misalnya ujaran kebencian. Kata itu 10 tahun yang lalu belum ada artinya, belum seperti sekarang,&quot; ujar Ignatius saat konferensi pers di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Rabu (25/12/2019).

Ignatius menekankan, ujaran kebencian, intoleransi dan politik identitas adalah kosa kata yang baru masuk dan memberikan dampak yang negatif. Sehingga melunturkan persaudaraan yang ada selama ini di Indonesia.

Oleh karena itu, ia harap melalui momen natal tahun 2019 bisa menjadi sebuah momentum agar melawan ujaran kebencian, intoleransi dan politik identitas tersebut.

Baca Juga: Pesan Malam Natal Paus Fransiskus: Tuhan Cinta Kita Semua, Bahkan yang Terburuk

&amp;ldquo;Oleh karena itu, supaya Natal jadi aktual kontekstual dipilihlah ajakan ini. Hiduplah sebagai sahabat semua orang untuk melawan arus ujaran kebencian, intoleran dan politik identitas. Kita diajak sebagai sahabat,&amp;rdquo; terang dia.

Terkait tema Natal tahun 2019 yaitu  'Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang', menurutnya tema itu membawa pesan bahwa momentum natal agar umat kristiani senantiasa menjaga kebersamaan dan persatuan antar sesama warga bangsa Indonesia.

&amp;ldquo;Isinya pesannya hiduplah sebagai sahabat bagi semua orang. Judul ini dipilih untuk membuat natal bermakna  kontekstual. Karena natal bagi umat kristiani bukan hanya peristiwa masa lampau yang hanya diingat-ingat, tetapi suatu peristiwa yang selalu dikenang,&quot; tandasnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Memperingati Natal 2019, Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) turut menyoroti lunturnya kebersamaan yang terjadi di Indonesia.

Menurut  Uskup Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo mengutarakan apabila lunturnya kebersamaan itu disebabkan oleh tiga hal yang mulai marak terdengar di Indonesia. Seperti, ujaran kebencian, intoleransi dan politik identitas.

&quot;Misalnya ujaran kebencian. Kata itu 10 tahun yang lalu belum ada artinya, belum seperti sekarang,&quot; ujar Ignatius saat konferensi pers di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Rabu (25/12/2019).

Ignatius menekankan, ujaran kebencian, intoleransi dan politik identitas adalah kosa kata yang baru masuk dan memberikan dampak yang negatif. Sehingga melunturkan persaudaraan yang ada selama ini di Indonesia.

Oleh karena itu, ia harap melalui momen natal tahun 2019 bisa menjadi sebuah momentum agar melawan ujaran kebencian, intoleransi dan politik identitas tersebut.

Baca Juga: Pesan Malam Natal Paus Fransiskus: Tuhan Cinta Kita Semua, Bahkan yang Terburuk

&amp;ldquo;Oleh karena itu, supaya Natal jadi aktual kontekstual dipilihlah ajakan ini. Hiduplah sebagai sahabat semua orang untuk melawan arus ujaran kebencian, intoleran dan politik identitas. Kita diajak sebagai sahabat,&amp;rdquo; terang dia.

Terkait tema Natal tahun 2019 yaitu  'Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang', menurutnya tema itu membawa pesan bahwa momentum natal agar umat kristiani senantiasa menjaga kebersamaan dan persatuan antar sesama warga bangsa Indonesia.

&amp;ldquo;Isinya pesannya hiduplah sebagai sahabat bagi semua orang. Judul ini dipilih untuk membuat natal bermakna  kontekstual. Karena natal bagi umat kristiani bukan hanya peristiwa masa lampau yang hanya diingat-ingat, tetapi suatu peristiwa yang selalu dikenang,&quot; tandasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
