<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah 7 Preman Sadis yang Hijrah ke Jalan Kedamaian</title><description>Mengutip dari berbagai sumber, Okezone coba merangkum kisah preman &amp;ldquo;pensiun&amp;rdquo; yang sudah menjauhi dunia kelam itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/29/337/2147150/kisah-7-preman-sadis-yang-hijrah-ke-jalan-kedamaian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/12/29/337/2147150/kisah-7-preman-sadis-yang-hijrah-ke-jalan-kedamaian"/><item><title>Kisah 7 Preman Sadis yang Hijrah ke Jalan Kedamaian</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/29/337/2147150/kisah-7-preman-sadis-yang-hijrah-ke-jalan-kedamaian</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/12/29/337/2147150/kisah-7-preman-sadis-yang-hijrah-ke-jalan-kedamaian</guid><pubDate>Minggu 29 Desember 2019 15:33 WIB</pubDate><dc:creator>Alifa Muthia Diningtyas</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/29/337/2147150/kisah-7-preman-sadis-yang-hijrah-ke-jalan-kedamaian-nHMZ3482QJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anton Medan telah meninggalkan dunia kelamnya (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/29/337/2147150/kisah-7-preman-sadis-yang-hijrah-ke-jalan-kedamaian-nHMZ3482QJ.jpg</image><title>Anton Medan telah meninggalkan dunia kelamnya (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Profesi sebagai preman memang identik dengan aktivitas kasar dan brutal yang mengancam ketentraman lingkungan. Anehnya meskipun profesi sebagai preman ditakuti dan cenderung dijauhi oleh mayoritas masyarakat, namun tetap ada saja orang-orang yang masih melakukan pekerjaan itu. Tapi tak jarang juga mereka memutuskan untuk berhenti melakukannya dan memilih pekerjaan yang lebih baik.

Mengutip dari berbagai sumber, Okezone coba merangkum kisah preman &amp;ldquo;pensiun&amp;rdquo; yang sudah menjauhi dunia kelam itu.

1. Anton Medan



Tan Hok Liang atau biasa disebut Anton Medan adalah mantan perampok dan bandar judi yang kini sudah insaf. Ia bergelut dengan dunia kejahatan sejak usianya masih 12 tahun. Ketika itu, dia sudah menjadi tulang punggung keluarga dan putus sekolah.  Anton Medan menjadi anak jalanan dengan bekerja sebagai calo di Terminal Tebing Tinggi. Tugasnya membantu sopir bus untuk mencari penumpang.

Saat bekerja menjadi calo, Anton Medan memukul sopir busnya dengan balok lantaran emosi tidak diberikan upah atas kerjanya itu. Atas kejadian itu untuk pertama kalinya Anton Medan berurusan dengan polisi.

Tidak hanya memuluk sopir dengan balok, Anton Medan pun pernah menyabet sopir bus dengan parang hingga tewas. Awal terjadinya peristiwa itu lantaran Anton Medan dipukuli oleh beberapa sopir bus.

Tak hanya samapi di situ, Anton Medan keluar masuk penjara lantaran aksi premanismenya seperti menjambret, perampok, perdagangan narkoba, dan bandar judi. Selama di jeruji besi, ia hanya satu kali dijenguk keluarganya. Anton Medan pun tidak diterima keluarganya lagi karena ia narapidana.

Dunia hitam itu kini tinggal kenangan dalam dirinya. Anton Medan memutuskan insaf dari segala macam jenis kejahatan. Ia memeluk agama Islam sejak 1992 dengan mengucap dua kalimat Syahadat dihadapan Alm KH Zainudin MZ. Pria kelahiran Sumatera Utara itu kini lebih dikenal bukan sebagai preman. Tapi penceramah dari masjid ke masjid. Tak hanya itu, ia mendirikan rumah ibadah yang diberi nama Masjid Jami Tan Hok Liang. Masjid itu terletak di areal Pondok Pesantren Atta'ibin, Pondok Rajeg, Cibinong.

2. Joni Indo

Pria dengan nama lengkap Johanes Hubertus Eijikenboom itu terkenal  sebagai pemimpin tim perampok Pasukan China Kota (Pachinko). Aksinyan  yang meresahkan terjadi saat ia dan kelompoknya menjarah toko emas di  Cikini, Jakarta Pusat dengan senjata api untuk mengancam penjaga toko.  Namun, Johny Indo dan komplotannya hanya mengambil sebagian emas yang  ada di toko.

