<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sejarah Perkeretaapian, Indonesia Miliki Jaringan Tertua Kedua di Asia</title><description>Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki jaringan kereta api tertua di Asia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/05/337/2149393/sejarah-perkeretaapian-indonesia-miliki-jaringan-tertua-kedua-di-asia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/01/05/337/2149393/sejarah-perkeretaapian-indonesia-miliki-jaringan-tertua-kedua-di-asia"/><item><title>Sejarah Perkeretaapian, Indonesia Miliki Jaringan Tertua Kedua di Asia</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/05/337/2149393/sejarah-perkeretaapian-indonesia-miliki-jaringan-tertua-kedua-di-asia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/01/05/337/2149393/sejarah-perkeretaapian-indonesia-miliki-jaringan-tertua-kedua-di-asia</guid><pubDate>Minggu 05 Januari 2020 07:03 WIB</pubDate><dc:creator>Demon Fajri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/05/337/2149393/sejarah-perkeretaapian-indonesia-miliki-jaringan-tertua-kedua-di-asia-u032cMaNS2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Staatsspurwegen meresmikan jalur trem pertama di Sulawesi (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/05/337/2149393/sejarah-perkeretaapian-indonesia-miliki-jaringan-tertua-kedua-di-asia-u032cMaNS2.jpg</image><title>Staatsspurwegen meresmikan jalur trem pertama di Sulawesi (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki jaringan kereta api tertua di Asia. Di mana Indonesia menjadi negara kedua setelah India. Disusul China dan Jepang.

Usai tanam paksa, periode tahun 1830-1850. Kala itu, hasil pertanian di pulau Jawa, tidak lagi untuk memenuhi kebutuhan di Indonesia. Namun, hasil pertanian juga untuk pasar internasional.

Sehingga diperlukan sarana transportasi, untuk mengangkut hasil pertanian dari pedalaman ke kota-kota pelabuhan. Lantas bagaimana perkembangan perkeretaapian Indonesia dari masa ke masa?

Dari data Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan, pada 17 Juni 1864, semasa pemerintahan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda, Mr. L.A.J Baron Sloet van de Beele.

Di mana perusahaan swasta Nederlansch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) melakukan pencangkulan pertama untuk jalur kereta api Semarang Vorstenlanden (Solo-Yogyakarta), menggunakan lebar sepur 1435 mm.



Berselang 11 tahun kemudian atau pada tanggal 8 April 1875, Hindia-Belanda membangun jalur kereta api Negara melalui Staatssporwegen (SS). Rutenya, Surabaya-Pasuruan-Malang.

Keberhasilan NISM dan SS tersebut mendorong investor swasta membangun jalur kereta api. seperti, Semarang Joana Stoomtram Maatschappij (SJS), Semarang Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS), Serajoedal Stoomtram Maatschappij (SDS), Oost Java Stoomtram Maatschappij (OJS).

Lalu, Pasoeroean Stoomtram Maatschappij (Ps.SM), Kediri Stoomtram Maatschappij (KSM), Probolinggo Stoomtram Maatschappij (Pb.SM), Modjokerto Stoomtram Maatschappij (MSM), Malang Stoomtram Maatschappij (MS), Madoera Stoomtram Maatschappij (Mad.SM), Deli Spoorweg Maatschappij (DSM).

Selain di Jawa, pembangunan jalur kereta api dilaksanakan di Aceh,  pada tahun 1876, Sumatera Utara; pada 1889, Sumatera Barat; pada 1891,  Sumatera Selatan; pada 1914, dan Sulawesi, pada tahun 1922.

Sementara untuk di Kalimantan, Bali, dan Lombok hanya dilakukan studi  mengenai kemungkinan pemasangan jalan rel, belum sampai tahap  pembangunan.

Sampai akhir tahun 1928, panjang jalan kereta api dan trem di  Indonesia mencapai 7.464 km dengan perincian rel milik pemerintah  sepanjang 4.089 km dan swasta sepanjang 3.375 km.

Pada tahun 1942, Pemerintah Hindia Belanda menyerah tanpa syarat  kepada Jepang. Sejak saat itu, perkeretaapian Indonesia diambil alih  Jepang dan berubah nama menjadi Rikuyu Sokyuku (Dinas Kereta Api).  Selama penguasaan Jepang, operasional kereta api hanya diutamakan untuk  kepentingan perang.



Salah satu pembangunan di era Jepang, adalah lintas Saketi-Bayah dan  Muaro-Pekanbaru untuk pengangkutan hasil tambang batu bara guna  menjalankan mesin-mesin perang mereka. Namun, Jepang juga melakukan  pembongkaran rel sepanjang 473 km yang diangkut ke Burma untuk  pembangunan kereta api disana.

