<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banjir Kepung Jakarta, Menko PMK: Ini Pelajaran Berharga</title><description>Muhadjir mengajak semua pihak menjadikan banjir ini sebagai pelajaran untuk meningkatkan mitigasi ke depan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/02/337/2148656/banjir-kepung-jakarta-menko-pmk-ini-pelajaran-berharga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/01/02/337/2148656/banjir-kepung-jakarta-menko-pmk-ini-pelajaran-berharga"/><item><title>Banjir Kepung Jakarta, Menko PMK: Ini Pelajaran Berharga</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/02/337/2148656/banjir-kepung-jakarta-menko-pmk-ini-pelajaran-berharga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/01/02/337/2148656/banjir-kepung-jakarta-menko-pmk-ini-pelajaran-berharga</guid><pubDate>Kamis 02 Januari 2020 19:54 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/02/337/2148656/banjir-kepung-jakarta-menko-pmk-ini-pelajaran-berharga-LQwRyONUwA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko PMK Muhadjir Effendy  bersama Kepala BNPB meninjau Pintu Air Manggarai (Foto : Okezone.com/Harits)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/02/337/2148656/banjir-kepung-jakarta-menko-pmk-ini-pelajaran-berharga-LQwRyONUwA.jpg</image><title>Menko PMK Muhadjir Effendy  bersama Kepala BNPB meninjau Pintu Air Manggarai (Foto : Okezone.com/Harits)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI (Menko PMK) Muhadjir Effendy bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo meninjau Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan.

Muhadjir menjelaskan kedatangannya ke Pintu Air Manggarai bagian dari rangakaian untuk mengecek kondisi banjir di Jakarta dan sekitarnya.

&amp;ldquo;Saya hari ini mencoba meninjau beberapa titik untuk mengecek kondisi lapangan terutama di dalam penanganan khususnya kepada yang menjadi korban banjir,&amp;rdquo; ujar Muhadjir di Pintu Air Manggarai, Kamis (2/1/2020).



Dikatakannya, banjir yang melanda Jakarta pada 1 Januari hingga hari ini terbilang ekstrem, mengingat Ibu Kota baru mengalami kemarau panjang.

Banjir datang bertepatan dengan libur Tahun Baru 2020 sehingga tak banyak warga yang melakukan antisipasi. Akibatnya, banyak harta benda tak bisa diselamatkan dari amukan arus.

Muhadjir mengajak semua pihak menjadikan banjir ini sebagai pelajaran untuk meningkatkan mitigasi ke depan.

Baca Juga : Gubernur Anies Operasikan 600 Pompa Sedot Banjir di Jakarta
Baca Juga : Pondok Gede Permai Terendam Banjir 5 Meter, Menkes Salurkan Obat-obatan

&amp;ldquo;Karena itu ini pelajaran berharga untuk kita semua ketika kita sedang bergembira, sedang bersuka ria, jangan lupa, mungkin bala (bencana) siap mengintai kepada kita,&amp;rdquo; imbuh dia.

Di sisi lain, Muhadjir mengapresiasi langkah-langkah yang sudah diambil semua pihak dalam mengatasi banjir di Jakarta dan sekitarnya. &amp;ldquo;Saya sangat mengapresiasi apa yang dilaporkan tadi bahwa itu langkah-langkah yang sangat tepat termasuk dalam mengelola jalur air utama ini untuk mengantisipasi,&amp;rdquo; papar Muhadjir.Sementara, Kepala BNPB Doni Monardo mengaku sengaja datang ke Pintu Air Manggarai untuk mengecek langsung kondisi debit air.

&amp;ldquo;Kita harus pastikan bahwa semua petugas yang berada di pintu air ini adalah orang orang yang memiliki kompetensi yang sangat tinggi. karena dalam kondisi darurat dalam kondisi emergency, mereka harus selalu dalam keadaan siap siaga. Kemudian perlengkapan dan peralatan yang digunakan harus betul-betul bisa memenuhi standar minimal,&amp;rdquo; kata Doni.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI (Menko PMK) Muhadjir Effendy bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo meninjau Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan.

Muhadjir menjelaskan kedatangannya ke Pintu Air Manggarai bagian dari rangakaian untuk mengecek kondisi banjir di Jakarta dan sekitarnya.

&amp;ldquo;Saya hari ini mencoba meninjau beberapa titik untuk mengecek kondisi lapangan terutama di dalam penanganan khususnya kepada yang menjadi korban banjir,&amp;rdquo; ujar Muhadjir di Pintu Air Manggarai, Kamis (2/1/2020).



Dikatakannya, banjir yang melanda Jakarta pada 1 Januari hingga hari ini terbilang ekstrem, mengingat Ibu Kota baru mengalami kemarau panjang.

Banjir datang bertepatan dengan libur Tahun Baru 2020 sehingga tak banyak warga yang melakukan antisipasi. Akibatnya, banyak harta benda tak bisa diselamatkan dari amukan arus.

Muhadjir mengajak semua pihak menjadikan banjir ini sebagai pelajaran untuk meningkatkan mitigasi ke depan.

Baca Juga : Gubernur Anies Operasikan 600 Pompa Sedot Banjir di Jakarta
Baca Juga : Pondok Gede Permai Terendam Banjir 5 Meter, Menkes Salurkan Obat-obatan

&amp;ldquo;Karena itu ini pelajaran berharga untuk kita semua ketika kita sedang bergembira, sedang bersuka ria, jangan lupa, mungkin bala (bencana) siap mengintai kepada kita,&amp;rdquo; imbuh dia.

Di sisi lain, Muhadjir mengapresiasi langkah-langkah yang sudah diambil semua pihak dalam mengatasi banjir di Jakarta dan sekitarnya. &amp;ldquo;Saya sangat mengapresiasi apa yang dilaporkan tadi bahwa itu langkah-langkah yang sangat tepat termasuk dalam mengelola jalur air utama ini untuk mengantisipasi,&amp;rdquo; papar Muhadjir.Sementara, Kepala BNPB Doni Monardo mengaku sengaja datang ke Pintu Air Manggarai untuk mengecek langsung kondisi debit air.

&amp;ldquo;Kita harus pastikan bahwa semua petugas yang berada di pintu air ini adalah orang orang yang memiliki kompetensi yang sangat tinggi. karena dalam kondisi darurat dalam kondisi emergency, mereka harus selalu dalam keadaan siap siaga. Kemudian perlengkapan dan peralatan yang digunakan harus betul-betul bisa memenuhi standar minimal,&amp;rdquo; kata Doni.</content:encoded></item></channel></rss>