Hasil penjualan emas itu ia bagikan kepada rakyat miskin. Johny Indo  sengaja merampok orang kaya asing itu karena ia menanggap mereka telah  mengambil harta Indonesia sehingga ia kembali merampasnya untuk rakyat  miskin.

Walaupun tujuannya baik, Johny Indo tetap melanggar hukum dan ia  harus menjalani hukuman di Lapas Nusakambangan. Namun, ia dan  komplotannya sempat kabur dari lapas dan kembali masuk bui.



Namun, kehidupannya berubah drastis setelah bebas dari penjara. Johny  Indo menjelma sebagai aktor berperan menjadi dirinya sendiri. Kisah  hidupnya sebagai perampok yang mementingkan rakyat, diadaptasi dalam  film berjudul Johny Indo, pada 1987. Johny Indo juga memerankan belasan  film lain.

Setelah pensiun dari industri hiburan, ia menjadi seorang pendakwah  setelah mualaf . walaupun pernah pulang jalan kaki dan tidak dibayar, ia  tidak mengeluh dan tetap ikhlas. Ketulusannya berbuah manis, ia  mendapat job untuk berdakwah di perusahaan seorang pengusaha kaya. Tak  hanya itu, ia pernah melakukan ibadah haji secara gratis menggunakan jet  pribadi pangeran Arab, keturunan Raja Fahd.

Selain menjadi pendakwah, Johny Indo membuka usaha penjualan batu  akik. Dari hasil jerih payahnya ini, Johny Indo pun bisa memberikan  pendidikan tinggi untuk anaknya menjadi dokter dan ahli IT di Hongkong.  Selain itu, Johny Indo pun memiliki yayasan bernama Johny Indo.

3. Ronny Iblis

Ronny Iblis adalah preman yang sempat membuat Jakarta mencekam. Pria   dengan nama asli Ronny Syaifudin ini pernah menjadi salah satu preman   andalan ibu kota yang memiliki hubungan sangat erat dengan dunia gelap.   Dahulu ia pernah melakukan semua jenis kejahatan mulai dari narkoba dan   minuman keras, perampokan dan pencurian, sampai pembunuhan.

Pria ini dijuluki Ronny Iblis karena jika sudah tersulut emosinya,   maka dia tidak segan untuk menyerang siapa saja di dekatnya dan tidak   ada yang mampu menghentikan sang iblis.

Rekan-rekannya juga menjulukinya sebagai &amp;lsquo;tikus got&amp;rsquo; karena dia   pernah terkapar di dalam got selama dua hari akibat terlalu banyak   meneguk minuman keras. &amp;lsquo;Sang iblis&amp;rsquo; ini sudah keluar masuk penjara   sebanyak 10 kali dengan kasus yang beragam.

Nusakambangan sempat menjadi rumah tinggalnya selama 12 tahun karena   kasus pembunuhan.  Ia juga pernah ditahan selama satu tahun karena  kasus  penganiayaan. Kini &amp;lsquo;sang iblis&amp;rsquo; sudah menjelma menjadi manusi. Ia  mau  melakukan pekerjaan apapun asalkan halal demi memberi nafkah pada   belasan istri dan anaknya.

4. Darwanto

Darwanto adalah seorang pria asal Blitar, Jawa Timur yang dulunya   terobsesi menjadi seorang raja preman di Indonesia. Demi keinginannya   itu, pria yang memiliki julukan Paegox ini rela merantau ke Banyuwangi   sampai Banten hanya untuk menimba ilmu kesaktian atau kanuragan. Hal itu   dia lakukan agar menjadi yang tak terkalahkan saat melawan musuh serta   pihak berwajib.

Demi mendapat kesaktian itu, Paegox menjual ternak milik orang tuanya   dan melaksanakan aneka persyaratan yang diberikan sang orang pintar.   Ketika sudah mendapatkan kesaktian tersebut, Pria ini mengaku selalu   menang bila harus beradu fisik dengan lawan-lawannya di jalanan.

Tapi kemudian keinginan untuk bertaubat muncul saat dia mempersunting   wanita pujaannya. Sejak itulah dia menjadi sosok religius yang sering   mengajak banyak orang untuk mengaji. Awalnya tentu saja dia dicibir  oleh  preman lain. Namun dengan perlahan Paegox merangkul mereka untuk  ikut  bertaubat. Dan sekarang namanya sudah tak lagi dikenal sebagai  preman,  melainkan seorang pria yang mendirikan pusat kajian untuk  Pekerja Seks  Komersial.

