<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Punya Kacamata, Petugas Puskesmas Lihat Gerhana Matahari Pakai Plastik Rontgen</title><description>Ada warga di sana yang menggunakan mika/plastik bekas rontgen untuk alat bantu mata memandang GMC. Agar tak merusak mata.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/26/340/2146301/tak-punya-kacamata-petugas-puskesmas-lihat-gerhana-matahari-pakai-plastik-rontgen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/12/26/340/2146301/tak-punya-kacamata-petugas-puskesmas-lihat-gerhana-matahari-pakai-plastik-rontgen"/><item><title>Tak Punya Kacamata, Petugas Puskesmas Lihat Gerhana Matahari Pakai Plastik Rontgen</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/26/340/2146301/tak-punya-kacamata-petugas-puskesmas-lihat-gerhana-matahari-pakai-plastik-rontgen</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/12/26/340/2146301/tak-punya-kacamata-petugas-puskesmas-lihat-gerhana-matahari-pakai-plastik-rontgen</guid><pubDate>Kamis 26 Desember 2019 16:45 WIB</pubDate><dc:creator>Ade Putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/26/340/2146301/tak-punya-kacamata-petugas-puskesmas-lihat-gerhana-matahari-pakai-plastik-rontgen-2hdSr3FJ4C.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/26/340/2146301/tak-punya-kacamata-petugas-puskesmas-lihat-gerhana-matahari-pakai-plastik-rontgen-2hdSr3FJ4C.JPG</image><title>Foto: Ist</title></images><description>PONTIANAK - Masyarakat di Kalimantan Barat menyambut baik fenomena alam Gerhana Matahari Cincin (GMC). Pasalnya, ada beberapa wilayah yang dapat menyaksikan GMC dengan durasi beberapa menit itu pada Kamis (26/12/2019) siang itu.

Namun, jauh sebelumnya sudah dikeluarkan imbauan terkait bahaya melihat GMC dengan mata telanjang. Dianjurkan menggunakan alat bantu agar tak kesilauan saat cahaya GMC masuk ke mata.

Di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, ada hal yang unik dari warga saat melihat GMC ini. Tepatnya di Kecamatan Sebawi. Ada warga di sana yang menggunakan mika/plastik bekas rontgen untuk alat bantu mata memandang GMC. Agar tak merusak mata.

&quot;Tadi kami melihat fenomena alam berupa gerhana matahari sekitar pukul 12.28 WIB. Kami menggunakan film rontgen untuk melihatnya. Nampak tadi gerhananya,&quot; jelas Ariono salah seorang pegawai di Puskesmas Sebawi.



Menurut Ariono, cara unik itu digunakan agar mata tidak rusak atau mengalami gangguan lainnnya saat melihat langsung GMC. &quot;Alhamdulillah dengan menggunakan kaca film bekas rontgen tadi, peristiwa alam tersebut dapat kami lihat dengan jelas,&quot; tuturnya.

Senada juga diakui oleh Putri. Warga Desa Sempalai, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas ini mengaku bisa melihat peristiwa GMC dengan melihatnya dari pantulan atap seng yang bocor. &quot;Saya lihat tadi dari pantulan lubang atap yang bocor. Karena takut mau melihatnya secara langsung,&quot; ungkapnya.

Sebelumnya, Tim Lapan Pontianak, Nia mengatakan bahwa gerhana  matahari adalah fenomena yang terjadi ketika posisi matahari dan bumi  berada pada satu jalur. Sedangkan posisi pada bulan ada diantara  matahari dan bumi.

Sehingga piringan dari bulan akan mengikuti matahari meskipun tidak  menutupi secara sempurna. Jika dilihat dari bumi, maka gerhana matahari  yang terjadi akan seperti cincin.

Untuk posisi lintasan gerhana matahari cincin, katanya, bisa teramati  di Kalbar. Gerhana juga sebelumnya melewati Sumatera Utara, Kepulauan  Riau, Kalbar, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur dan melepas ke laut  lepas.

Gerhana ini bisa terlihat sebagian sekitar pukul 10.43 WIB. Sedangkan  puncaknya terjadi pada pukul 12.42 WIB. Dan, berakhir pada pukul 14.31  WIB.

</description><content:encoded>PONTIANAK - Masyarakat di Kalimantan Barat menyambut baik fenomena alam Gerhana Matahari Cincin (GMC). Pasalnya, ada beberapa wilayah yang dapat menyaksikan GMC dengan durasi beberapa menit itu pada Kamis (26/12/2019) siang itu.

Namun, jauh sebelumnya sudah dikeluarkan imbauan terkait bahaya melihat GMC dengan mata telanjang. Dianjurkan menggunakan alat bantu agar tak kesilauan saat cahaya GMC masuk ke mata.

Di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, ada hal yang unik dari warga saat melihat GMC ini. Tepatnya di Kecamatan Sebawi. Ada warga di sana yang menggunakan mika/plastik bekas rontgen untuk alat bantu mata memandang GMC. Agar tak merusak mata.

&quot;Tadi kami melihat fenomena alam berupa gerhana matahari sekitar pukul 12.28 WIB. Kami menggunakan film rontgen untuk melihatnya. Nampak tadi gerhananya,&quot; jelas Ariono salah seorang pegawai di Puskesmas Sebawi.



Menurut Ariono, cara unik itu digunakan agar mata tidak rusak atau mengalami gangguan lainnnya saat melihat langsung GMC. &quot;Alhamdulillah dengan menggunakan kaca film bekas rontgen tadi, peristiwa alam tersebut dapat kami lihat dengan jelas,&quot; tuturnya.

Senada juga diakui oleh Putri. Warga Desa Sempalai, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas ini mengaku bisa melihat peristiwa GMC dengan melihatnya dari pantulan atap seng yang bocor. &quot;Saya lihat tadi dari pantulan lubang atap yang bocor. Karena takut mau melihatnya secara langsung,&quot; ungkapnya.

Sebelumnya, Tim Lapan Pontianak, Nia mengatakan bahwa gerhana  matahari adalah fenomena yang terjadi ketika posisi matahari dan bumi  berada pada satu jalur. Sedangkan posisi pada bulan ada diantara  matahari dan bumi.

Sehingga piringan dari bulan akan mengikuti matahari meskipun tidak  menutupi secara sempurna. Jika dilihat dari bumi, maka gerhana matahari  yang terjadi akan seperti cincin.

Untuk posisi lintasan gerhana matahari cincin, katanya, bisa teramati  di Kalbar. Gerhana juga sebelumnya melewati Sumatera Utara, Kepulauan  Riau, Kalbar, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur dan melepas ke laut  lepas.

Gerhana ini bisa terlihat sebagian sekitar pukul 10.43 WIB. Sedangkan  puncaknya terjadi pada pukul 12.42 WIB. Dan, berakhir pada pukul 14.31  WIB.

</content:encoded></item></channel></rss>
