<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kedatangan Jenazah Korban Bus Sriwijaya Asal Bengkulu Disambut Tangis Keluarga</title><description>Kedatangan jenazah korban kecelakaan Bus Sriwijaya di Bengkulu disambut isak tangis anggota keluarga.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/25/340/2145780/kedatangan-jenazah-korban-bus-sriwijaya-asal-bengkulu-disambut-tangis-keluarga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/12/25/340/2145780/kedatangan-jenazah-korban-bus-sriwijaya-asal-bengkulu-disambut-tangis-keluarga"/><item><title>Kedatangan Jenazah Korban Bus Sriwijaya Asal Bengkulu Disambut Tangis Keluarga</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/25/340/2145780/kedatangan-jenazah-korban-bus-sriwijaya-asal-bengkulu-disambut-tangis-keluarga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/12/25/340/2145780/kedatangan-jenazah-korban-bus-sriwijaya-asal-bengkulu-disambut-tangis-keluarga</guid><pubDate>Rabu 25 Desember 2019 02:02 WIB</pubDate><dc:creator>Demon Fajri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/25/340/2145780/kedatangan-jenazah-korban-bus-sriwijaya-asal-bengkulu-disambut-tangis-keluarga-apX198fKfX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jenazah Ali Jaya korban kecelakaan Bus Sriwijaya. (Foto: Demon Fajri/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/25/340/2145780/kedatangan-jenazah-korban-bus-sriwijaya-asal-bengkulu-disambut-tangis-keluarga-apX198fKfX.jpg</image><title>Jenazah Ali Jaya korban kecelakaan Bus Sriwijaya. (Foto: Demon Fajri/Okezone)</title></images><description>BENGKULU &amp;ndash; Kedatangan jenazah Ali Jaya, korban Bus Sriwijaya yang mengalami kecelakaan di Kilometer 9 Jalan Lintas Pagaralam, Lahat, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, disambut isak tangis anggota keluarga.
Baca juga:   Istri Korban Kecelakaan Bus Sriwijaya Sempat Ingatkan Suami Jangan Duduk di Belakang&amp;nbsp;
Jenazah korban itu tiba di rumah duka, Jalan Gandaria Raya Nomor 45, RT 23 RW 08, Kelurahan Panorama, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, pada Selasa 24 Desember 2019, sekira pukul 21.06 WIB.
''Almarhum akan dikebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) Jalan Merapi Ujung, Kelurahan Panorama, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu,'' kata Vevy Nadika (25), keponakan Ali Jaya, saat ditemui Okezone, Selasa 24 Desember 2019 malam.
Baca juga:   Korban Meninggal Kecelakaan Bus Sriwijaya Bertambah Jadi 28 Orang&amp;nbsp;
 
Camat Singaran Pati Syaiful Anwar mengatakan jenazah korban dibawa menggunakan mobil ambulans milik Pemerintah Kota Bengkulu. Korban, jelas dia, meninggalkan satu istri dan satu anak yang masih duduk di bangku kelas V sekolah dasar.
''Korban meninggalkan satu orang istri dan satu orang anak,''  ungkap Syaiful.Korban Sempat Beli Jengkol ke Pasar
 
Zequeen Skyoranov (11), anak almarhum Ali Jaya, tidak menyangka ayahnya menjadi korban kecelakaan Bus Sriwijaya yang masuk ke jurang di Liku Lematang Indah, Desa Perahu Dipo, Kecamatan Dipo Selatan Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan.
Pada Minggu 22 Desember 2019 sore menjadi pertemuan terakhir anak tunggal korban tersebut. Hari itu, Zequeen bertemu ayahnya di depan rumah sedang mengobrol bersama rekan-rekannya.
Korban sempat menyampaikan kepada Zequeen sedang tidak enak badan. Selain itu, ayahnya sempat membeli penganan jengkol di Pasar Panorama, Kelurahan Panorama, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu.
&quot;Minggu sore kemarin ketemu terakhir dengan ayah. Ayah bilang kalau sedang sakit. Ayah sempat ke pasar untuk beli jengkol. Sebab, dia sedang selera makan Jengkol,'' cerita siswi kelas V SDN 20 Kota Bengkulu itu kepada Okezone, Selasa 24 Desember 2019.Pamitan Pergi ke Acara
 
