<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketika Jokowi Kenakan Jas Hujan Pemberian Korban Banjir Sukajaya</title><description>Hujan deras mengguyur kegiatan Presiden Jokowi saat meninjau lokasi banjir dan longsor di Desa Harkat Jaya, Sukajaya, Bogor</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/07/337/2150293/ketika-jokowi-kenakan-jas-hujan-pemberian-korban-banjir-sukajaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/01/07/337/2150293/ketika-jokowi-kenakan-jas-hujan-pemberian-korban-banjir-sukajaya"/><item><title>Ketika Jokowi Kenakan Jas Hujan Pemberian Korban Banjir Sukajaya</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/07/337/2150293/ketika-jokowi-kenakan-jas-hujan-pemberian-korban-banjir-sukajaya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/01/07/337/2150293/ketika-jokowi-kenakan-jas-hujan-pemberian-korban-banjir-sukajaya</guid><pubDate>Selasa 07 Januari 2020 17:35 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/07/337/2150293/ketika-jokowi-kenakan-jas-hujan-pemberian-korban-banjir-sukajaya-uAyeg4CWwY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi Tinjau Lokasi Banjir (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/07/337/2150293/ketika-jokowi-kenakan-jas-hujan-pemberian-korban-banjir-sukajaya-uAyeg4CWwY.jpg</image><title>Presiden Jokowi Tinjau Lokasi Banjir (Foto: Instagram)</title></images><description>JAKARTA - Ada pemandangan menarik ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara mendadak meninjau lokasi banjir dan longsor di Desa Harkat Jaya, Sukajaya, Bogor, Jawa Barat, Selasa (7/1/2020). Saat bersamaan hujan deras turun di desa tersebut. Presiden pun harus basah-basahan.
Melihat Kepala Negara kehujanan, tiba-tiba seorang warga memberikan jas hujan berwarna hijau kepada Jokowi, yang langsung dikenakannya. Sehingga Jokowi mengenakan jas hujan pemberian warga saat meninjau lokasi bencana yang sebelumnya masih terisolir itu.
Tak lama kemudian, hujan pun reda. Presiden pun melepas jas hujan yang kerap dijual seharga Rp10 ribu dan melanjutkan aktivitasnya mengunjungi warga yang menjadi korban banjir dan longsor tersebut.

Baca Juga: Jokowi Sebut Banjir Bandang di Lebak karena Perambahan Hutan
Sebelumnya, seperti diberitakan sebelumnya, seharusnya Jokowi langsung menuju Lebak Banten yang juga untuk meninjau korban bencana serupa. Namun, karena satu arah presiden memutuskan untuk singgah terlebih dahulu ke Desa Sukajaya yang daeahnya juga terkenda dampak banjir dan longsor cukup parah. Kegiatan tersebut mendadak atau spontan dilakukan kepala negara.&amp;nbsp;
Jokowi mengatakan beberapa penyebab bencana banjir bandang di Lebak adalah akibat perambahan hutan dan penambangan emas secara ilegal. Untuk itu, ia pun meminta Pemda untuk menghentikan kedua aktivitas tersebut.
&quot;Enggak bisa lagi karena keuntungan satu, dua, tiga orang, kemudian ribuan yang lainnya dirugikan dengan adanya banjir bandang ini,&quot; tegasnya.
Berdasarkan laporan yang diterimanya, Kepala Negara menyebut ada 30 jembatan penting yang menghubungkan antardesa yang perlu segera diselesaikan.
&quot;Tadi saya sudah perintah ke Menteri PU agar dalam 3-4 bulan itu semuanya sudah bisa diselesaikan,&quot; ungkapnya.Selain itu, tercatat 19 sekolah mengalami kerusakan. Terkait hal  tersebut, Presiden memerintahkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  serta Kementerian PUPR untuk menyelesaikannya.
&quot;Rumah yang rusak  dilaporkan oleh Bu Bupati tadi ada 1.410. Nanti akan kita data di  lapangan secara lengkap, apakah memungkinkan untuk direlokasi, karena  memang kalau melihat banjirnya besar seperti ini harus direlokasi,&quot;  jelasnya.
