<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anak-Istrinya Terjebak di Atap Rumah, Karim Terjang Banjir Cari Pertolongan</title><description>Demi selamatkan diri, Karim akhirnya menjebol genteng rumahnya untuk bertahan di atap rumahnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/03/338/2148883/anak-istrinya-terjebak-di-atap-rumah-karim-terjang-banjir-cari-pertolongan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/01/03/338/2148883/anak-istrinya-terjebak-di-atap-rumah-karim-terjang-banjir-cari-pertolongan"/><item><title>Anak-Istrinya Terjebak di Atap Rumah, Karim Terjang Banjir Cari Pertolongan</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/03/338/2148883/anak-istrinya-terjebak-di-atap-rumah-karim-terjang-banjir-cari-pertolongan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/01/03/338/2148883/anak-istrinya-terjebak-di-atap-rumah-karim-terjang-banjir-cari-pertolongan</guid><pubDate>Jum'at 03 Januari 2020 14:41 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/03/338/2148883/anak-istrinya-terjebak-di-atap-rumah-karim-terjang-banjir-cari-pertolongan-HcNLu2VHZX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir sedalam 3 meter menggenang permukiman di Cipinang Melayu (Foto : Okezone.com/Putera)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/03/338/2148883/anak-istrinya-terjebak-di-atap-rumah-karim-terjang-banjir-cari-pertolongan-HcNLu2VHZX.jpg</image><title>Banjir sedalam 3 meter menggenang permukiman di Cipinang Melayu (Foto : Okezone.com/Putera)</title></images><description>JAKARTA - Karim (35) rela berenang menerjang banjir setinggi tiga meter di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, demi istrinya Puji (29) dan anaknya Ridwan (5) bisa deivakuasi tim SAR lantaran mereka terjebak di atas atap rumahnya.

Arus deras tak membuatnya takut. Kondisi sang buah hati dan pasangan hidupnya yang menggigil kedinginan akibat terjebak di atap rumah dengan kondisi hujan deras, menjadi modal keberanian Karim menerjang banjir tersebut.



Sejurus kemudian, dirinya sadar apabila menunggu petugas untuk evakuasi akan membutuhkan waktu lama. Mengingat, volume air begitu cepat naik di Cipinang Melayu.

&quot;Karena evakuasi lama, saya meluncur renang untuk melapor ke RW bahwa di sana ada keluarga yang perlu dievakuasi,&quot; cerita Karim kepada Okezone di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Jumat (3/1/2020).

Karim adalah satu dari ratusan warga Cipinang Melayu yang rumahnya terendam banjir. Setidaknya ada 926 jiwa yang mengungsi di Aula Mesjid Universitas Borobudur, lantaran rumahnya tenggelam akibat banjir parah yang menerjang Jakarta.

Di kala terjebak banjir dan hujan di atap rumah, tetangganya yang rumahnya tingkat dua sempat memberikan bantuan makanan dan jas hujan untuk anak dan istri Karim.

&quot;Kebetulan di depan rumah ini kan tingkat, akhirnya mereka yang lemparin subsidi buat anak saya karena anak saya kan udah menggigil kena hujan,&quot; cerita Karim yang mengaku malu bila difoto.

&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/01/02/60145/309871_medium.jpg&quot; alt=&quot;Foto Aerial Kawasan Terdampak Banjir di Ciledug Indah&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Baca Juga : Banjir Bandang Terjang Sangihe, 80 KK Diungsikan
Baca Juga : Banjir di Tangsel, 4 Tewas dan 2.500 Jiwa Mengungsi

Karim tak menyangka banjir di rumahnya mencapai atap. Ketika banjir selutut, Karim sudah mengevakuasi barang berharga dan keluarganya ke salah satu bagian atas rumahnya yang biasa dijadikan tempat mengungsi jika banjir tiba.

Tapi siapa sangka, banjir tahun ini ternyata juga membajiri area pengungsian rumah Karim dan keluarganya. Demi selamatkan diri, Karim akhirnya menjebol genteng rumahnya untuk bertahan di atap rumahnya.

&quot;Ada tempat bersandar tapi tempat biasa bersandarnya ikut kerendem banjir akhirnya kami jebol genteng. Jadi bertahan di atas genteng untuk mencari bantuan,&quot; tutur Karim.Karim menerjang arus deras dan banjir tiga meter saat tempat tinggalnya masih gelap untuk mendapatkan bantuan bagi anak dan istrinya. Dia hanya mengandalkan instingnya dengan terus mengikuti arus sungai hingga berhasil mencapai titik dataran tinggi. Dia pun langsung melapor kepada pihak berwenang, bahwa keluarganya dan warga sekitar rumahnya butuh bantuan evakuasi.

&quot;Sampai hampir jam 8 pagi baru dievakuasi. Dari jam 5 pagi sampai jam 8,&quot; ucap Karim.

Rupanya perjuangan Karim tak hanya dirasakan oleh keluarganya semata. Informasi Karim pun jadi bahan untuk petugas untuk segera mengevakuasi warga yang masih terjebak di rumah.