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17  Agustus 1945. Berselang beberapa hari kemudian Pemerintah Indonesia  mengambil alih stasiun dan kantor pusat kereta api yang dikuasai Jepang.

Puncaknya, pengambil alihan Kantor Pusat Kereta Api Bandung, tanggal  28 September 1945. Sejak itu, setiap tanggal 28 September, dikenal  menjadi Hari Kereta Api Indonesia. Hal ini sekaligus menandai  berdirinya, Djawatan Kereta Api Indonesia Republik Indonesia (DKARI).

Ketika Belanda kembali ke Indonesia tahun 1946, Belanda membentuk   kembali perkeretaapian di Indonesia. Staatssporwegen/Verenigde   Spoorwegbedrif (SS/VS), namanya. Gabungan SS dan seluruh perusahaan   kereta api swasta, kecuali Delispoorweg Maatschappij/DSM.

Berdasarkan perjanjian damai Konfrensi Meja Bundar (KMB) Desember   1949, dilaksanakan pengambilalihan aset-aset milik pemerintah Hindia   Belanda. Pengalihan dalam bentuk penggabungan antara DKARI dan SS/VS,   menjadi Djawatan Kereta Api (DKA) tahun 1950.

Pada tanggal 25 Mei DKA berganti menjadi Perusahaan Negara Kereta Api   (PNKA). Pada tahun tersebut mulai diperkenalkan juga lambang Wahana   Daya Pertiwi, yang mencerminkan transformasi Perkeretaapian Indonesia,   sebagai sarana transportasi andalan guna mewujudkan kesejahteraan bangsa   tanah air.

Selanjutnya pemerintah mengubah struktur PNKA, menjadi Perusahaan   Jawatan Kereta Api (PJKA) tahun 1971. Satu satu kemudian, pada tanggal   18 Mei 1981, didirikan PT INKA, yang merupakan perusahaan rolling stock   dan otomotif.

Dalam rangka meningkatkan pelayanan jasa angkutan, PJKA berubah   bentuk menjadi Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka), pada tahun 1991. Di   tahun 1992 ditetapkannya Undang-Undang No.13 Tahun 1992, tentang   Perkeretaapian

Memasuki tahun 1998, Perumka berubah menjadi Perseroan Terbatas, PT.   Kereta Api (Persero). Lalu, di tahun 2005 terbentuknya Direktorat   Jenderal Perkeretaapian. Disusul terbentuknya, Undang-Undang No. 23   Tahun 2007, tentang Perkeretaapian, pada tahun 2007.



Pada 17 Juni 2008, terbentuknya PT MRT Jakarta, dengan salah satu   ruang lingkup kegiatannya pengusahaan dan pembangunan prasarana dan   sarana MRT. Pada 12 Agustus 2008 terbentuknya PT KAI Commuter   Jabodetabek (KCJ), merupakan salah satu anak perusahaan di lingkungan PT   KAI yang mengelola KA Commuter Jabodetabek.

Tidak sampai disitu, pada tahun 2009, terbit PP No. 56 Tahun 2009,   tentang Penyelenggaraan Perkeretaapian dan PP No. 72 tahun 2009, tentang   Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api.

Di tahun 2011, terbit PM No. 43 Tahun 2011, tentang Rencana Induk    Perkeretaapian Nasional (RIPNas), ini dijadikan sebagai acuan bagi    pembangunan seluruh elemen penyelenggaraan perkeretaaian nasional. PT    KAI (Persero) meluncurkan logo baru.

Pada 25 Juli 2013, beroperasinya KA Akses Bandara Kualanamu oleh PT.    Railink, yang merupakan anak perusahaan dari PT KAI dengan PT Angkasa    Pura II. Pada September 2013 pelaksanaan konstruksi MRT Jakarta.



Selesainya pembangunan double-track Lintas Utara Jawa sepanjang 725    km. Pada 12 Agustus 2014, groundbreaking jalur KA Makassar-Parepare.    Terbentuknya, Balai Teknik Perkeretaapian, Balai Perawatan, dan Balai    Pengujian.

Pada 9 September 2015, groundbreaking atas dimulainya pengembangan    jaringan Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek. Satu tahun kemudian    tepatnya, pada 21 Januari 2016, groundbreaking, kereta cepat Jakarta    Bandung oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), yang merupakan    perusahaan patungan yang didirikan untuk membangun kereta cepat yang    membentang sejauh 150 kilometer antara Jakarta dan Bandung.

Di tahun selanjutnya, perkeretaapian terjadi perubahan PP No. 72    Tahun 2009, menjadi PP No. 61 Tahun 2016 tentang Lalu Lintas dan    Angkutan Kereta Api. Tidak hanya itu, di tahun 2017, adanya perubahan PP    No. 56 Tahun 2009, menjadi PP No. 6 Tahun 2017, tentang   Penyelenggaraan  Perkeretaapian.