5. Bayu Ruben

Pemeran Kemod dalam lakon Preman Pensiun ini ternyata benar-benar    bekas preman di Bandung. Pria yang kerap dipanggil Uben ini memiliki    masa lalu yang cukup gelap karena pernah melakukan berbagai jenis    kekerasan termasuk pembunuhan.

Uben pernah masuk penjara pada tahun 1997 karena kasus di penembakan    yang berawal dari kerusuhan antar geng motor. Atas berbagai tindak    kejahatannya di Bandung, Uben sempat mendekam di Nusakambangan.

Di Nusakambangan dia ternyata mendapatkan hidayah karena kerap    bergaul dengan tawanan kasus terorisme yang biasanya memimpin ibadah di    sana. Semenjak dia memutuskan untuk insaf dan menjadi pemain sinetron,    ibunya pun menjadi bangga. Dan dia sudah cukup bahagia sekarang  karena   tak lagi menyusahkan keluarga.

6. Iskandar Syahberian

Sosok yang dikenal dengan sebutan Kang Is atau Iskandar Bule itu    sudah merasakan dunia kelam sejak 1980-an di Bandung. Dia dikenal    sebagai preman yang sudah mencicipi berbagai macam kejahatan, dari mulai    pemalakan, menggunakan obat-obatan terlarang, hingga maksiat.

Keputusan hijrahnya dimulai saat ia didatangi lima pria di tempat    tongkrongannya di Jalan Sunda, Kota Bandung. Kang Is dan kelima pria itu    membicarakan soal agama selama beberapa jam. Usai perbincangan Kang  Is   kemudian datang ke masjid, beritikaf selama tiga hari dan akhirnya    meninggalkan masa lalunya. Ia benar-benar langsung berhenti meminum    minuman alkohol dan berhenti menggunakan obat-obat terlarang.

Meski sudah meninggalkan dunia kelam, kini Kang Is menghabiskan    waktunya untuk beribadah di Masjid. Meski sudah meninggalkan dunia    kelam, Kang Is tetap menjalin silaturahmi dengan teman-temannya dulu.

7. Muhammad Jamasari

Salah satu sosok yang dikenal dalam sinetron Preman Pensiun adalah     peran Gobang yang dimainkan Muhammad Jamasari. Sebelum bermain  sinetron,    lelaki yang biasa disapa Kang Ari ini merupakan mantan  preman. Hingga    sebuah peristiwa membuatnya berpikir untuk keluar dari  dunia   premanisme,  yaitu kematian sang ayah. Sejak saat itu, dia  bertekad   untuk mengubah  masa depannya.

Perlahan, Muhammad Jamasari meninggalkan dunia peremanisme. Dan     beruntungnya, di saat-saat itu ia mendapat tawaran untuk bermain     sinetron Preman Pensiun. Muhammad Jamasari langsung menerima tawaran     tersebut.
</description><content:encoded>JAKARTA - Profesi sebagai preman memang identik dengan aktivitas kasar dan brutal yang mengancam ketentraman lingkungan. Anehnya meskipun profesi sebagai preman ditakuti dan cenderung dijauhi oleh mayoritas masyarakat, namun tetap ada saja orang-orang yang masih melakukan pekerjaan itu. Tapi tak jarang juga mereka memutuskan untuk berhenti melakukannya dan memilih pekerjaan yang lebih baik.

Mengutip dari berbagai sumber, Okezone coba merangkum kisah preman &amp;ldquo;pensiun&amp;rdquo; yang sudah menjauhi dunia kelam itu.

1. Anton Medan



Tan Hok Liang atau biasa disebut Anton Medan adalah mantan perampok dan bandar judi yang kini sudah insaf. Ia bergelut dengan dunia kejahatan sejak usianya masih 12 tahun. Ketika itu, dia sudah menjadi tulang punggung keluarga dan putus sekolah.  Anton Medan menjadi anak jalanan dengan bekerja sebagai calo di Terminal Tebing Tinggi. Tugasnya membantu sopir bus untuk mencari penumpang.

Saat bekerja menjadi calo, Anton Medan memukul sopir busnya dengan balok lantaran emosi tidak diberikan upah atas kerjanya itu. Atas kejadian itu untuk pertama kalinya Anton Medan berurusan dengan polisi.

Tidak hanya memuluk sopir dengan balok, Anton Medan pun pernah menyabet sopir bus dengan parang hingga tewas. Awal terjadinya peristiwa itu lantaran Anton Medan dipukuli oleh beberapa sopir bus.

