<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemulung Meraup Untung di Balik Bencana Banjir</title><description>Sampah-sampah yang didominasi barang rumah tangga yang rusak akibat terendam banjir menjadi rebutan pemulung.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/07/338/2150405/pemulung-meraup-untung-di-balik-bencana-banjir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/01/07/338/2150405/pemulung-meraup-untung-di-balik-bencana-banjir"/><item><title>Pemulung Meraup Untung di Balik Bencana Banjir</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/01/07/338/2150405/pemulung-meraup-untung-di-balik-bencana-banjir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/01/07/338/2150405/pemulung-meraup-untung-di-balik-bencana-banjir</guid><pubDate>Selasa 07 Januari 2020 23:30 WIB</pubDate><dc:creator>Wijayakusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/07/338/2150405/pemulung-meraup-untung-di-balik-bencana-banjir-gXoIJFYIPo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemulung mengais rezeki di TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat (Foto: Okezone/Wijayakusuma)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/07/338/2150405/pemulung-meraup-untung-di-balik-bencana-banjir-gXoIJFYIPo.jpg</image><title>Pemulung mengais rezeki di TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat (Foto: Okezone/Wijayakusuma)</title></images><description>BEKASI - Sampah yang tersisa pasca-banjir Jakarta, Jawa Barat, dan Banten sepekan lalu, menjadi masalah baru yang cukup merepotkan dan mengganggu kenyamanan banyak orang. Namun, kondisi ini tak berlaku bagi pemulung yang justru mendapatkan berkah di balik bencana banjir.
Sampah-sampah yang didominasi barang rumah tangga yang rusak akibat terendam banjir menjadi rebutan pemulung. Diiringi sukacita, mereka mengais rezeki dari barang-barang buangan warga yang menjadi korban banjir.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ini Kota dan Kabupaten di Jabodetabek yang Berstatus Tanggap Darurat Banjir
Dohar misalnya, salah satu pemulung yang beroperasi di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Beberapa hari terakhir pasca-banjir, hasil pulungnya cenderung meningkat, yang otomatis juga mendongkrak pendapatannya.
&quot;Alhamdulillah, agak meningkat lah. Banyak yang ngebuang kalau udah kaya gini kan, banyak yang enggak kepakai,&quot; kata Dohar kepada Okezone, Selasa (7/1/2020).

Banyak sampah perabot rumah tangga yang berhasil dikumpulkan pria 43 tahun itu bersama rekan-rekannya. Dari ribuan ton sampah milik warga Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dan Bekasi di lokasi, ada sofa, kasur, tempat tidur, dan perabot rumah tangga lainnya.
&quot;Banyak barang-barang yang udah rongsok, sisa banjir kemarin. Kan nanti bisa dijual lagi,&quot; ujarnya.
Seakan sudah terbiasa dengan aroma tak sedap yang menyengat, para pemulung penuh semangat terus mengais sampah di zona 3 TPST milik Pemprov DKI Jakarta itu. Meski bercampur lumpur sisa banjir yang licin dan kotor, mereka dengan sigap memilah barang-barang yang sekiranya bisa dijual kembali.
&quot;Kalau kemarin kan sampahnya sempat dicampur, kebanyakan kayu-kayu tebangan, bambu macam-macam kan banyak di sini. Tapi sekarang mendingan karena dipisah,&quot; tuturnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Buang Sampah Pasca-Banjir, Truk Mengantre Panjang di TPA Sumur Batu
Barang rongsokan yang diperoleh Dohar rata-rata mencapai 3-5 kilogram per hari. Untuk satu kilogram rongsokan, dihargai pengepul sebesar Rp12 ribu. Namun, beberapa hari pasca-banjir, penghasilan Dohar terus bertambah.
&quot;Ya tergantung barangnya, kalau misalkan elektronik ya udah pasti lebih gede terimanya. Paling besar itu bisa Rp100 ribu kalau ditimbang,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>BEKASI - Sampah yang tersisa pasca-banjir Jakarta, Jawa Barat, dan Banten sepekan lalu, menjadi masalah baru yang cukup merepotkan dan mengganggu kenyamanan banyak orang. Namun, kondisi ini tak berlaku bagi pemulung yang justru mendapatkan berkah di balik bencana banjir.
Sampah-sampah yang didominasi barang rumah tangga yang rusak akibat terendam banjir menjadi rebutan pemulung. Diiringi sukacita, mereka mengais rezeki dari barang-barang buangan warga yang menjadi korban banjir.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ini Kota dan Kabupaten di Jabodetabek yang Berstatus Tanggap Darurat Banjir
Dohar misalnya, salah satu pemulung yang beroperasi di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Beberapa hari terakhir pasca-banjir, hasil pulungnya cenderung meningkat, yang otomatis juga mendongkrak pendapatannya.
&quot;Alhamdulillah, agak meningkat lah. Banyak yang ngebuang kalau udah kaya gini kan, banyak yang enggak kepakai,&quot; kata Dohar kepada Okezone, Selasa (7/1/2020).

Banyak sampah perabot rumah tangga yang berhasil dikumpulkan pria 43 tahun itu bersama rekan-rekannya. Dari ribuan ton sampah milik warga Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dan Bekasi di lokasi, ada sofa, kasur, tempat tidur, dan perabot rumah tangga lainnya.
&quot;Banyak barang-barang yang udah rongsok, sisa banjir kemarin. Kan nanti bisa dijual lagi,&quot; ujarnya.
Seakan sudah terbiasa dengan aroma tak sedap yang menyengat, para pemulung penuh semangat terus mengais sampah di zona 3 TPST milik Pemprov DKI Jakarta itu. Meski bercampur lumpur sisa banjir yang licin dan kotor, mereka dengan sigap memilah barang-barang yang sekiranya bisa dijual kembali.
&quot;Kalau kemarin kan sampahnya sempat dicampur, kebanyakan kayu-kayu tebangan, bambu macam-macam kan banyak di sini. Tapi sekarang mendingan karena dipisah,&quot; tuturnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Buang Sampah Pasca-Banjir, Truk Mengantre Panjang di TPA Sumur Batu
Barang rongsokan yang diperoleh Dohar rata-rata mencapai 3-5 kilogram per hari. Untuk satu kilogram rongsokan, dihargai pengepul sebesar Rp12 ribu. Namun, beberapa hari pasca-banjir, penghasilan Dohar terus bertambah.
&quot;Ya tergantung barangnya, kalau misalkan elektronik ya udah pasti lebih gede terimanya. Paling besar itu bisa Rp100 ribu kalau ditimbang,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