Rolima (46), istri dari Ali Jaya yang menjadi korban kecelakaan Bus Sriwijaya, tidak memiliki firasat suaminya turut di dalam bus tersebut.
Ali Jaya alias Jojon merupakan 1 dari 31 penumpang yang naik bus di PO Sriwijaya Express-Pratama Kota Bengkulu pada Senin 23 Desember sekira pukul 14.00 WIB.
Pada Minggu 22 Desember, Ali sempat memberitahukan istrinya Rolima ingin membeli tiket ke Palembang. Namun, Rolima tidak menanyakan berapa tiket yang dibeli suaminya tersebut.
Bahkan, Rolima sempat menyampaikan kepada suaminya membeli tiket jauh-jauh hari. Tujuannya agar tidak duduk di bagian belakang bus. Namun ternyata pesan tersebut tidak digubris.
Keesokan harinya, Senin 23 Desember, Ali Jaya pamit ingin pergi ke luar untuk menghadiri acara. Rolima pun tidak begitu menghiraukan suaminya pergi.
Sejak berpamitan, kata Rolima, suaminya sama sekali tidak memberi kabar. Hingga pukul 03.01 WIB, Selasa 24 Desember, suaminya tidak kunjung pulang ke rumah.
Rolima baru mendapat kabar dari pihak PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Bengkulu yang datang ke rumahnya.
''Biasanya, dia (Jojon) pulang pukul 00.01 WIB. Tapi tadi sampai pukul 03.01 WIB tidak kunjung pulang ke rumah. Saya baru dapat kabar dia (Jojon) pagi tadi dari PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Bengkulu jika suaminya menjadi salah satu korban Bus Sriwijaya,'' cerita  Rolima dengan nada sedih.
Ia menyampaikan bahwa dirinya bersama anaknya akan ikut ke Palembang. Lalu tanpa sepengetahuan Rolima, Ali Jaya sudah membeli satu tiket dan tidak membeli tiket untuk anak dan istrinya.
''Saya tahu dia beli tiket. Namun untuk dia sendiri. Dia hanya pamit ke acara. Tidak pamit untuk pergi ke Palembang,'' cerita Rolima.</description><content:encoded>BENGKULU &amp;ndash; Kedatangan jenazah Ali Jaya, korban Bus Sriwijaya yang mengalami kecelakaan di Kilometer 9 Jalan Lintas Pagaralam, Lahat, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, disambut isak tangis anggota keluarga.
Baca juga:   Istri Korban Kecelakaan Bus Sriwijaya Sempat Ingatkan Suami Jangan Duduk di Belakang&amp;nbsp;
Jenazah korban itu tiba di rumah duka, Jalan Gandaria Raya Nomor 45, RT 23 RW 08, Kelurahan Panorama, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, pada Selasa 24 Desember 2019, sekira pukul 21.06 WIB.
''Almarhum akan dikebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) Jalan Merapi Ujung, Kelurahan Panorama, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu,'' kata Vevy Nadika (25), keponakan Ali Jaya, saat ditemui Okezone, Selasa 24 Desember 2019 malam.
Baca juga:   Korban Meninggal Kecelakaan Bus Sriwijaya Bertambah Jadi 28 Orang&amp;nbsp;
 
Camat Singaran Pati Syaiful Anwar mengatakan jenazah korban dibawa menggunakan mobil ambulans milik Pemerintah Kota Bengkulu. Korban, jelas dia, meninggalkan satu istri dan satu anak yang masih duduk di bangku kelas V sekolah dasar.
''Korban meninggalkan satu orang istri dan satu orang anak,''  ungkap Syaiful.Korban Sempat Beli Jengkol ke Pasar
 
Zequeen Skyoranov (11), anak almarhum Ali Jaya, tidak menyangka ayahnya menjadi korban kecelakaan Bus Sriwijaya yang masuk ke jurang di Liku Lematang Indah, Desa Perahu Dipo, Kecamatan Dipo Selatan Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan.
Pada Minggu 22 Desember 2019 sore menjadi pertemuan terakhir anak tunggal korban tersebut. Hari itu, Zequeen bertemu ayahnya di depan rumah sedang mengobrol bersama rekan-rekannya.
Korban sempat menyampaikan kepada Zequeen sedang tidak enak badan. Selain itu, ayahnya sempat membeli penganan jengkol di Pasar Panorama, Kelurahan Panorama, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu.
&quot;Minggu sore kemarin ketemu terakhir dengan ayah. Ayah bilang kalau sedang sakit. Ayah sempat ke pasar untuk beli jengkol. Sebab, dia sedang selera makan Jengkol,'' cerita siswi kelas V SDN 20 Kota Bengkulu itu kepada Okezone, Selasa 24 Desember 2019.Pamitan Pergi ke Acara
 
Rolima (46), istri dari Ali Jaya yang menjadi korban kecelakaan Bus Sriwijaya, tidak memiliki firasat suaminya turut di dalam bus tersebut.
Ali Jaya alias Jojon merupakan 1 dari 31 penumpang yang naik bus di PO Sriwijaya Express-Pratama Kota Bengkulu pada Senin 23 Desember sekira pukul 14.00 WIB.
Pada Minggu 22 Desember, Ali sempat memberitahukan istrinya Rolima ingin membeli tiket ke Palembang. Namun, Rolima tidak menanyakan berapa tiket yang dibeli suaminya tersebut.
Bahkan, Rolima sempat menyampaikan kepada suaminya membeli tiket jauh-jauh hari. Tujuannya agar tidak duduk di bagian belakang bus. Namun ternyata pesan tersebut tidak digubris.
Keesokan harinya, Senin 23 Desember, Ali Jaya pamit ingin pergi ke luar untuk menghadiri acara. Rolima pun tidak begitu menghiraukan suaminya pergi.
Sejak berpamitan, kata Rolima, suaminya sama sekali tidak memberi kabar. Hingga pukul 03.01 WIB, Selasa 24 Desember, suaminya tidak kunjung pulang ke rumah.
Rolima baru mendapat kabar dari pihak PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Bengkulu yang datang ke rumahnya.
''Biasanya, dia (Jojon) pulang pukul 00.01 WIB. Tapi tadi sampai pukul 03.01 WIB tidak kunjung pulang ke rumah. Saya baru dapat kabar dia (Jojon) pagi tadi dari PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Bengkulu jika suaminya menjadi salah satu korban Bus Sriwijaya,'' cerita  Rolima dengan nada sedih.
Ia menyampaikan bahwa dirinya bersama anaknya akan ikut ke Palembang. Lalu tanpa sepengetahuan Rolima, Ali Jaya sudah membeli satu tiket dan tidak membeli tiket untuk anak dan istrinya.
''Saya tahu dia beli tiket. Namun untuk dia sendiri. Dia hanya pamit ke acara. Tidak pamit untuk pergi ke Palembang,'' cerita Rolima.</content:encoded></item></channel></rss>
