<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Istri Korban Kecelakaan Bus Sriwijaya Sempat Ingatkan Suami Jangan Duduk di Belakang</title><description>Rolima sempat menyampaikan kepada suaminya, jika ingin membeli tiket harus jauh-jauh hari.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/25/610/2145739/istri-korban-kecelakaan-bus-sriwijaya-sempat-ingatkan-suami-jangan-duduk-di-belakang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/12/25/610/2145739/istri-korban-kecelakaan-bus-sriwijaya-sempat-ingatkan-suami-jangan-duduk-di-belakang"/><item><title>Istri Korban Kecelakaan Bus Sriwijaya Sempat Ingatkan Suami Jangan Duduk di Belakang</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/25/610/2145739/istri-korban-kecelakaan-bus-sriwijaya-sempat-ingatkan-suami-jangan-duduk-di-belakang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/12/25/610/2145739/istri-korban-kecelakaan-bus-sriwijaya-sempat-ingatkan-suami-jangan-duduk-di-belakang</guid><pubDate>Rabu 25 Desember 2019 00:04 WIB</pubDate><dc:creator>Demon Fajri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/24/610/2145739/istri-korban-kecelakaan-bus-sriwijaya-sempat-ingatkan-suami-jangan-duduk-di-belakang-yXFRupCIyi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Istri korban Bus Sriwijaya (Foto: Okezone/Demon)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/24/610/2145739/istri-korban-kecelakaan-bus-sriwijaya-sempat-ingatkan-suami-jangan-duduk-di-belakang-yXFRupCIyi.jpg</image><title>Istri korban Bus Sriwijaya (Foto: Okezone/Demon)</title></images><description>BENGKULU - Rolima (46), istri dari Ali Jaya korban bus Sriwijaya yang mengalami kecelakaan di jalan Lintas Pagar Alam - Lahat KM 9, Kota Pagar Alam, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), tidak memiliki firasat jika suaminya meninggal dunia dalam bus nahas tersebut.

Ali Jaya alias Jojon merupakan 1 dari 31 penumpang yang naik bus di Po Sriwijaya Express-Pratama Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu, pada Senin 23 Desember 2019, sekira pukul 14.01 WIB.

Pada Minggu 22 Desember 2019, Ali sempat berkomunikasi dengan istrinya, Rolima. Jika ingin membeli tiket ke Palembang. Namun, Rolima tidak menanyakan berapa buah tiket yang dibeli suaminya tersebut.

Baca Juga: Berusia 20 Tahun, PO Sriwijaya Klaim Bus Masuk Jurang di Pagaralam Laik Jalan

Bahkan, Rolima sempat menyampaikan kepada suaminya, jika ingin membeli tiket harus jauh-jauh hari. Tujuannya, agar tidak duduk di bangku bagian belakang bus. Penyampaian tersebut tidak digubris.

Keesokan harinya, Senin 23 Desember 2019, suaminya berpamitan dengan istri, jika ingin pergi ke luar untuk menghadiri acara. Rolima pun tidak begitu menghiraukan jika suaminya pergi ke acara.

Sejak berpamitan, kata Rolima, suaminya sama sekali tidak memberi kabar. Hingga pukul 03.01 WIB, Selasa (24/12/2019), suaminya tak kunjung pulang ke rumah. Rolima baru mendapatkan kabar dari pihak PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Bengkulu, ketika datang ke rumahnya.

''Biasanya, dia (Jojon) sudah pulang pukul 00.01 WIB. Tapi tadi  sampai pukul 03.01 WIB tidak kunjung pulang ke rumah. Saya baru dapat  kabar dia (Jojon) pagi tadi, dari PT Jasa Raharja (Persero) Cabang  Bengkulu jika suaminya menjadi salah satu korban bus Sriwijaya,'' cerita  Rolima, dengan nada sedih.

Rolima menyampaikan, jika dia bersama anaknya akan ikut ke Palembang.  Namun, Rolima berkomunikassi dengan suaminya, jika ingin beli tiket bus  ke Palembang, jauh-jauh hari. Hal tersebut agar saat pergi ke Palembang  tidak duduk di bangku belakang.

Tanpa sepengetahuan Rolima, suaminya sudah membeli satu tiket dan tidak membeli tiket untuk anak dan istrinya.

''Saya tahu dia beli tiket. Namun untuk dia sendiri. Dia hanya pamit  ke acara. Tidak pamit untuk pergi ke Palembang,'' sampai Rolima.

</description><content:encoded>BENGKULU - Rolima (46), istri dari Ali Jaya korban bus Sriwijaya yang mengalami kecelakaan di jalan Lintas Pagar Alam - Lahat KM 9, Kota Pagar Alam, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), tidak memiliki firasat jika suaminya meninggal dunia dalam bus nahas tersebut.

Ali Jaya alias Jojon merupakan 1 dari 31 penumpang yang naik bus di Po Sriwijaya Express-Pratama Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu, pada Senin 23 Desember 2019, sekira pukul 14.01 WIB.

Pada Minggu 22 Desember 2019, Ali sempat berkomunikasi dengan istrinya, Rolima. Jika ingin membeli tiket ke Palembang. Namun, Rolima tidak menanyakan berapa buah tiket yang dibeli suaminya tersebut.

Baca Juga: Berusia 20 Tahun, PO Sriwijaya Klaim Bus Masuk Jurang di Pagaralam Laik Jalan

Bahkan, Rolima sempat menyampaikan kepada suaminya, jika ingin membeli tiket harus jauh-jauh hari. Tujuannya, agar tidak duduk di bangku bagian belakang bus. Penyampaian tersebut tidak digubris.

Keesokan harinya, Senin 23 Desember 2019, suaminya berpamitan dengan istri, jika ingin pergi ke luar untuk menghadiri acara. Rolima pun tidak begitu menghiraukan jika suaminya pergi ke acara.

Sejak berpamitan, kata Rolima, suaminya sama sekali tidak memberi kabar. Hingga pukul 03.01 WIB, Selasa (24/12/2019), suaminya tak kunjung pulang ke rumah. Rolima baru mendapatkan kabar dari pihak PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Bengkulu, ketika datang ke rumahnya.

''Biasanya, dia (Jojon) sudah pulang pukul 00.01 WIB. Tapi tadi  sampai pukul 03.01 WIB tidak kunjung pulang ke rumah. Saya baru dapat  kabar dia (Jojon) pagi tadi, dari PT Jasa Raharja (Persero) Cabang  Bengkulu jika suaminya menjadi salah satu korban bus Sriwijaya,'' cerita  Rolima, dengan nada sedih.

Rolima menyampaikan, jika dia bersama anaknya akan ikut ke Palembang.  Namun, Rolima berkomunikassi dengan suaminya, jika ingin beli tiket bus  ke Palembang, jauh-jauh hari. Hal tersebut agar saat pergi ke Palembang  tidak duduk di bangku belakang.

Tanpa sepengetahuan Rolima, suaminya sudah membeli satu tiket dan tidak membeli tiket untuk anak dan istrinya.

''Saya tahu dia beli tiket. Namun untuk dia sendiri. Dia hanya pamit  ke acara. Tidak pamit untuk pergi ke Palembang,'' sampai Rolima.

</content:encoded></item></channel></rss>