Panjang jalur kereta api Indonesia yang dimiliki oleh pemerintah    sepanjang 5.368 km. Operator Perkeretaapian, saat ini antara lain; PT    KAI, PT Railink, PT KCJ, PT MRT Jakarta, PT KCIC.

Saat ini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memiliki tujuh anak    perusahaan yakni PT Reska Multi Usaha (2003), PT. Railink (2006), PT.    Kereta Api Indonesia Commuter Jabodetabek (2008), PT. Kereta Api    Pariwisata (2009), PT. Kereta Api Logistik (2009), PT. Kereta Api    Properti Manajemen (2009), PT. Pilar Sinergi BUMN Indonesia (2015).
</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki jaringan kereta api tertua di Asia. Di mana Indonesia menjadi negara kedua setelah India. Disusul China dan Jepang.

Usai tanam paksa, periode tahun 1830-1850. Kala itu, hasil pertanian di pulau Jawa, tidak lagi untuk memenuhi kebutuhan di Indonesia. Namun, hasil pertanian juga untuk pasar internasional.

Sehingga diperlukan sarana transportasi, untuk mengangkut hasil pertanian dari pedalaman ke kota-kota pelabuhan. Lantas bagaimana perkembangan perkeretaapian Indonesia dari masa ke masa?

Dari data Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan, pada 17 Juni 1864, semasa pemerintahan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda, Mr. L.A.J Baron Sloet van de Beele.

Di mana perusahaan swasta Nederlansch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) melakukan pencangkulan pertama untuk jalur kereta api Semarang Vorstenlanden (Solo-Yogyakarta), menggunakan lebar sepur 1435 mm.



Berselang 11 tahun kemudian atau pada tanggal 8 April 1875, Hindia-Belanda membangun jalur kereta api Negara melalui Staatssporwegen (SS). Rutenya, Surabaya-Pasuruan-Malang.

Keberhasilan NISM dan SS tersebut mendorong investor swasta membangun jalur kereta api. seperti, Semarang Joana Stoomtram Maatschappij (SJS), Semarang Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS), Serajoedal Stoomtram Maatschappij (SDS), Oost Java Stoomtram Maatschappij (OJS).

Lalu, Pasoeroean Stoomtram Maatschappij (Ps.SM), Kediri Stoomtram Maatschappij (KSM), Probolinggo Stoomtram Maatschappij (Pb.SM), Modjokerto Stoomtram Maatschappij (MSM), Malang Stoomtram Maatschappij (MS), Madoera Stoomtram Maatschappij (Mad.SM), Deli Spoorweg Maatschappij (DSM).

Selain di Jawa, pembangunan jalur kereta api dilaksanakan di Aceh,  pada tahun 1876, Sumatera Utara; pada 1889, Sumatera Barat; pada 1891,  Sumatera Selatan; pada 1914, dan Sulawesi, pada tahun 1922.

Sementara untuk di Kalimantan, Bali, dan Lombok hanya dilakukan studi  mengenai kemungkinan pemasangan jalan rel, belum sampai tahap  pembangunan.

Sampai akhir tahun 1928, panjang jalan kereta api dan trem di  Indonesia mencapai 7.464 km dengan perincian rel milik pemerintah  sepanjang 4.089 km dan swasta sepanjang 3.375 km.

Pada tahun 1942, Pemerintah Hindia Belanda menyerah tanpa syarat  kepada Jepang. Sejak saat itu, perkeretaapian Indonesia diambil alih  Jepang dan berubah nama menjadi Rikuyu Sokyuku (Dinas Kereta Api).  Selama penguasaan Jepang, operasional kereta api hanya diutamakan untuk  kepentingan perang.



Salah satu pembangunan di era Jepang, adalah lintas Saketi-Bayah dan  Muaro-Pekanbaru untuk pengangkutan hasil tambang batu bara guna  menjalankan mesin-mesin perang mereka. Namun, Jepang juga melakukan  pembongkaran rel sepanjang 473 km yang diangkut ke Burma untuk  pembangunan kereta api disana.

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17  Agustus 1945. Berselang beberapa hari kemudian Pemerintah Indonesia  mengambil alih stasiun dan kantor pusat kereta api yang dikuasai Jepang.

Puncaknya, pengambil alihan Kantor Pusat Kereta Api Bandung, tanggal  28 September 1945. Sejak itu, setiap tanggal 28 September, dikenal  menjadi Hari Kereta Api Indonesia. Hal ini sekaligus menandai  berdirinya, Djawatan Kereta Api Indonesia Republik Indonesia (DKARI).

Ketika Belanda kembali ke Indonesia tahun 1946, Belanda membentuk   kembali perkeretaapian di Indonesia. Staatssporwegen/Verenigde   Spoorwegbedrif (SS/VS), namanya. Gabungan SS dan seluruh perusahaan   kereta api swasta, kecuali Delispoorweg Maatschappij/DSM.