Tak hanya samapi di situ, Anton Medan keluar masuk penjara lantaran aksi premanismenya seperti menjambret, perampok, perdagangan narkoba, dan bandar judi. Selama di jeruji besi, ia hanya satu kali dijenguk keluarganya. Anton Medan pun tidak diterima keluarganya lagi karena ia narapidana.

Dunia hitam itu kini tinggal kenangan dalam dirinya. Anton Medan memutuskan insaf dari segala macam jenis kejahatan. Ia memeluk agama Islam sejak 1992 dengan mengucap dua kalimat Syahadat dihadapan Alm KH Zainudin MZ. Pria kelahiran Sumatera Utara itu kini lebih dikenal bukan sebagai preman. Tapi penceramah dari masjid ke masjid. Tak hanya itu, ia mendirikan rumah ibadah yang diberi nama Masjid Jami Tan Hok Liang. Masjid itu terletak di areal Pondok Pesantren Atta'ibin, Pondok Rajeg, Cibinong.

2. Joni Indo

Pria dengan nama lengkap Johanes Hubertus Eijikenboom itu terkenal  sebagai pemimpin tim perampok Pasukan China Kota (Pachinko). Aksinyan  yang meresahkan terjadi saat ia dan kelompoknya menjarah toko emas di  Cikini, Jakarta Pusat dengan senjata api untuk mengancam penjaga toko.  Namun, Johny Indo dan komplotannya hanya mengambil sebagian emas yang  ada di toko.

Hasil penjualan emas itu ia bagikan kepada rakyat miskin. Johny Indo  sengaja merampok orang kaya asing itu karena ia menanggap mereka telah  mengambil harta Indonesia sehingga ia kembali merampasnya untuk rakyat  miskin.

Walaupun tujuannya baik, Johny Indo tetap melanggar hukum dan ia  harus menjalani hukuman di Lapas Nusakambangan. Namun, ia dan  komplotannya sempat kabur dari lapas dan kembali masuk bui.



Namun, kehidupannya berubah drastis setelah bebas dari penjara. Johny  Indo menjelma sebagai aktor berperan menjadi dirinya sendiri. Kisah  hidupnya sebagai perampok yang mementingkan rakyat, diadaptasi dalam  film berjudul Johny Indo, pada 1987. Johny Indo juga memerankan belasan  film lain.

Setelah pensiun dari industri hiburan, ia menjadi seorang pendakwah  setelah mualaf . walaupun pernah pulang jalan kaki dan tidak dibayar, ia  tidak mengeluh dan tetap ikhlas. Ketulusannya berbuah manis, ia  mendapat job untuk berdakwah di perusahaan seorang pengusaha kaya. Tak  hanya itu, ia pernah melakukan ibadah haji secara gratis menggunakan jet  pribadi pangeran Arab, keturunan Raja Fahd.

Selain menjadi pendakwah, Johny Indo membuka usaha penjualan batu  akik. Dari hasil jerih payahnya ini, Johny Indo pun bisa memberikan  pendidikan tinggi untuk anaknya menjadi dokter dan ahli IT di Hongkong.  Selain itu, Johny Indo pun memiliki yayasan bernama Johny Indo.

3. Ronny Iblis

Ronny Iblis adalah preman yang sempat membuat Jakarta mencekam. Pria   dengan nama asli Ronny Syaifudin ini pernah menjadi salah satu preman   andalan ibu kota yang memiliki hubungan sangat erat dengan dunia gelap.   Dahulu ia pernah melakukan semua jenis kejahatan mulai dari narkoba dan   minuman keras, perampokan dan pencurian, sampai pembunuhan.

Pria ini dijuluki Ronny Iblis karena jika sudah tersulut emosinya,   maka dia tidak segan untuk menyerang siapa saja di dekatnya dan tidak   ada yang mampu menghentikan sang iblis.

Rekan-rekannya juga menjulukinya sebagai &amp;lsquo;tikus got&amp;rsquo; karena dia   pernah terkapar di dalam got selama dua hari akibat terlalu banyak   meneguk minuman keras. &amp;lsquo;Sang iblis&amp;rsquo; ini sudah keluar masuk penjara   sebanyak 10 kali dengan kasus yang beragam.