&quot;Karena banyak yang di gang, ini yang memang belum dievakuasi karena arus kan tim SAR pun dia nyerah. Setelah saya lapor baru tim SAR tahu,&quot; ucap Karim.

Baca Juga : Santap Siang Bersama Pengungsi Banjir, Anies: Nomor Satu Kesehatan

Kini, dia dan keluarganya selamat dari terjangan banjir. Mereka mengungsi sementara di Aula Mesjid Universitas Borobudur. Dengan pakaian, makanan dan alas tidur seadanya, Karim tetap bersyukur bisa berkumpul bersama keluarganya.

Diketahui, Cipinang Melayu menjadi salah satu kawasan Jakarta yang paling parah diterjang banjir. Bahkan, di wilayah ini setidaknya ada tiga warga meninggal dunia.</description><content:encoded>JAKARTA - Karim (35) rela berenang menerjang banjir setinggi tiga meter di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, demi istrinya Puji (29) dan anaknya Ridwan (5) bisa deivakuasi tim SAR lantaran mereka terjebak di atas atap rumahnya.

Arus deras tak membuatnya takut. Kondisi sang buah hati dan pasangan hidupnya yang menggigil kedinginan akibat terjebak di atap rumah dengan kondisi hujan deras, menjadi modal keberanian Karim menerjang banjir tersebut.



Sejurus kemudian, dirinya sadar apabila menunggu petugas untuk evakuasi akan membutuhkan waktu lama. Mengingat, volume air begitu cepat naik di Cipinang Melayu.

&quot;Karena evakuasi lama, saya meluncur renang untuk melapor ke RW bahwa di sana ada keluarga yang perlu dievakuasi,&quot; cerita Karim kepada Okezone di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Jumat (3/1/2020).

Karim adalah satu dari ratusan warga Cipinang Melayu yang rumahnya terendam banjir. Setidaknya ada 926 jiwa yang mengungsi di Aula Mesjid Universitas Borobudur, lantaran rumahnya tenggelam akibat banjir parah yang menerjang Jakarta.

Di kala terjebak banjir dan hujan di atap rumah, tetangganya yang rumahnya tingkat dua sempat memberikan bantuan makanan dan jas hujan untuk anak dan istri Karim.

&quot;Kebetulan di depan rumah ini kan tingkat, akhirnya mereka yang lemparin subsidi buat anak saya karena anak saya kan udah menggigil kena hujan,&quot; cerita Karim yang mengaku malu bila difoto.

&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/01/02/60145/309871_medium.jpg&quot; alt=&quot;Foto Aerial Kawasan Terdampak Banjir di Ciledug Indah&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Baca Juga : Banjir Bandang Terjang Sangihe, 80 KK Diungsikan
Baca Juga : Banjir di Tangsel, 4 Tewas dan 2.500 Jiwa Mengungsi

Karim tak menyangka banjir di rumahnya mencapai atap. Ketika banjir selutut, Karim sudah mengevakuasi barang berharga dan keluarganya ke salah satu bagian atas rumahnya yang biasa dijadikan tempat mengungsi jika banjir tiba.

Tapi siapa sangka, banjir tahun ini ternyata juga membajiri area pengungsian rumah Karim dan keluarganya. Demi selamatkan diri, Karim akhirnya menjebol genteng rumahnya untuk bertahan di atap rumahnya.

&quot;Ada tempat bersandar tapi tempat biasa bersandarnya ikut kerendem banjir akhirnya kami jebol genteng. Jadi bertahan di atas genteng untuk mencari bantuan,&quot; tutur Karim.Karim menerjang arus deras dan banjir tiga meter saat tempat tinggalnya masih gelap untuk mendapatkan bantuan bagi anak dan istrinya. Dia hanya mengandalkan instingnya dengan terus mengikuti arus sungai hingga berhasil mencapai titik dataran tinggi. Dia pun langsung melapor kepada pihak berwenang, bahwa keluarganya dan warga sekitar rumahnya butuh bantuan evakuasi.

&quot;Sampai hampir jam 8 pagi baru dievakuasi. Dari jam 5 pagi sampai jam 8,&quot; ucap Karim.

Rupanya perjuangan Karim tak hanya dirasakan oleh keluarganya semata. Informasi Karim pun jadi bahan untuk petugas untuk segera mengevakuasi warga yang masih terjebak di rumah.

&quot;Karena banyak yang di gang, ini yang memang belum dievakuasi karena arus kan tim SAR pun dia nyerah. Setelah saya lapor baru tim SAR tahu,&quot; ucap Karim.

Baca Juga : Santap Siang Bersama Pengungsi Banjir, Anies: Nomor Satu Kesehatan

Kini, dia dan keluarganya selamat dari terjangan banjir. Mereka mengungsi sementara di Aula Mesjid Universitas Borobudur. Dengan pakaian, makanan dan alas tidur seadanya, Karim tetap bersyukur bisa berkumpul bersama keluarganya.

Diketahui, Cipinang Melayu menjadi salah satu kawasan Jakarta yang paling parah diterjang banjir. Bahkan, di wilayah ini setidaknya ada tiga warga meninggal dunia.</content:encoded></item></channel></rss>
