<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Modifikasi Cuaca di Jabodetabek Dimulai</title><description>BPPT sedang melakukan TMC guna mengurangi curah hujan agar tidak kembali mengguyur Jabodetabek</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/03/338/2149021/modifikasi-cuaca-di-jabodetabek-dimulai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/01/03/338/2149021/modifikasi-cuaca-di-jabodetabek-dimulai"/><item><title>Modifikasi Cuaca di Jabodetabek Dimulai</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/03/338/2149021/modifikasi-cuaca-di-jabodetabek-dimulai</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/01/03/338/2149021/modifikasi-cuaca-di-jabodetabek-dimulai</guid><pubDate>Jum'at 03 Januari 2020 19:12 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/03/338/2149021/modifikasi-cuaca-di-jabodetabek-dimulai-LTtswPX4F2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi cuaca (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/03/338/2149021/modifikasi-cuaca-di-jabodetabek-dimulai-LTtswPX4F2.jpg</image><title>Ilustrasi cuaca (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sedang melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) guna mengurangi curah hujan agar tidak kembali mengguyur Jabodetabek yang sempat mengakibatkan banjir.
&amp;ldquo;Aplikasi TMC selanjutnya mulai dimanfaatkan dengan tujuan mampu mengurangi intensitas curah hujan di wilayah Jakarta,&amp;rdquo; ujar Kepala BPPT, Hammam Riza di kantornya, Jl. Mh Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (3/1/2020).
Nantinya Operasi TMC akan menggunakan pesawat terbang jenis CASA 212-200 dengan registrasi A-2105 dan CN-295. Di dalamnya berisikan garam untuk menyirami wilayah yang sudah ditentukan agar hujan dapat turun sebelum masuk ke Jabodetabek.

Baca Juga: Atasi Banjir Jabodetabek, 2 Pesawat Siap Lakukan Modifikasi Cuaca
Sementara itu, Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BBTMC-BPPT), Tri Handoko Seto menjelaskan nantinya kedua pesawat tersebut total akan membawa 6-8 ton garam dalam sehari, dalam melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).
&amp;ldquo;Setiap hari dibutuhkan 4 sorti (gelombang), tapi kalau mungkin butuh lebih pesawat dan kru siap melakukan pekerjaan itu. Setiap hari 6-8 ton,&amp;rdquo; tutur Seto.
Seto menyatakan, berdasarkan pengalaman BPPT TMC diklaim dapat mengurangi intensitas curah hujan sampai 30 sampai 40 persen.
&quot;Pengalaman kita di 2013-14 itu mampu mengurangi curah hujan 30-40 persen. Dalam operasi seperti ini,&amp;rdquo; jelasnya.
Menurut Seto berdasarlan informasi yang diterimanya, hingga sore ini sudah tiga sorti pesawat diberangkatkan untuk menaburkan garam di sejumlah titik yang sudah ditentukan.
&amp;ldquo;Hari ini rencananya 4 sorti. Berangkat dari Halim Perdanakusuma laporan update jalan sorti ke 3,&amp;rdquo; tutur Seto.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sedang melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) guna mengurangi curah hujan agar tidak kembali mengguyur Jabodetabek yang sempat mengakibatkan banjir.
&amp;ldquo;Aplikasi TMC selanjutnya mulai dimanfaatkan dengan tujuan mampu mengurangi intensitas curah hujan di wilayah Jakarta,&amp;rdquo; ujar Kepala BPPT, Hammam Riza di kantornya, Jl. Mh Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (3/1/2020).
Nantinya Operasi TMC akan menggunakan pesawat terbang jenis CASA 212-200 dengan registrasi A-2105 dan CN-295. Di dalamnya berisikan garam untuk menyirami wilayah yang sudah ditentukan agar hujan dapat turun sebelum masuk ke Jabodetabek.

Baca Juga: Atasi Banjir Jabodetabek, 2 Pesawat Siap Lakukan Modifikasi Cuaca
Sementara itu, Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BBTMC-BPPT), Tri Handoko Seto menjelaskan nantinya kedua pesawat tersebut total akan membawa 6-8 ton garam dalam sehari, dalam melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).
&amp;ldquo;Setiap hari dibutuhkan 4 sorti (gelombang), tapi kalau mungkin butuh lebih pesawat dan kru siap melakukan pekerjaan itu. Setiap hari 6-8 ton,&amp;rdquo; tutur Seto.
Seto menyatakan, berdasarkan pengalaman BPPT TMC diklaim dapat mengurangi intensitas curah hujan sampai 30 sampai 40 persen.
&quot;Pengalaman kita di 2013-14 itu mampu mengurangi curah hujan 30-40 persen. Dalam operasi seperti ini,&amp;rdquo; jelasnya.
Menurut Seto berdasarlan informasi yang diterimanya, hingga sore ini sudah tiga sorti pesawat diberangkatkan untuk menaburkan garam di sejumlah titik yang sudah ditentukan.
&amp;ldquo;Hari ini rencananya 4 sorti. Berangkat dari Halim Perdanakusuma laporan update jalan sorti ke 3,&amp;rdquo; tutur Seto.</content:encoded></item></channel></rss>