Nusakambangan sempat menjadi rumah tinggalnya selama 12 tahun karena   kasus pembunuhan.  Ia juga pernah ditahan selama satu tahun karena  kasus  penganiayaan. Kini &amp;lsquo;sang iblis&amp;rsquo; sudah menjelma menjadi manusi. Ia  mau  melakukan pekerjaan apapun asalkan halal demi memberi nafkah pada   belasan istri dan anaknya.

4. Darwanto

Darwanto adalah seorang pria asal Blitar, Jawa Timur yang dulunya   terobsesi menjadi seorang raja preman di Indonesia. Demi keinginannya   itu, pria yang memiliki julukan Paegox ini rela merantau ke Banyuwangi   sampai Banten hanya untuk menimba ilmu kesaktian atau kanuragan. Hal itu   dia lakukan agar menjadi yang tak terkalahkan saat melawan musuh serta   pihak berwajib.

Demi mendapat kesaktian itu, Paegox menjual ternak milik orang tuanya   dan melaksanakan aneka persyaratan yang diberikan sang orang pintar.   Ketika sudah mendapatkan kesaktian tersebut, Pria ini mengaku selalu   menang bila harus beradu fisik dengan lawan-lawannya di jalanan.

Tapi kemudian keinginan untuk bertaubat muncul saat dia mempersunting   wanita pujaannya. Sejak itulah dia menjadi sosok religius yang sering   mengajak banyak orang untuk mengaji. Awalnya tentu saja dia dicibir  oleh  preman lain. Namun dengan perlahan Paegox merangkul mereka untuk  ikut  bertaubat. Dan sekarang namanya sudah tak lagi dikenal sebagai  preman,  melainkan seorang pria yang mendirikan pusat kajian untuk  Pekerja Seks  Komersial.

5. Bayu Ruben

Pemeran Kemod dalam lakon Preman Pensiun ini ternyata benar-benar    bekas preman di Bandung. Pria yang kerap dipanggil Uben ini memiliki    masa lalu yang cukup gelap karena pernah melakukan berbagai jenis    kekerasan termasuk pembunuhan.

Uben pernah masuk penjara pada tahun 1997 karena kasus di penembakan    yang berawal dari kerusuhan antar geng motor. Atas berbagai tindak    kejahatannya di Bandung, Uben sempat mendekam di Nusakambangan.

Di Nusakambangan dia ternyata mendapatkan hidayah karena kerap    bergaul dengan tawanan kasus terorisme yang biasanya memimpin ibadah di    sana. Semenjak dia memutuskan untuk insaf dan menjadi pemain sinetron,    ibunya pun menjadi bangga. Dan dia sudah cukup bahagia sekarang  karena   tak lagi menyusahkan keluarga.

6. Iskandar Syahberian

Sosok yang dikenal dengan sebutan Kang Is atau Iskandar Bule itu    sudah merasakan dunia kelam sejak 1980-an di Bandung. Dia dikenal    sebagai preman yang sudah mencicipi berbagai macam kejahatan, dari mulai    pemalakan, menggunakan obat-obatan terlarang, hingga maksiat.

Keputusan hijrahnya dimulai saat ia didatangi lima pria di tempat    tongkrongannya di Jalan Sunda, Kota Bandung. Kang Is dan kelima pria itu    membicarakan soal agama selama beberapa jam. Usai perbincangan Kang  Is   kemudian datang ke masjid, beritikaf selama tiga hari dan akhirnya    meninggalkan masa lalunya. Ia benar-benar langsung berhenti meminum    minuman alkohol dan berhenti menggunakan obat-obat terlarang.

Meski sudah meninggalkan dunia kelam, kini Kang Is menghabiskan    waktunya untuk beribadah di Masjid. Meski sudah meninggalkan dunia    kelam, Kang Is tetap menjalin silaturahmi dengan teman-temannya dulu.

7. Muhammad Jamasari

Salah satu sosok yang dikenal dalam sinetron Preman Pensiun adalah     peran Gobang yang dimainkan Muhammad Jamasari. Sebelum bermain  sinetron,    lelaki yang biasa disapa Kang Ari ini merupakan mantan  preman. Hingga    sebuah peristiwa membuatnya berpikir untuk keluar dari  dunia   premanisme,  yaitu kematian sang ayah. Sejak saat itu, dia  bertekad   untuk mengubah  masa depannya.

Perlahan, Muhammad Jamasari meninggalkan dunia peremanisme. Dan     beruntungnya, di saat-saat itu ia mendapat tawaran untuk bermain     sinetron Preman Pensiun. Muhammad Jamasari langsung menerima tawaran     tersebut.
</content:encoded></item></channel></rss>
