<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG Sebut Pendeknya Siklus Hujan Ekstrem Akibat Perubahan Iklim</title><description>Hujan ekstrem punya siklus 10 atau 20 tahunan, namun kini memendek jadi 5 tahunan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/03/338/2148938/bmkg-sebut-pendeknya-siklus-hujan-ekstrem-akibat-perubahan-iklim</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/01/03/338/2148938/bmkg-sebut-pendeknya-siklus-hujan-ekstrem-akibat-perubahan-iklim"/><item><title>BMKG Sebut Pendeknya Siklus Hujan Ekstrem Akibat Perubahan Iklim</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/03/338/2148938/bmkg-sebut-pendeknya-siklus-hujan-ekstrem-akibat-perubahan-iklim</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/01/03/338/2148938/bmkg-sebut-pendeknya-siklus-hujan-ekstrem-akibat-perubahan-iklim</guid><pubDate>Jum'at 03 Januari 2020 16:11 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/03/338/2148938/bmkg-sebut-pendeknya-siklus-hujan-ekstrem-akibat-perubahan-iklim-YAl8UoduYg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Potret banjir di Jakarta. (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/03/338/2148938/bmkg-sebut-pendeknya-siklus-hujan-ekstrem-akibat-perubahan-iklim-YAl8UoduYg.jpg</image><title>Potret banjir di Jakarta. (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)</title></images><description>JAKARTA - Hujan deras di Jabodetabek saat pergantian tahun mengakibatkan banjir di banyak tempat. Kepala Badan Meteorologi Klimatalofi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan hujan ekstrem punya siklus 10 atau 20 tahunan, namun kini memendek jadi 5 tahunan.
&amp;ldquo;Hujan intensitas esktrem itu ada siklusnya, tapi tampaknya siklus itu semakin memendek. Yang biasanya 10 tahunan, 20 tahunan menjadi datang hanya dalam waktu 5 tahun atau kurang,&amp;rdquo; ungkap Dwikorita di Kantor BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (3/1/2020).
Dwikorita mengakui perubahan iklim menjadi salah satu penyebab siklus hujan esktrem memendek. &amp;ldquo;Meskipun hujannya tinggi, perubahan iklim itu yang mempercepat siklus itu datang. Jadi ada pengaruhnya,&amp;rdquo; ucapnya.

Dwikorita mengajak semua pihak beradaptasi melakukan mitigasi bencana, salah satunya dengan memperhatikan pringatan dini BMKG terkait cuaca.
&amp;ldquo;Kita memang perlu beradaptasi menyesuaikan mitigasi, pelajaran penting  bagi kami, peringatan dini yang sudah disampaikan mungkin dianggap nampak kurang dahsyat, ini pelajaran bagi kami,&amp;rdquo; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Hujan deras di Jabodetabek saat pergantian tahun mengakibatkan banjir di banyak tempat. Kepala Badan Meteorologi Klimatalofi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan hujan ekstrem punya siklus 10 atau 20 tahunan, namun kini memendek jadi 5 tahunan.
&amp;ldquo;Hujan intensitas esktrem itu ada siklusnya, tapi tampaknya siklus itu semakin memendek. Yang biasanya 10 tahunan, 20 tahunan menjadi datang hanya dalam waktu 5 tahun atau kurang,&amp;rdquo; ungkap Dwikorita di Kantor BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (3/1/2020).
Dwikorita mengakui perubahan iklim menjadi salah satu penyebab siklus hujan esktrem memendek. &amp;ldquo;Meskipun hujannya tinggi, perubahan iklim itu yang mempercepat siklus itu datang. Jadi ada pengaruhnya,&amp;rdquo; ucapnya.

Dwikorita mengajak semua pihak beradaptasi melakukan mitigasi bencana, salah satunya dengan memperhatikan pringatan dini BMKG terkait cuaca.
&amp;ldquo;Kita memang perlu beradaptasi menyesuaikan mitigasi, pelajaran penting  bagi kami, peringatan dini yang sudah disampaikan mungkin dianggap nampak kurang dahsyat, ini pelajaran bagi kami,&amp;rdquo; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
