<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rekam Jejak Irjen Nana Sudjana Dinilai DPR Penting untuk Tugas Barunya</title><description>Penunjukan Irjen Pol Nana Sudjana sebagai Kapolda Metro Jaya, mengganti Gatot Eddy Pramono dinilai sebuah pergantian setimpal</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/25/337/2146015/rekam-jejak-irjen-nana-sudjana-dinilai-dpr-penting-untuk-tugas-barunya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/12/25/337/2146015/rekam-jejak-irjen-nana-sudjana-dinilai-dpr-penting-untuk-tugas-barunya"/><item><title>Rekam Jejak Irjen Nana Sudjana Dinilai DPR Penting untuk Tugas Barunya</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/25/337/2146015/rekam-jejak-irjen-nana-sudjana-dinilai-dpr-penting-untuk-tugas-barunya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/12/25/337/2146015/rekam-jejak-irjen-nana-sudjana-dinilai-dpr-penting-untuk-tugas-barunya</guid><pubDate>Rabu 25 Desember 2019 20:01 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/25/337/2146015/rekam-jejak-irjen-nana-sudjana-dinilai-dpr-penting-untuk-tugas-barunya-wtCbM8Xf99.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Irjen Nana Sujana (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/25/337/2146015/rekam-jejak-irjen-nana-sudjana-dinilai-dpr-penting-untuk-tugas-barunya-wtCbM8Xf99.jpg</image><title>Irjen Nana Sujana (Foto: Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menilai sikap Kapolri Jendral Idham Azis yang sudah menunjuk Irjen Pol Nana Sudjana sebagai Kapolda Metro Jaya, mengganti Gatot Eddy Pramono merupakan sebuah pergantian setimpal.
Karena, Sahroni track record yang dimiliki Irjen Nana cukup berpengalaman di Ibu Kota. Seperti menjabat sebagai Kepala Satuan Intel dan Keamanan (Kasatintelkam) pada era reformasi dan Direktur Intelkam di Polda Metro Jaya.
&amp;ldquo;Selain itu, Irjen Nana juga pernah menjabat sebagai Direktur Politik dan Keamanan pada Badan Intelijen dan Keamanan Kepolisian (BIK). Jadi memang beliau ini sudah sangat matang di lapangan, beliau juga dikenal bertangan dingin mampu berkomunikasi dengan segenap elemen secara luwes,&amp;rdquo; kata Sahroni kepada Okezone di Jakarta, Rabu (25/12/2019).

Baca Juga: Irjen Nana Sujana Jadi Kapolda Metro Jaya, Komisi III: Sudah Teruji!
Sahroni mengatakan, peran Nana saat mengisi kedua jabatan tersebut sangat penting terhadap situasi keamanan dan ketertiban di ibu kota.
&amp;ldquo;Irjen Nana ini sangat berperan penting dalam mengawal ibu kota sejak zaman reformasi, pasca reformasi, hingga kabinet kerja. Wajar jika namanya kurang popular karena memang dia lebih banyak bekerja di balik layar,&amp;rdquo; bebernya.Lebih lanjut Politisi Partai Nasdem itu optimistis bahwa Irjen Nana  akan mampu menjalankan amanah barunya sebagai Kapolda Metro Jaya secara  maksimal.
&amp;ldquo;Dengan gaya kepemimpinan dan pengalamannya dalam  mendinginkan situasi ini, maka Irjen Nana merupakan sosok yang sangat  tepat dalam menjaga stabilitas keamanan ibu kota sebagai etalase RI guna  mengawal stabilitas ekonomi dan iklim investasi,&amp;rdquo; tukas Sahroni.
Diketahui  dalam Surat Telegram Kapolri ST/3331/XII/KEP/2019 yang diterbitkan  Jumat 20 Desember 2019 berisikan rotasi beberapa Kapolda. Surat tersebut  ditandatangni oleh AS SDM Polri Irjen Eko Indra Heri.
Kapolda  Metro Jaya yang sebelumnya dijabat Irjen Gatot Eddy nantinya akan disii  Irjen Nana Sujana yang sebelumnya menduduki Kapolda Nusa Tenggara Barat  (NTB).</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menilai sikap Kapolri Jendral Idham Azis yang sudah menunjuk Irjen Pol Nana Sudjana sebagai Kapolda Metro Jaya, mengganti Gatot Eddy Pramono merupakan sebuah pergantian setimpal.
Karena, Sahroni track record yang dimiliki Irjen Nana cukup berpengalaman di Ibu Kota. Seperti menjabat sebagai Kepala Satuan Intel dan Keamanan (Kasatintelkam) pada era reformasi dan Direktur Intelkam di Polda Metro Jaya.
&amp;ldquo;Selain itu, Irjen Nana juga pernah menjabat sebagai Direktur Politik dan Keamanan pada Badan Intelijen dan Keamanan Kepolisian (BIK). Jadi memang beliau ini sudah sangat matang di lapangan, beliau juga dikenal bertangan dingin mampu berkomunikasi dengan segenap elemen secara luwes,&amp;rdquo; kata Sahroni kepada Okezone di Jakarta, Rabu (25/12/2019).

Baca Juga: Irjen Nana Sujana Jadi Kapolda Metro Jaya, Komisi III: Sudah Teruji!
Sahroni mengatakan, peran Nana saat mengisi kedua jabatan tersebut sangat penting terhadap situasi keamanan dan ketertiban di ibu kota.
&amp;ldquo;Irjen Nana ini sangat berperan penting dalam mengawal ibu kota sejak zaman reformasi, pasca reformasi, hingga kabinet kerja. Wajar jika namanya kurang popular karena memang dia lebih banyak bekerja di balik layar,&amp;rdquo; bebernya.Lebih lanjut Politisi Partai Nasdem itu optimistis bahwa Irjen Nana  akan mampu menjalankan amanah barunya sebagai Kapolda Metro Jaya secara  maksimal.
&amp;ldquo;Dengan gaya kepemimpinan dan pengalamannya dalam  mendinginkan situasi ini, maka Irjen Nana merupakan sosok yang sangat  tepat dalam menjaga stabilitas keamanan ibu kota sebagai etalase RI guna  mengawal stabilitas ekonomi dan iklim investasi,&amp;rdquo; tukas Sahroni.
Diketahui  dalam Surat Telegram Kapolri ST/3331/XII/KEP/2019 yang diterbitkan  Jumat 20 Desember 2019 berisikan rotasi beberapa Kapolda. Surat tersebut  ditandatangni oleh AS SDM Polri Irjen Eko Indra Heri.
Kapolda  Metro Jaya yang sebelumnya dijabat Irjen Gatot Eddy nantinya akan disii  Irjen Nana Sujana yang sebelumnya menduduki Kapolda Nusa Tenggara Barat  (NTB).</content:encoded></item></channel></rss>
