<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>UU Kewarganegaraan India Timbulkan Ketegangan, Warga Hindu Berjaga di Penikahan Tetangga Muslimnya  </title><description>Fazal mengatakan bahwa dia tidak akan melupakan bantuan dari tetangga-tetangga Hindunya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/29/18/2147006/uu-kewarganegaraan-india-timbulkan-ketegangan-warga-hindu-berjaga-di-penikahan-tetangga-muslimnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/12/29/18/2147006/uu-kewarganegaraan-india-timbulkan-ketegangan-warga-hindu-berjaga-di-penikahan-tetangga-muslimnya"/><item><title>UU Kewarganegaraan India Timbulkan Ketegangan, Warga Hindu Berjaga di Penikahan Tetangga Muslimnya  </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/29/18/2147006/uu-kewarganegaraan-india-timbulkan-ketegangan-warga-hindu-berjaga-di-penikahan-tetangga-muslimnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/12/29/18/2147006/uu-kewarganegaraan-india-timbulkan-ketegangan-warga-hindu-berjaga-di-penikahan-tetangga-muslimnya</guid><pubDate>Minggu 29 Desember 2019 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/28/18/2147006/uu-kewarganegaraan-india-timbulkan-ketegangan-warga-hindu-berjaga-di-penikahan-tetangga-muslimnya-MkzkLwFfw8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/28/18/2147006/uu-kewarganegaraan-india-timbulkan-ketegangan-warga-hindu-berjaga-di-penikahan-tetangga-muslimnya-MkzkLwFfw8.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>LUCKNOW - Anggota sebuah keluarga Muslim di India utara mengatakan  bahwa mereka dapat menggelar pernikahan seorang wanita muda pekan lalu setelah para tetangga dari komunitas mayoritas Hindu berjaga-jaga di sebuah daerah yang tegang setelah kekerasan mematikan sehari sebelumnya.
India, terutama di bagian utara tengah memanas karena demonstrasi dan kekerasan terkait penolakan Undang-undang amandemen kewarganegaraan (CAA) yang dianggap diskriminatif terhadap warga Muslim. Pada 20 Desember, dua orang tewas di Kota Kanpur dalam salah satu protes tersebut.
BACA JUGA: 14 Orang Tewas Selama Demonstrasi UU Kewarganegaraan India, Salah Satunya Bocah 8 Tahun
Wajid Fazal mengatakan kepada Reuters bahwa ia telah mengatur pernikahan keponakannya, Zeenat, sehari setelah insiden itu dan cenderung ingin membatalkannya karena kekerasan yang terjadi.
&quot;Saya berada dalam dilema memikirkan persiapan yang telah kami lakukan,&quot; kata Fazal dalam sebuah wawancara telepon sebagaimana dilansir Reuters.
Dia mengatakan bahwa tetangga-tetangganya yang beragama Hindu datang dan berjanji untuk tetap di lokasi pernikahan untuk memastikan tidak ada hal yang tidak diinginkan terjadi.
&quot;Sekira 40 saudara Hindu ada di rumah saya sampai kami mengucapkan selamat tinggal pada keponakan saya di malam hari,&quot; katanya.
&quot;Saya tidak akan pernah melupakan bantuan ini.&quot;
Banyak pemrotes yang menentang CAA adalah warga Muslim India, karena mereka mengatakan Undang-undang itu mendiskriminasi komunitas minoritas. Sebagian besar dari 25 korban yang tewas dalam protes sejak sejak undang-undang itu disahkan pemerintahan Perdana Menteri (PM) Narendra Modi pada 11 Desember adalah warga Muslim.
BACA JUGA: Bahas UU Kewarganegaraan India, Modi: Warga Muslim Tak Perlu Khawatir
Anoop Tiwari, salah satu pria yang membantu mengorganisir kelompok Hindu di pesta pernikahan itu, adalah anggota Partai Bharatiya Janata (BJP) yang dipimpin PM Modi.
&quot;BJP tidak pernah melakukan diskriminasi,&quot; katanya kepada Reuters.
&quot;Zeenat seperti putri saya dan itu adalah tanggung jawab kami untuk menyelesaikan pernikahan pada tanggal yang ditentukan, dengan pengantin pria yang telah diputuskan dan lokasi yang telah diputuskan.
</description><content:encoded>LUCKNOW - Anggota sebuah keluarga Muslim di India utara mengatakan  bahwa mereka dapat menggelar pernikahan seorang wanita muda pekan lalu setelah para tetangga dari komunitas mayoritas Hindu berjaga-jaga di sebuah daerah yang tegang setelah kekerasan mematikan sehari sebelumnya.
India, terutama di bagian utara tengah memanas karena demonstrasi dan kekerasan terkait penolakan Undang-undang amandemen kewarganegaraan (CAA) yang dianggap diskriminatif terhadap warga Muslim. Pada 20 Desember, dua orang tewas di Kota Kanpur dalam salah satu protes tersebut.
BACA JUGA: 14 Orang Tewas Selama Demonstrasi UU Kewarganegaraan India, Salah Satunya Bocah 8 Tahun
Wajid Fazal mengatakan kepada Reuters bahwa ia telah mengatur pernikahan keponakannya, Zeenat, sehari setelah insiden itu dan cenderung ingin membatalkannya karena kekerasan yang terjadi.
&quot;Saya berada dalam dilema memikirkan persiapan yang telah kami lakukan,&quot; kata Fazal dalam sebuah wawancara telepon sebagaimana dilansir Reuters.
Dia mengatakan bahwa tetangga-tetangganya yang beragama Hindu datang dan berjanji untuk tetap di lokasi pernikahan untuk memastikan tidak ada hal yang tidak diinginkan terjadi.
&quot;Sekira 40 saudara Hindu ada di rumah saya sampai kami mengucapkan selamat tinggal pada keponakan saya di malam hari,&quot; katanya.
&quot;Saya tidak akan pernah melupakan bantuan ini.&quot;
Banyak pemrotes yang menentang CAA adalah warga Muslim India, karena mereka mengatakan Undang-undang itu mendiskriminasi komunitas minoritas. Sebagian besar dari 25 korban yang tewas dalam protes sejak sejak undang-undang itu disahkan pemerintahan Perdana Menteri (PM) Narendra Modi pada 11 Desember adalah warga Muslim.
BACA JUGA: Bahas UU Kewarganegaraan India, Modi: Warga Muslim Tak Perlu Khawatir
Anoop Tiwari, salah satu pria yang membantu mengorganisir kelompok Hindu di pesta pernikahan itu, adalah anggota Partai Bharatiya Janata (BJP) yang dipimpin PM Modi.
&quot;BJP tidak pernah melakukan diskriminasi,&quot; katanya kepada Reuters.
&quot;Zeenat seperti putri saya dan itu adalah tanggung jawab kami untuk menyelesaikan pernikahan pada tanggal yang ditentukan, dengan pengantin pria yang telah diputuskan dan lokasi yang telah diputuskan.
</content:encoded></item></channel></rss>