Berdasarkan perjanjian damai Konfrensi Meja Bundar (KMB) Desember   1949, dilaksanakan pengambilalihan aset-aset milik pemerintah Hindia   Belanda. Pengalihan dalam bentuk penggabungan antara DKARI dan SS/VS,   menjadi Djawatan Kereta Api (DKA) tahun 1950.

Pada tanggal 25 Mei DKA berganti menjadi Perusahaan Negara Kereta Api   (PNKA). Pada tahun tersebut mulai diperkenalkan juga lambang Wahana   Daya Pertiwi, yang mencerminkan transformasi Perkeretaapian Indonesia,   sebagai sarana transportasi andalan guna mewujudkan kesejahteraan bangsa   tanah air.

Selanjutnya pemerintah mengubah struktur PNKA, menjadi Perusahaan   Jawatan Kereta Api (PJKA) tahun 1971. Satu satu kemudian, pada tanggal   18 Mei 1981, didirikan PT INKA, yang merupakan perusahaan rolling stock   dan otomotif.

Dalam rangka meningkatkan pelayanan jasa angkutan, PJKA berubah   bentuk menjadi Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka), pada tahun 1991. Di   tahun 1992 ditetapkannya Undang-Undang No.13 Tahun 1992, tentang   Perkeretaapian

Memasuki tahun 1998, Perumka berubah menjadi Perseroan Terbatas, PT.   Kereta Api (Persero). Lalu, di tahun 2005 terbentuknya Direktorat   Jenderal Perkeretaapian. Disusul terbentuknya, Undang-Undang No. 23   Tahun 2007, tentang Perkeretaapian, pada tahun 2007.



Pada 17 Juni 2008, terbentuknya PT MRT Jakarta, dengan salah satu   ruang lingkup kegiatannya pengusahaan dan pembangunan prasarana dan   sarana MRT. Pada 12 Agustus 2008 terbentuknya PT KAI Commuter   Jabodetabek (KCJ), merupakan salah satu anak perusahaan di lingkungan PT   KAI yang mengelola KA Commuter Jabodetabek.

Tidak sampai disitu, pada tahun 2009, terbit PP No. 56 Tahun 2009,   tentang Penyelenggaraan Perkeretaapian dan PP No. 72 tahun 2009, tentang   Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api.

Di tahun 2011, terbit PM No. 43 Tahun 2011, tentang Rencana Induk    Perkeretaapian Nasional (RIPNas), ini dijadikan sebagai acuan bagi    pembangunan seluruh elemen penyelenggaraan perkeretaaian nasional. PT    KAI (Persero) meluncurkan logo baru.

Pada 25 Juli 2013, beroperasinya KA Akses Bandara Kualanamu oleh PT.    Railink, yang merupakan anak perusahaan dari PT KAI dengan PT Angkasa    Pura II. Pada September 2013 pelaksanaan konstruksi MRT Jakarta.



Selesainya pembangunan double-track Lintas Utara Jawa sepanjang 725    km. Pada 12 Agustus 2014, groundbreaking jalur KA Makassar-Parepare.    Terbentuknya, Balai Teknik Perkeretaapian, Balai Perawatan, dan Balai    Pengujian.

Pada 9 September 2015, groundbreaking atas dimulainya pengembangan    jaringan Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek. Satu tahun kemudian    tepatnya, pada 21 Januari 2016, groundbreaking, kereta cepat Jakarta    Bandung oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), yang merupakan    perusahaan patungan yang didirikan untuk membangun kereta cepat yang    membentang sejauh 150 kilometer antara Jakarta dan Bandung.

Di tahun selanjutnya, perkeretaapian terjadi perubahan PP No. 72    Tahun 2009, menjadi PP No. 61 Tahun 2016 tentang Lalu Lintas dan    Angkutan Kereta Api. Tidak hanya itu, di tahun 2017, adanya perubahan PP    No. 56 Tahun 2009, menjadi PP No. 6 Tahun 2017, tentang   Penyelenggaraan  Perkeretaapian.



Panjang jalur kereta api Indonesia yang dimiliki oleh pemerintah    sepanjang 5.368 km. Operator Perkeretaapian, saat ini antara lain; PT    KAI, PT Railink, PT KCJ, PT MRT Jakarta, PT KCIC.

Saat ini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memiliki tujuh anak    perusahaan yakni PT Reska Multi Usaha (2003), PT. Railink (2006), PT.    Kereta Api Indonesia Commuter Jabodetabek (2008), PT. Kereta Api    Pariwisata (2009), PT. Kereta Api Logistik (2009), PT. Kereta Api    Properti Manajemen (2009), PT. Pilar Sinergi BUMN Indonesia (2015).
</content:encoded></item></channel></rss>