Proses relokasi juga rencananya akan dilakukan bagi  warga terdampak longsor di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Kepala  Negara menyebut, pemerintah daerah dan pusat akan bekerja sama untuk  merelokasi warga.
&quot;Beberapa tadi sudah sampaikan untuk masyarakat  yang terkena longsor untuk mau direlokasi, dipindahkan ke kurang lebih 2  kilometer dari situ. Ini nanti agar disiapkan dulu oleh Bupati  Kabupaten Bogor. Jadi selesai, akan langsung diselesaikan Kementerian PU  untuk perumahannya,&quot; paparnya. (edi)</description><content:encoded>JAKARTA - Ada pemandangan menarik ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara mendadak meninjau lokasi banjir dan longsor di Desa Harkat Jaya, Sukajaya, Bogor, Jawa Barat, Selasa (7/1/2020). Saat bersamaan hujan deras turun di desa tersebut. Presiden pun harus basah-basahan.
Melihat Kepala Negara kehujanan, tiba-tiba seorang warga memberikan jas hujan berwarna hijau kepada Jokowi, yang langsung dikenakannya. Sehingga Jokowi mengenakan jas hujan pemberian warga saat meninjau lokasi bencana yang sebelumnya masih terisolir itu.
Tak lama kemudian, hujan pun reda. Presiden pun melepas jas hujan yang kerap dijual seharga Rp10 ribu dan melanjutkan aktivitasnya mengunjungi warga yang menjadi korban banjir dan longsor tersebut.

Baca Juga: Jokowi Sebut Banjir Bandang di Lebak karena Perambahan Hutan
Sebelumnya, seperti diberitakan sebelumnya, seharusnya Jokowi langsung menuju Lebak Banten yang juga untuk meninjau korban bencana serupa. Namun, karena satu arah presiden memutuskan untuk singgah terlebih dahulu ke Desa Sukajaya yang daeahnya juga terkenda dampak banjir dan longsor cukup parah. Kegiatan tersebut mendadak atau spontan dilakukan kepala negara.&amp;nbsp;
Jokowi mengatakan beberapa penyebab bencana banjir bandang di Lebak adalah akibat perambahan hutan dan penambangan emas secara ilegal. Untuk itu, ia pun meminta Pemda untuk menghentikan kedua aktivitas tersebut.
&quot;Enggak bisa lagi karena keuntungan satu, dua, tiga orang, kemudian ribuan yang lainnya dirugikan dengan adanya banjir bandang ini,&quot; tegasnya.
Berdasarkan laporan yang diterimanya, Kepala Negara menyebut ada 30 jembatan penting yang menghubungkan antardesa yang perlu segera diselesaikan.
&quot;Tadi saya sudah perintah ke Menteri PU agar dalam 3-4 bulan itu semuanya sudah bisa diselesaikan,&quot; ungkapnya.Selain itu, tercatat 19 sekolah mengalami kerusakan. Terkait hal  tersebut, Presiden memerintahkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  serta Kementerian PUPR untuk menyelesaikannya.
&quot;Rumah yang rusak  dilaporkan oleh Bu Bupati tadi ada 1.410. Nanti akan kita data di  lapangan secara lengkap, apakah memungkinkan untuk direlokasi, karena  memang kalau melihat banjirnya besar seperti ini harus direlokasi,&quot;  jelasnya.
Proses relokasi juga rencananya akan dilakukan bagi  warga terdampak longsor di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Kepala  Negara menyebut, pemerintah daerah dan pusat akan bekerja sama untuk  merelokasi warga.
&quot;Beberapa tadi sudah sampaikan untuk masyarakat  yang terkena longsor untuk mau direlokasi, dipindahkan ke kurang lebih 2  kilometer dari situ. Ini nanti agar disiapkan dulu oleh Bupati  Kabupaten Bogor. Jadi selesai, akan langsung diselesaikan Kementerian PU  untuk perumahannya,&quot; paparnya. (edi)</content:encoded></item></channel></rss>
