<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hubungan dengan AS Merenggang, Kim Jong-un Serukan Kebijakan Keamanan Korea Utara</title><description>Kim menekankan sepenuhnya menjamin kedaulatan dan keamanan negara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/30/18/2147354/hubungan-dengan-as-merenggang-kim-jong-un-serukan-kebijakan-keamanan-korea-utara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/12/30/18/2147354/hubungan-dengan-as-merenggang-kim-jong-un-serukan-kebijakan-keamanan-korea-utara"/><item><title>Hubungan dengan AS Merenggang, Kim Jong-un Serukan Kebijakan Keamanan Korea Utara</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/12/30/18/2147354/hubungan-dengan-as-merenggang-kim-jong-un-serukan-kebijakan-keamanan-korea-utara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/12/30/18/2147354/hubungan-dengan-as-merenggang-kim-jong-un-serukan-kebijakan-keamanan-korea-utara</guid><pubDate>Senin 30 Desember 2019 12:11 WIB</pubDate><dc:creator>Rachmat Fahzry</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/30/18/2147354/hubungan-dengan-as-merenggang-kim-jong-un-serukan-kebijakan-keamanan-korea-utara-7J2dKbiSGe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemimpin Korea Utara memantau peluncuran roket. (Foto/KCNA/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/30/18/2147354/hubungan-dengan-as-merenggang-kim-jong-un-serukan-kebijakan-keamanan-korea-utara-7J2dKbiSGe.jpg</image><title>Pemimpin Korea Utara memantau peluncuran roket. (Foto/KCNA/Reuters)</title></images><description>PYONGYANG &amp;ndash; Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un telah menyerukan langkah-langkah positif dan ofensif untuk memastikan kedaulatan dan keamanan Korea Utara.
BBC dalam laporannya,&amp;nbsp;Senin (30/12/2019)&amp;nbsp;mengutip media pemerintah Korut, KCNA, pernyataan Kim disampaikannya dalam rapat pleno dengan para pemimpin partai di Pyongyang, sebuah pertemuan yang tidak biasa.
Pernyataan Kim muncul saat hubungan Korut dan AS mulai meregang imbas tidak tercapainya negosiasi denuklirisasi.

Korut mengancam pada awal 2019 akan mengambil langkah terbaru, jika AS gagal menawarkan konsesi dalam pembicaraan nuklir pada akhir tahun ini.
Baca juga:&amp;nbsp;Trump: AS Siap Tangani &quot;Hadiah Natal&quot; Apa pun dari Korea Utara
Baca juga:&amp;nbsp;Korea Utara Sebut Trump Pria Tua Lalai
Menurut KCNA, Kim membuka rapat pleno partai pada Sabtu 28 Desember. Laporan juga mengindikasikan pertemuan akan berlanjut hingga hari ini.
Rapat pleno partai adalah salah satu badan pembuat keputusan tertinggi Korut, meskipun sebagian besar kebijakan negara itu dikemukakan oleh Kim, yang memegang kekuasaan absolut.
&quot;Perlunya mengambil langkah-langkah positif dan ofensif,&amp;rdquo; kata Kim dalam rapat tersebut.
Ia juga menekankan agar &quot;Sepenuhnya menjamin kedaulatan dan keamanan negara, sebagaimana disyaratkan oleh situasi saat ini.&quot;
Kim tidak menjelaskan apa arti &quot;tindakan ofensif&quot;.
Kim dan Presiden AS Donald Trump telah bertemu di Singapura pada Juni 2018, dan di Vietnam pada Februari 2019 untuk membahas denuklirisasi.
Kedua pemimpin juga mengadakan pertemuan dadakan di zona demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan Korea Utara dan Korea Selatan pada Juni 2019.
Namun hubungan antara AS dan Korea Utara telah memburuk dalam beberapa bulan terakhir.</description><content:encoded>PYONGYANG &amp;ndash; Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un telah menyerukan langkah-langkah positif dan ofensif untuk memastikan kedaulatan dan keamanan Korea Utara.
BBC dalam laporannya,&amp;nbsp;Senin (30/12/2019)&amp;nbsp;mengutip media pemerintah Korut, KCNA, pernyataan Kim disampaikannya dalam rapat pleno dengan para pemimpin partai di Pyongyang, sebuah pertemuan yang tidak biasa.
Pernyataan Kim muncul saat hubungan Korut dan AS mulai meregang imbas tidak tercapainya negosiasi denuklirisasi.

Korut mengancam pada awal 2019 akan mengambil langkah terbaru, jika AS gagal menawarkan konsesi dalam pembicaraan nuklir pada akhir tahun ini.
Baca juga:&amp;nbsp;Trump: AS Siap Tangani &quot;Hadiah Natal&quot; Apa pun dari Korea Utara
Baca juga:&amp;nbsp;Korea Utara Sebut Trump Pria Tua Lalai
Menurut KCNA, Kim membuka rapat pleno partai pada Sabtu 28 Desember. Laporan juga mengindikasikan pertemuan akan berlanjut hingga hari ini.
Rapat pleno partai adalah salah satu badan pembuat keputusan tertinggi Korut, meskipun sebagian besar kebijakan negara itu dikemukakan oleh Kim, yang memegang kekuasaan absolut.
&quot;Perlunya mengambil langkah-langkah positif dan ofensif,&amp;rdquo; kata Kim dalam rapat tersebut.
Ia juga menekankan agar &quot;Sepenuhnya menjamin kedaulatan dan keamanan negara, sebagaimana disyaratkan oleh situasi saat ini.&quot;
Kim tidak menjelaskan apa arti &quot;tindakan ofensif&quot;.
Kim dan Presiden AS Donald Trump telah bertemu di Singapura pada Juni 2018, dan di Vietnam pada Februari 2019 untuk membahas denuklirisasi.
Kedua pemimpin juga mengadakan pertemuan dadakan di zona demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan Korea Utara dan Korea Selatan pada Juni 2019.
Namun hubungan antara AS dan Korea Utara telah memburuk dalam beberapa bulan terakhir.</content:encoded></item></channel></rss>
